Magelang Flower Festival 2026: Bursa Tanaman Hias, Tur Kota Gratis, dan Karnaval Ethno di Alun-alun
Magelang Flower Festival 2026 digelar 25 Oktober–1 November di Alun-alun Kota Magelang: bursa tanaman hias, lokakarya merangkai bunga, tur kota gratis setiap hari, Senam ASRI 10.000 peserta, dan Ethno Carnival sebagai puncak.

MAGELANG — Magelang Flower Festival 2026 mulai digelar besok, Minggu (25/10/2026), di Alun-alun Kota Magelang dan berlangsung selama sepekan hingga Sabtu (1/11/2026). Festival yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang ini mengangkat bunga atau flora sebagai kekuatan budaya, pariwisata, kreativitas, edukasi, sekaligus ekonomi, dengan bursa tanaman hias sebagai kegiatan utama dan tur kota gratis setiap hari selama penyelenggaraan.
Alun-alun Kota Magelang akan menjadi pusat pameran tanaman hias dan beragam kegiatan wisata. Festival ini melibatkan penggiat tanaman, petani bunga, dan pelaku wisata. Selain transaksi tanaman hias, pengunjung dapat mengikuti lokakarya merangkai bunga, melihat koleksi tanaman dalam pameran, dan menghadiri diskusi bersama penggiat tanaman. Rangkaian kegiatan bertema flora itu dilengkapi program bertema fauna, meliputi kontes kucing, lomba kicau burung, vaksinasi hewan peliharaan gratis, serta pemeriksaan kesehatan hewan peliharaan.
Magelang Flower Festival: Bursa, Lokakarya, dan Tur Kota Gratis
Bursa tanaman hias menjadi magnet utama festival. Sekretaris Disporapar Kota Magelang Yetty Setiyaningsih menjelaskan bahwa bursa tanaman hias menjadi salah satu kegiatan utama dan pedagang dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Jakarta dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. “Bursa tanaman hias mendominasi stan-stan di Alun-alun,” ujar Yetty Setiyaningsih kepada Kompas.com pada Selasa (20/10/2026).
Tur kota gratis akan berlangsung setiap hari selama sepekan penyelenggaraan festival. Menurut Yetty Setiyaningsih, setiap perjalanan dibatasi maksimal 30 peserta dan diselenggarakan melalui kerja sama dengan komunitas serta organisasi pemandu wisata. “Kami kerja sama dengan Komunitas Kota Toea, Mlaku Magelang, dan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia),” ujar Yetty Setiyaningsih.
Panitia menyediakan dua pilihan rute untuk tur kota tersebut. Rute pertama, Magelang Bercerita, mencakup Alun-alun dan kawasan Pecinan. Rute kedua bernama Magelang Berkelana, dengan tujuan Bukit Tidar, Kebun Bibit Senopati, Plengkung, dan Alun-alun. Kedua rute tersebut menjadi bagian dari agenda wisata gratis yang ditawarkan selama festival berlangsung. Bagi wisatawan yang ingin memadukan kunjungan festival dengan wisata alam di sekitar Magelang, mekarnya tabebuya di Magelang yang dijuluki sakura tropis bisa menjadi pelengkap perjalanan.
Puncak Festival: Senam ASRI dan Ethno Carnival
Dua agenda besar menjadi bagian dari festival. Senam ASRI menargetkan 10.000 peserta pada 30 Oktober 2026, sedangkan Magelang Ethno Carnival digelar pada 1 November 2026 sebagai puncak acara. Masyarakat dan wisatawan juga disuguhkan beragam kegiatan lain, mulai dari pameran bunga, pameran kucing, talkshow, hingga lomba mewarnai.
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian event Kota Magelang sepanjang September hingga November 2026. Rangkaian itu dibuka Borobudur Indonesia Expo pada 17–20 September 2026 di Alun-alun Kota Magelang, berlanjut ke Magelang Flower Festival, kemudian Merti Gunung Tidar pada 6–8 November 2026, serta Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Jawa Tengah Magelang Open Master Championship pada 13–15 November 2026. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan arah rangkaian tersebut dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (16/9/2026). “Event adalah nafas, denyut nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Mengapa Bunga: Tuin van Java dan Ekonomi Warga
Magelang Flower Festival diselenggarakan untuk menegaskan kembali identitas Kota Magelang yang dikenal sebagai Tuin van Java atau Kebunnya Pulau Jawa. Selain itu, helatan ini menjadi dorongan dari Pemkot Magelang untuk memutar roda perekonomian lokal. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang Indah Dwiantari menyampaikan bahwa persiapan festival telah mencapai hampir 80 persen pada Jumat (9/10/2026), setelah rapat bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah dan sebelum koordinasi teknis terkait keamanan, perizinan, dan hal-hal pendukung lainnya.
“Harapannya melalui MFF ini tidak hanya sekadar memamerkan keindahan bunga, tetapi juga menjadi wadah tumbuh bagi UMKM, perhotelan, restoran, hingga industri oleh-oleh di Kota Magelang,” ujar Indah. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang Handini Rahayu menambahkan bahwa festival ini menerapkan konsep kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan berbagai agenda mandiri milik organisasi perangkat daerah menjadi satu ajang besar. “Berbagai acara dari OPD-OPD menjadi satu kesatuan event besar. Konsep ini efisien dari sisi anggaran, namun tetap mampu menghadirkan acara yang berlangsung lebih lama. Semakin lama durasi event, makin lama pula durasi kunjungan wisatawan di Kota Magelang,” pungkasnya.
Bagi warga dan wisatawan yang berencana datang, jadwal yang perlu dicatat adalah pembukaan pada 25 Oktober, Senam ASRI pada 30 Oktober, dan Magelang Ethno Carnival pada 1 November 2026, seluruhnya berpusat di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian event Kota Magelang dapat dibaca pada rilis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentang empat event penggerak ekonomi Kota Magelang dan liputan bsinews tentang festival tanaman hias dan tur kota gratis.



1 Komentar