Senin, 2 November 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Ekonomi » Untidar Dampingi Poktan Delima Unggul Magelang, Ajarkan Pestisida…
Ekonomi

Untidar Dampingi Poktan Delima Unggul Magelang, Ajarkan Pestisida Nabati dan Media Tanam

Fakultas Pertanian Universitas Tidar mendampingi Poktan Delima Unggul di Magelang Utara lewat dua keterampilan praktis: pestisida nabati dari daun pepaya dan pengelolaan media tanam untuk polybag.

Oleh Intan Larasati Minggu, 25 Oktober 2026 · 18.39 WIB
Ilustrasi warga belajar membuat pestisida nabati dan media tanam
Ilustrasi warga belajar membuat pestisida nabati dan media tanam. (Ilustrasi: KabarTidar)

Fakultas Pertanian Universitas Tidar (Untidar) menjalankan program Untidar dampingi Poktan Delima Unggul di Perumahan Armada Estate, Magelang Utara, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan tersebut bertajuk “Penguatan Praktik Pertanian Berkelanjutan melalui Pengelolaan Media Tanam dan Proteksi Tanaman di POKTAN Delima Unggul” dan merupakan program Pengabdian Universitas Tidar 2026. Sasarannya adalah anggota Kelompok Tani (Poktan) Delima Unggul yang berkegiatan di lingkungan perumahan tersebut.

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota poktan dalam membudidayakan tanaman secara lebih baik dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, mengoptimalkan budidaya termasuk di lahan terbatas lingkungan perumahan, serta mempererat hubungan antara universitas dan masyarakat.

Untidar Dampingi Poktan Delima Unggul: Tim Dosen dan Mahasiswa

Tim pendamping terdiri dari lima dosen Fakultas Pertanian Universitas Tidar. Ketua tim adalah Gian Sapta Adrialin, S.P., M.Si., dengan anggota Ir. Historiawati, MP.; Muzayyanah Rahmiyah, S.P., M.Si.; Ratna Suminar, S.P., M.Si.; dan Ade Nendi Mulyana, S.P., M.Si.

Tim dosen tersebut didampingi dua mahasiswa, yakni Ivana Sisalfreda Icasia dan Anisa Hati Fadillah. Kehadiran dosen dan mahasiswa dalam satu tim membuat pendampingan berjalan sebagai kegiatan bersama antara sivitas akademika dan anggota poktan.

Pendampingan ini menyasar anggota poktan yang berkebun di lingkungan perumahan. Kondisi itu menjadi latar penting kegiatan, sebab budidaya di lahan terbatas membutuhkan pengelolaan yang cermat agar tanaman tetap tumbuh baik dan hasilnya optimal.

Dua Materi Utama: Pestisida Nabati dan Media Tanam

Materi pertama adalah pemanfaatan daun pepaya sebagai bahan pestisida nabati untuk membantu mengendalikan hama pada tanaman sayur. Peserta mendapat penjelasan tentang bahan alami, prinsip pemakaian, dan cara aplikasi ke tanaman, lalu mempraktikkan langsung tahapan pembuatan pestisida nabati.

Penekanan pada bahan alami sejalan dengan arah kegiatan menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan. Proteksi tanaman menjadi bagian penting dalam budidaya, karena gangguan hama dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil yang diharapkan pembudidaya.

Daun pepaya adalah satu-satunya bahan tanaman spesifik yang disebut dalam laporan kegiatan ini. Peserta dikenalkan pada bahan tersebut beserta prinsip pemakaiannya, kemudian mencoba sendiri tahapan pembuatannya agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada penjelasan.

Materi kedua adalah pengelolaan media tanam, khususnya untuk budidaya memakai polybag. Peserta mendapat penjelasan tentang peran media tanam dalam mendukung pertumbuhan akar, ketersediaan air dan unsur hara, serta kondisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh baik. Setelah itu, peserta mempraktikkan pembuatan media tanam sesuai materi yang disampaikan.

Pengelolaan media tanam menjadi bekal yang relevan bagi anggota poktan di lingkungan perumahan. Dengan wadah seperti polybag, budidaya dapat dilakukan di ruang yang terbatas, selama media tanamnya dikelola dengan baik dan kebutuhan dasar tanaman terpenuhi.

Kedua materi tersebut disajikan sebagai pelengkap. Media tanam yang baik memenuhi kebutuhan tumbuh tanaman, sedangkan proteksi tanaman mengendalikan gangguan hama. Kombinasi keduanya diharapkan menopang budidaya yang lebih baik dari hulu ke hilir perawatan tanaman.

Harapan Kerja Sama Berlanjut

Ketua tim, Gian Sapta Adrialin, berharap kegiatan ini sangat bermanfaat bagi Poktan Delima Unggul. Harapan itu khususnya menyangkut bertambahnya pengetahuan dan keterampilan anggota dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan.

Ia juga berharap kerja sama yang terjalin dapat berlanjut dan berdampak positif bagi masyarakat. Harapan tersebut menempatkan kegiatan pendampingan bukan sebagai pertemuan sekali jalan, melainkan sebagai awal hubungan yang lebih panjang antara kampus dan kelompok tani.

Framing kegiatan ini sejalan dengan upaya Untidar berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat lewat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan lapangan. Pendampingan dan edukasi lanjutan diharapkan memperkuat kerja sama Fakultas Pertanian Untidar dan Poktan Delima Unggul dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan.

Bagi anggota poktan, keterampilan mengelola media tanam dan membuat pestisida nabati menjadi bekal yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan berkebun sehari-hari. Pengetahuan yang bertambah diharapkan diikuti dengan praktik yang konsisten, sehingga budidaya di lingkungan perumahan berjalan lebih baik dan lebih ramah lingkungan.

Informasi dalam artikel ini dihimpun dari laporan Magelang Ekspres yang terbit pada Minggu, 25 Oktober 2026, dengan reporter dan editor Arief Setyoko.

Sumber: Magelang Ekspres

Baca juga: Mesin Penggiling Pakan Multifungsi Magelang: Karya Pemuda Mungkid dari Kebutuhan Sendiri

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *