Candi Mendut: Arca Buddha Tiga Meter dan Gerbang Menuju Borobudur
Tiga kilometer di timur Borobudur, Candi Mendut menyimpan arca Buddha setinggi tiga meter yang dianggap salah satu arca terindah. Dari candi inilah prosesi Waisak memulai langkahnya setiap tahun.
Sebagian wisatawan langsung menuju Borobudur dan melewatkan candi kecil di Kecamatan Mungkid ini. Padahal, Candi Mendut adalah gerbang yang sesungguhnya: candi Buddha dari masa Wangsa Syailendra ini diperkirakan dibangun lebih dahulu daripada Borobudur, dan menjadi titik awal rangkaian tiga candi yang tersambung dalam satu garis lurus.
Di ruang utama Mendut duduk arca Buddha setinggi tiga meter, diapit dua arca Bodhisattva. Arca ini kerap disebut salah satu arca Buddha terindah yang masih berada di tempat aslinya, dengan sikap tangan Dharmacakra Mudra yang melambangkan pemutaran roda dharma.
Titik Awal Prosesi Waisak
Setiap perayaan Tri Suci Waisak, prosesi umat Buddha dimulai dari Candi Mendut, berjalan kaki melewati Candi Pawon, dan berakhir di Candi Borobudur. Rangkaian ini menegaskan hubungan ketiga candi sebagai satu kesatuan kawasan suci yang dirancang leluhur lebih dari seribu tahun lalu.
Di halaman Mendut tumbuh pohon beringin besar yang menaungi kawasan, dan di dekatnya berdiri Vihara Mendut yang tenang. Mengunjungi Mendut sebelum Borobudur memberi urutan cerita yang utuh: dari gerbangnya, barulah menuju puncak mandala raksasa itu.
