Senin, 2 November 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Magelang Raya » Sepuluh Ruas Jalan Ditutup untuk Magelang Ethno Carnival…
Magelang Raya

Sepuluh Ruas Jalan Ditutup untuk Magelang Ethno Carnival 2026, Ini Rute dan Kantong Parkirnya

Pemkot Magelang menutup 10 ruas jalan mulai pukul 07.00 WIB saat karnaval puncak Magelang Flower Festival 2026 digelar Minggu (1/11/2026). Rute karnaval melintasi Jalan A Yani, sisi timur Alun-alun, dan Jalan Pemuda hingga Tugu Adipura.

Oleh Intan Larasati Jumat, 30 Oktober 2026 · 21.47 WIB
Ilustrasi pawai Magelang Ethno Carnival 2026
Ilustrasi pawai mobil hias karnaval budaya di jalan kota. (Ilustrasi: KabarTidar)

MAGELANG, Pemerintah Kota Magelang menutup sepuluh ruas jalan di kawasan pusat kota untuk pelaksanaan Magelang Ethno Carnival 2026 pada Minggu (1/11/2026). Penutupan diberlakukan mulai pukul 07.00 WIB guna mendukung kelancaran karnaval yang menjadi puncak Magelang Flower Festival (MFF) 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, M Yunus, menjelaskan penutupan lalu lintas dimulai dari kawasan CPM (Corps Polisi Militer) di Jalan A Yani. Penutupan di Simpang Kebonpolo masih bersifat tentatif.

Sepuluh ruas jalan yang ditutup meliputi Jalan A Yani, Jalan Alun-alun Utara, Jalan Alun-alun Selatan, Jalan Sigaluh, Jalan Sriwijaya, Jalan Kalingga, Jalan Pajang, Jalan Pajajaran, Jalan Daha, dan Jalan Pemuda. Ruas-ruas tersebut berada di sekitar Alun-alun hingga Jalan Pemuda yang menjadi pusat kegiatan karnaval.

“Penutupan mulai jam 07.00 WIB. Penutupan sejak CPM (Corps Polisi Militer) Jalan A Yani. Untuk penutupan Simpang Kebonpolo tentatif,” kata M Yunus sebagaimana dikutip dari pemberitaan Media Kompeten.

Penutupan jalan diberlakukan selama kegiatan berlangsung. Pengaturan lalu lintas ini disiapkan agar iring-iringan karnaval dapat melintas dengan aman dan penonton dapat menyaksikan jalannya karnaval dengan nyaman.

Rute Magelang Ethno Carnival 2026

Rute karnaval dimulai dari kawasan CPM di Jalan A Yani, berlanjut melewati sisi timur Alun-alun Kota Magelang dan sepanjang Jalan Pemuda. Peserta kemudian mengakhiri perjalanan di Tugu Adipura atau Simpang Shopping.

Untuk mengakomodasi kendaraan pengunjung, Dinas Perhubungan menyediakan sejumlah kantong parkir di sekitar pusat kegiatan. Kantong parkir tersebut tersebar di kawasan Ngesengan, Bakorwil, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Sutopo, Jalan Jenggolo, Jalan Pajajaran, kawasan Alun-alun, dan Jalan Kalingga.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Yetty Setyaningsih, mengungkapkan karnaval tahun ini melibatkan total 43 kontingen. “Kontingen ada 40, kalau ditambah tiga drumband, totalnya menjadi 43 kelompok. Diperkirakan peserta sekitar 1.900 orang,” ujar Yetty saat ditemui di kantornya, Rabu (28/10/2026), sebagaimana diberitakan BorobudurNews.

Peserta karnaval tidak hanya berasal dari Kota Magelang, tetapi juga dari Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Kota Salatiga. Selain kontingen utama, kemeriahan karnaval disemarakkan oleh tiga kelompok drumband.

Peserta selain drumband akan dinilai dalam kategori umum dan khusus. Untuk kategori khusus, terdapat penilaian best performance, best costum, dan best tematik.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan persiapan penyelenggaraan MEC 2026 telah dilakukan secara maksimal. Ia menyebut karnaval tahun ini akan melibatkan 45 mobil hias yang berkeliling Kota Magelang.

“Insyaallah nanti ada 45 mobil hias keliling Kota Magelang. Ini cukup menarik, ini kan seperti karnaval juga,” kata Damar.

Damar menjelaskan karnaval menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memperlihatkan potensi ekonomi kreatif daerah. Menurut dia, sektor ekonomi kreatif merupakan potensi terbesar Kota Magelang karena berdampak langsung kepada masyarakat.

“Karnaval ini kan menunjukkan eksistensi Kota Magelang, bahwa kita betul-betul serius menggarap sektor-sektor ekonomi kreatif. Sektor-sektor ekonomi yang langsung berdampak kepada masyarakat. Karena itu potensi kita yang terbesar,” ujar Damar.

Waktu Pelaksanaan dan Pengamanan

Terkait waktu pelaksanaan, terdapat dua keterangan yang berbeda. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Magelang menyebut rangkaian acara karnaval dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga maksimal pukul 12.30 WIB guna menghindari kemacetan dan menjaga kenyamanan masyarakat. Sementara itu, poster resmi Magelang Ethno Carnival 2026 menyebut karnaval berlangsung pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Disporapar telah berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Polres Magelang Kota, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta unsur TNI.

Tahun ini, Magelang Ethno Carnival 2026 mengusung tema “Semarak Pesona Ethno Flora Magelang, Merajut Harmoni Nusantara” sebagaimana tercantum pada poster resmi kegiatan tersebut.

Puncak Magelang Flower Festival 2026

Magelang Ethno Carnival 2026 merupakan puncak Magelang Flower Festival (MFF) 2026 yang berlangsung pada 25 Oktober hingga 1 November 2026. Festival tersebut dibuka pada 25 Oktober 2026 di Alun-alun Kota Magelang dengan mengusung konsep Tuin van Java dan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Yetty, penyelenggaraan festival yang dikemas secara terpadu merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Magelang untuk memperkuat posisi kota sebagai destinasi wisata dan perdagangan yang unggul. Tujuan pariwisata, kata dia, bukan hanya soal destinasi, tetapi juga perputaran ekonomi lokal yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

“Tujuan pariwisata itu bukan hanya melulu ke destinasi, tetapi untuk perputaran ekonomi lokal yang semakin berputar, sehingga bisa memberikan kesejahteraan pada masyarakat sekitar dan multiplier effect-nya banyak,” pungkasnya.

Pada tahun sebelumnya, Magelang Ethno Carnival 2025 digelar pada Sabtu (20/9/2025).

Dengan penutupan sepuluh ruas jalan tersebut, pengendara yang melintas di kawasan pusat Kota Magelang pada hari pelaksanaan perlu menyesuaikan rute perjalanan. Pengunjung karnaval dapat memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan agar tidak menambah kepadatan di sekitar lokasi kegiatan.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *