Jalur Lintas Alam Babadan Dukun Magelang, Trek 4 Km dengan View Merapi
Ratusan pelari lintas alam dari berbagai daerah di Jawa Tengah menjajal trek 4 kilometer dari Basecamp Merviba pada 1 November 2026, dengan Gunung Merapi sebagai latarnya. Jalur ini dibuka untuk umum akhir November atau awal Desember.

MAGELANG, KabarTidar. Satu lagi kegiatan jalan atau lari lintas alam di Magelang diperkenalkan kepada publik. Minggu 1 November 2026, warga desa berkumpul bersama ratusan tamu undangan pelari lintas alam untuk menyaksikan pengenalan jalur lintas alam Babadan di Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dengan pemandangan Gunung Merapi yang gagah sebagai latarnya.
Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala Dusun Babadan 1, Bambang Pawitan, Sekretaris Desa Margiyanto yang mewakili Kepala Desa, Direktur Utama Indo Asia Sinergi Sejahtera Sapto Haryono, Kelompok Tani Hutan dan tokoh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Sudasri, serta perwakilan instansi terkait seperti Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Kehadiran BPPTKG patut dicatat, karena jalur ini berada di lereng barat Gunung Merapi, sehingga aspek keselamatan kebencanaan menjadi bagian dari pembahasan sejak awal.
Lima Pilar Jalur Lintas Alam Babadan
Dalam sambutannya, Sudasri menyampaikan ada lima pilar mengapa jalur lintas alam ini harus dibuka. Pertama, pelestarian lingkungan. Kedua, pemberdayaan masyarakat. Ketiga, lapangan kerja. Keempat, Dusun Babadan 1 harus dikenal sebagai dusun yang aman dan nyaman untuk wisata. Kelima, keberadaan Koperasi Merah Putih akan hidup apabila banyak wisatawan berkunjung ke Desa Babadan 1.
Pemerintah Desa Paten berharap kegiatan ini mengangkat ekonomi warga, namun dengan catatan yang ditegaskan dalam sambutan Sekretaris Desa Margiyanto: kegiatan ini harus patuh pada rekomendasi yang dikeluarkan oleh BPPTKG. Imbauan itu dipertegas pula oleh Bambang Pawitan selaku Kepala Dusun Babadan 1. Pesan ini penting, karena jalur wisata di lereng gunung berapi tidak dapat dikelola hanya dengan semangat promosi, melainkan harus berjalan seiring dengan rekomendasi lembaga yang memantau aktivitas Merapi.
Dari sisi pengelola, Karang Taruna Merviba menyatakan kesiapannya menjalankan amanah ini untuk kemajuan Desa Paten pada umumnya dan Dusun Babadan 1 khususnya. Pernyataan itu disampaikan Budi dari Karang Taruna Merviba, yang menjadi pengelola basecamp jalur ini. Tepat pukul 10.00, proses pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita dilaksanakan, dengan Sapto Haryono mendampingi Ketua Karang Taruna Wito melakukan pengguntingan pita. Acara tersebut langsung memberangkatkan ratusan pelari lintas alam dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk menjajal jalur yang baru diperkenalkan itu.
Trek 4 Km dari Basecamp Merviba dengan View Merapi
Jalur ini mempunyai daya tempuh total 4 kilometer, dari Basecamp Merviba sampai kembali ke Basecamp. Di sepanjang perjalanan, pemandangan Gunung Merapi terlihat megah dengan kabut tipis yang menemani. Lokasi jalur lintas alam ini ada di Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Lokasinya cukup strategis: dari Kota Muntilan ke arah utara atau timur laut, mendaki ke arah lereng barat Gunung Merapi dengan jarak sekitar 19 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 40 menit menggunakan kendaraan bermotor.
Secara umum, perjalanan dari Kota Yogyakarta memakan waktu sekitar 75 menit, dari Magelang sekitar 60 menit, dan dari Kota Semarang sekitar 125 menit. Pihak Basecamp menyebut jalur ini akan secara resmi dibuka untuk umum pada akhir November atau awal Desember 2026. Artinya, seremoni pada 1 November 2026 merupakan pengenalan jalur dan pemberangkatan pelari undangan, sedangkan pembukaan untuk umum masih menunggu jadwal resmi tersebut. Calon pengunjung sebaiknya memastikan status pembukaan ke pengelola sebelum datang, agar tidak tiba di lokasi pada saat jalur belum dibuka untuk umum.
Kehadiran jalur Babadan menambah pilihan olahraga luar ruang di Magelang yang memadukan olahraga dan pemandangan gunung. KabarTidar sebelumnya pernah mengulas lari lintas alam di lereng Sumbing dan Merbabu serta trekking ringan untuk pemula di lereng Sumbing dan Merbabu, yang menunjukkan bahwa minat terhadap kegiatan jalan dan lari lintas alam di Magelang memang terus tumbuh. Jalur Babadan menawarkan variasi baru dengan latar Merapi dari sisi barat, berbeda dengan jalur-jalur di Sumbing dan Merbabu yang sudah lebih dulu dikenal.
Pengembangan jalur ini juga menjadi contoh bagaimana desa di lereng Merapi mencoba mengolah potensi wisatanya tanpa mengabaikan sisi keselamatan. Lima pilar yang disampaikan pengelola, mulai dari pelestarian lingkungan sampai hidupnya koperasi desa, menunjukkan bahwa jalur ini dirancang sebagai kegiatan ekonomi warga, bukan sekadar trek olahraga. Kabar mengenai jalur ini bersumber dari rilis yang dikutip Koran Merapi pada 1 November 2026, dan artikel ini akan diperbarui ketika jadwal pembukaan resmi untuk umum diumumkan oleh pengelola.


