Senin, 2 November 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Peristiwa » Aktivitas Merapi Siang Ini: 16 Gempa Guguran, Status…
Peristiwa

Aktivitas Merapi Siang Ini: 16 Gempa Guguran, Status Tetap Siaga

BPPTKG mencatat 16 gempa guguran, 11 gempa hybrid, dan 2 gempa tektonik jauh hingga Minggu siang, 25 Oktober 2026. Merapi tetap berstatus Siaga, dan warga diminta menjauhi kawasan rawan bahaya di alur sungai yang telah ditetapkan.

Oleh Intan Larasati Minggu, 25 Oktober 2026 · 14.17 WIB
Gunung Merapi dengan kubah lava dan asap di kawah
Gunung Merapi (foto arsip: Lee Siebert, Smithsonian Institution, CC0).

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan aktivitas Merapi 25 Oktober 2026 siang masih berada pada Level III (Siaga). Laporan pemantauan hingga Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB itu mencatat rangkaian kegempaan yang menunjukkan pasokan magma masih berlangsung di gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut.

Selama periode pengamatan tersebut, BPPTKG mencatat 16 gempa guguran, 11 gempa hybrid atau fase banyak, dan 2 gempa tektonik jauh. Ketiga jenis kegempaan itu menjadi dasar penilaian bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi dan masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi bahaya yang berlaku.

Laporan ini merupakan pembaruan pemantauan hingga pukul 12.00 WIB dan menjadi dasar bagi rekomendasi bahaya yang disampaikan BPPTKG kepada masyarakat di sekitar Gunung Merapi.

Data Kegempaan dalam aktivitas Merapi 25 Oktober 2026 siang

Gempa guguran tercatat paling banyak, yakni 16 kejadian, dengan amplitudo 2 hingga 22 milimeter dan durasi 51,1 hingga 179,47 detik. Jumlah tersebut menempatkan gempa guguran sebagai jenis kegempaan yang paling banyak terekam dalam periode pengamatan hingga Minggu siang itu.

Gempa hybrid atau fase banyak tercatat 11 kejadian, dengan amplitudo 1 hingga 29 milimeter dan durasi 19,96 hingga 37,08 detik. Pada jenis gempa ini, nilai S-P tidak teramati dalam pencatatan BPPTKG.

Sementara itu, gempa tektonik jauh tercatat 2 kejadian, dengan amplitudo 11 hingga 80 milimeter dan durasi 182,92 hingga 197,18 detik. Seperti halnya gempa hybrid, nilai S-P pada gempa tektonik jauh ini juga tidak teramati.

BPPTKG menyampaikan bahwa data pemantauan menunjukkan pasokan magma masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di kawasan rawan bahaya.

Pengamatan Visual dan Kondisi Cuaca di Sekitar Merapi

Pengamatan visual pada periode tersebut mencatat gunung tertutup kabut 0 hingga III. Asap kawah nihil, sehingga tidak ada asap yang teramati keluar dari kawah pada Minggu siang itu.

Cuaca di sekitar Gunung Merapi pada periode pengamatan tercatat mendung, dengan angin tenang yang mengarah ke utara. Suhu udara berkisar 19,8 hingga 23,1 derajat Celsius, kelembapan udara 91,5 hingga 97,5 persen, dan tekanan udara 874,3 hingga 919,4 milimeter air raksa (mmHg).

Kawasan Rawan Bahaya dan Jarak Aman dari Puncak

Seiring dengan status Level III (Siaga), BPPTKG menyampaikan rekomendasi bahaya yang mengatur jarak aman dari potensi luncuran lava dan awan panas. Rekomendasi ini dibedakan berdasarkan sektor dan alur sungai di lereng Merapi.

Pada sektor selatan hingga barat daya, potensi bahaya berupa luncuran lava dan awan panas diarahkan pada alur Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer. Sementara itu, alur Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng ditetapkan sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, rekomendasi bahaya mencakup alur Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar alur sungai tersebut diminta memperhatikan batas jarak yang telah ditetapkan.

Apabila terjadi letusan eksplosif, BPPTKG menyampaikan bahwa lontaran material vulkanik dapat mencapai radius 3 kilometer dari puncak. Jarak tersebut menjadi batas yang perlu diperhatikan selain batas pada masing-masing alur sungai.

Imbauan BPPTKG bagi Masyarakat di Sekitar Merapi

BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bahaya. Imbauan ini berlaku selama status Level III (Siaga) masih ditetapkan untuk Gunung Merapi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), terutama pada saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. Imbauan ini disampaikan seiring dengan rekomendasi untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bahaya.

Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi. BPPTKG juga menyampaikan bahwa apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau ulang.

Dengan demikian, hingga Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB, status Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). Status ini berlaku hingga adanya peninjauan ulang dari BPPTKG apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Masyarakat di sekitar Merapi diminta terus mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan mematuhi seluruh rekomendasi bahaya yang berlaku.

Sumber: TribunJogja.com

Baca juga: Kubah Lava Merapi Bertambah 9.400 Meter Kubik, Status Tetap Siaga

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

2 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *