Senin, 2 November 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Pendidikan » MSI XXIII dan LKIP XIII 2026 Dibuka di…
Pendidikan

MSI XXIII dan LKIP XIII 2026 Dibuka di SMA Taruna Nusantara Magelang, 247 Peserta Bertanding

Sebanyak 247 peserta dari berbagai daerah bertanding dalam lima cabang setelah melewati seleksi dari 2.663 pendaftar. Upacara pembukaan dipimpin langsung kepala sekolah di Balairung Pancasila.

Oleh Intan Larasati Minggu, 25 Oktober 2026 · 22.06 WIB
Ilustrasi kompetisi pelajar MSI LKIP 2026 di SMA Taruna Nusantara Magelang
Ilustrasi kompetisi pelajar. (Ilustrasi: KabarTidar)

SMA Taruna Nusantara Kampus Magelang resmi membuka MSI LKIP 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Balairung Pancasila. Lomba Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (MSI) ke XXIII serta Lomba Karya Inovasi Pelajar (LKIP) ke XIII tahun ini mengusung tema “Ignite the Future” dan menjadi ajang kompetisi tingkat nasional bagi pelajar SMP sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.

Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala SMA Taruna Nusantara Magelang, Mayor Jenderal TNI M.I. Gogor A. A., S.IP., M.Han., selaku inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa esensi sebuah kompetisi bukan semata-mata mengalahkan orang lain, melainkan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Para peserta diajak menjadikan kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan diri, mengembangkan potensi, serta memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru.

Kepala Sekolah juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, menghargai sesama, dan membangun persahabatan selama mengikuti perlombaan. Kompetisi yang sesungguhnya adalah dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain. Oleh karena itu, peserta diharapkan tidak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan menjalin persahabatan dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

MSI LKIP 2026 mendapat antusiasme tinggi dengan 2.663 pendaftar dari berbagai kategori perlombaan. Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 247 peserta dijadwalkan mengikuti babak kompetisi secara langsung di SMA Taruna Nusantara Magelang. Penyelenggaraan tahun ini turut melibatkan dewan juri dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan profesional, termasuk akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (UNNES), serta Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Keterlibatan para akademisi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan penilaian yang objektif, profesional, dan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

Lima cabang lomba MSI LKIP 2026

Para peserta berkompetisi dalam lima cabang, yaitu Olimpiade Akademik, Olimpiade Kepemimpinan, Speech, Karya Ilmiah, dan Poster. Melalui berbagai cabang perlombaan tersebut, peserta tidak hanya ditantang menunjukkan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya inovatif.

Khusus dalam LKIP, peserta memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan kreativitas mereka di hadapan dewan juri. Sementara itu, rangkaian MSI XXIII sudah diawali lebih dulu dengan pembukaan Olimpiade Kepemimpinan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Balairung Pancasila. Kompetisi kepemimpinan tersebut menjadi wadah bagi pelajar SMP sederajat dari berbagai daerah untuk mengembangkan karakter, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan mengenal kehidupan pendidikan berasrama.

Dalam pengumuman pendaftarannya, pihak sekolah menyebut total hadiah MSI dan LKIP 2026 mencapai Rp80 juta, serta membuka kesempatan bagi para cendekia muda untuk bersekolah di SMA Taruna Nusantara. Angka tersebut berasal dari pengumuman resmi sekolah, bukan dari hasil akhir perlombaan yang masih berjalan.

Kesan peserta MSI LKIP 2026 dari berbagai daerah

Lebih dari sekadar kompetisi, MSI LKIP 2026 meninggalkan kesan mendalam bagi peserta dan orang tua. Anak Agung Gde Bagus Rama Aditya Putra, peserta LKIP dari SMP Balihati, Bali, menyebut keikutsertaannya sebagai pengalaman istimewa karena SMA Taruna Nusantara telah menjadi impiannya sejak kecil. “Lomba ini sangat berkesan karena diselenggarakan di SMA Taruna Nusantara, sekolah impian saya sejak kecil. Dewan jurinya juga berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama sehingga saya senang dan mendapatkan banyak pengalaman belajar di sini. TN is the best!” ungkapnya.

Kesan serupa disampaikan Putri Nur Rahmadinita dari SMP Negeri 2 Ungaran, Jawa Tengah, yang menyebut MSI LKIP sebagai kompetisi tingkat nasional pertamanya. Muhammad Rif’at Luthfi Kahfi dari SMP Swasta Shahyyatul Amaliyyah, Medan, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru, terutama kesempatan membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah, dan mengetahui informasi MSI LKIP melalui akun Instagram resmi SMA Taruna Nusantara.

Pengalaman akademik yang mendalam juga dirasakan Quinza Aleysia Giselda Kurniawan dari SMP Negeri 1 Yogyakarta. Keberhasilannya lolos ke kompetisi tingkat nasional untuk pertama kalinya memberinya kesempatan mengembangkan keterampilan penelitian, mulai dari menyusun presentasi, membuat brosur, hingga menjelaskan hasil penelitian di hadapan dewan juri. “Saya jadi lebih memahami cara presentasi, membuat PowerPoint, brosur, dan melakukan penelitian. Kakak-kakak di SMA Taruna Nusantara juga sangat ramah. Semoga penelitian saya dapat terus dikembangkan,” tuturnya.

Krisna Athalla Zaky Wiratama dari SMP Global Islamic School, Jakarta, menilai penyelenggaraan LKIP memberikan ruang kreativitas yang luas, termasuk kesempatan mendekorasi stan pameran secara maksimal. Sementara itu, Ezra Manggala dari SMPS Albaitul Amien, Jember, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa kompetisi nasional pertamanya ini memberinya kesempatan mengenal kehidupan siswa SMA Taruna Nusantara secara langsung. “Sejak pertama masuk, kami diajarkan cara berpakaian, melipat baju, hingga cara berjalan oleh guru-guru di sini. Pengalaman tahun ini sangat bagus. MSI akan selalu berada di hati saya,” ungkap Ezra.

Fatir Fajri Ibrahim dari SMP Negeri 2 Bandung, Jawa Barat, mengaku tetap mendapatkan pengalaman berharga meskipun belum berhasil melaju ke babak final. “Walaupun saya tidak masuk final, kegiatan selama tiga hari ini sangat memotivasi saya untuk bisa menjadi siswa SMA Taruna Nusantara. MSI hebat!” ujarnya.

Kesan mendalam juga dirasakan para orang tua yang mendampingi putra-putri mereka. Ibunda Callista Afikah Putri asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengaku bangga karena putrinya berhasil menembus 15 besar. Bapak Andre dari Semarang menilai Olimpiade Kepemimpinan memberikan pengalaman pendidikan karakter yang berbeda selama tiga hari dua malam. Bunda Woro dari Grabag, Magelang, tetap bangga meskipun putranya belum berhasil masuk 15 besar, sementara Bunda Festi dari Semarang berharap kegiatan MSI LKIP terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang.

MSI LKIP 2026 sebagai ruang belajar dan persahabatan

Penyelenggaraan MSI LKIP XXIII dan LKIP XIII sekaligus mencerminkan komitmen SMA Taruna Nusantara dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda Indonesia, baik dalam bidang akademik, penelitian, kreativitas, maupun kepemimpinan. Melalui semangat “Ignite the Future”, pihak sekolah berharap MSI LKIP 2026 tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga membentuk generasi muda yang berani menghadapi tantangan, terus mengembangkan kemampuan diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu tumbuh dan belajar bersama untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Bagi pelajar Magelang yang mengejar jalur prestasi, KabarTidar sebelumnya mengulas panduan beasiswa pelajar Magelang, mulai dari program pemerintah hingga jalur lanjutan. Informasi resmi mengenai MSI dan LKIP dapat dibaca di halaman berita SMA Taruna Nusantara Magelang.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

1 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *