Merti Gunung Tidar 2026 Digelar 6-8 November, 192 RW Bawa Tumpeng
Merti Gunung Tidar 2026 digelar pada 6-8 November 2026 di kawasan Gunung Tidar, dengan 192 RW se-Kota Magelang membawa tumpeng sebagai simbol gotong royong dan kebersamaan.
MAGELANG, KabarTidar. Merti Gunung Tidar 2026 akan digelar pada Jumat-Minggu, 6-8 November 2026, di kawasan Gunung Tidar, Kota Magelang. Sebanyak 192 rukun warga (RW) se-Kota Magelang direncanakan membawa tumpeng sebagai simbol gotong royong dan kebersamaan, dalam rangkaian tradisi yang bertujuan merawat Gunung Tidar sebagai warisan sejarah, budaya, spiritual, dan ekologis Kota Magelang.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan tradisi, tetapi menjadi bagian dari upaya merawat Gunung Tidar sebagai salah satu penanda identitas kota. Gunung yang berada di tengah Kota Magelang itu telah lama dikenal sebagai Paku Tanah Jawa dalam legenda masyarakat, sekaligus menjadi ruang hijau, tempat ziarah, dan tujuan wisata yang ramai dikunjungi peziarah, pelajar, dan wisatawan.
Rangkaian: Reresik, Ritual, Kirab, hingga Kembul Bujana
Rangkaian Merti Gunung Tidar 2026 mencakup reresik, ritual dan doa, kirab budaya, pagelaran kesenian, serta pembagian tumpeng dan kembul bujana. Reresik merupakan kegiatan membersihkan kawasan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan Gunung Tidar, sedangkan ritual dan doa menjadi ungkapan syukur dan permohonan keselamatan. Kirab budaya mengarak peserta dan simbol-simbol tradisi mengelilingi kawasan, lalu pagelaran kesenian menampilkan kekayaan seni masyarakat, sebelum rangkaian ditutup dengan pembagian tumpeng dan makan bersama atau kembul bujana.
Pembawaan tumpeng oleh 192 RW menjadi inti simbolik dari kegiatan ini. Setiap RW membawa tumpeng sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan warga se-Kota Magelang, sehingga Merti Gunung Tidar bukan sekadar pertunjukan, melainkan perayaan bersama yang melibatkan seluruh wilayah kota. Pembagian tumpeng dan kembul bujana pada penutup rangkaian menegaskan makna itu, karena makanan yang dibawa bersama kemudian dinikmati bersama pula.
Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota Magelang pada Rabu 16 September 2026, bersamaan dengan pengumuman rangkaian event Kota Magelang sepanjang September hingga November 2026. Dalam konferensi pers itu, Wali Kota menegaskan bahwa event yang menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar dapat menciptakan pergerakan ekonomi di berbagai sektor, sehingga tradisi seperti Merti Gunung Tidar juga dipandang sebagai penggerak aktivitas kota, bukan hanya kegiatan seremonial.
Bagian dari Empat Event Kota Magelang
Merti Gunung Tidar 2026 merupakan satu dari empat agenda yang disiapkan Pemerintah Kota Magelang untuk menggerakkan ekonomi dan kehidupan kota sepanjang September hingga November 2026. Rangkaian dimulai dengan Borobudur Indonesia Expo 2026 pada 17-20 September 2026 di Alun-Alun Kota Magelang, dilanjutkan Magelang Flower Festival 2026 pada 25 Oktober hingga 1 November 2026, kemudian Merti Gunung Tidar pada 6-8 November 2026, dan ditutup dengan Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Jawa Tengah Magelang Open Master Championship pada 13-15 November 2026 di Samapta Aquatic Stadium Kota Magelang, yang memperebutkan Piala Wali Kota Magelang dan ditargetkan diikuti 1.000 atlet dari klub-klub renang se-Jawa Tengah.
Penempatan Merti Gunung Tidar setelah Magelang Flower Festival memberi makna tersendiri. Setelah kemeriahan festival bunga yang mengangkat identitas Kota Magelang sebagai Tuin van Java atau kebunnya Pulau Jawa, suasana kota diarahkan kembali pada akar tradisi melalui Merti Gunung Tidar. Peralihan dari festival ke tradisi itu menunjukkan dua wajah Kota Magelang yang saling melengkapi, yaitu kota bunga yang meriah dan kota tradisi yang merawat warisan leluhur.
Perlu dibedakan, Merti Gunung Tidar pada November ini berbeda dengan Grebeg Suro Gunung Tidar yang digelar pada 14-15 Juni 2026 dengan tema Cakra Manggilingan. Keduanya berlangsung di kawasan yang sama, tetapi pada waktu dan momentum yang berbeda: Grebeg Suro berkaitan dengan malam 1 Suro, sedangkan Merti Gunung Tidar pada November ini merupakan agenda penutup rangkaian event kota sepanjang September hingga November 2026.
Rincian rangkaian di atas mengacu pada pengumuman Pemerintah Kota Magelang pada 16 September 2026. Hingga artikel ini ditulis, belum ditemukan pengumuman perubahan jadwal maupun perincian jam pelaksanaan per hari, sehingga warga yang berencana hadir disarankan memantau pengumuman resmi Pemerintah Kota Magelang menjelang 6 November 2026. KabarTidar akan memperbarui artikel ini begitu ada pengumuman terbaru mengenai jadwal dan rute kirab. Latar Gunung Tidar sebagai Paku Tanah Jawa pernah diulas KabarTidar dalam artikel Gunung Tidar, Paku Tanah Jawa dan legenda Bukit Tidar dan Kyai Semar. Rencana empat event kota, termasuk Merti Gunung Tidar, diberitakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kedu Pos pada September 2026.


