Senin, 2 November 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Olahraga » Kontingen Kota Magelang Raih 54 Medali di Porprov…
Olahraga

Kontingen Kota Magelang Raih 54 Medali di Porprov XVII Jateng

Kontingen Kota Magelang menutup Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan 54 medali dan peringkat 17 dari 35 kabupaten/kota, di bawah target awal 20-24 emas.

Oleh Intan Larasati Senin, 2 November 2026 · 12.36 WIB

MAGELANG, KabarTidar. Kontingen Kota Magelang menyelesaikan perjuangan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dengan memboyong 54 medali, terdiri dari 18 emas, 15 perak, dan 21 perunggu. Hasil ini menempatkan Kota Magelang di peringkat 17 dari 35 kabupaten dan kota peserta, sebuah capaian yang disyukuri kontingen meski target awal belum sepenuhnya tercapai.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang, Ali Sobri Sungkar, bersyukur atas capaian tersebut. Dalam siaran pers, ia menyebut ada tambahan empat emas dibanding Porprov 2023, meski target awal kontingen adalah 20-24 emas dan peringkat 12-14 besar. “Kami bersyukur ada tambahan empat emas dibanding Porprov 2023. Meski sebenarnya belum memenuhi target awal 20-24 emas dan peringkat 12-14 besar,” ujarnya.

Emas Balap Motor dan Barongsai Jadi Kejutan

Ia menjelaskan beberapa cabang olahraga unggulan gagal menyumbang emas akibat cedera atlet mendadak, seperti pada cabang renang dan tarung derajat. Cedera yang datang tiba-tiba itu menggagalkan prediksi medali dari cabang yang selama ini diandalkan, dan kontingen harus menutup kekurangannya dari cabang lain.

Kendati demikian, kejutan manis datang dari cabang lain, seperti balap motor yang kembali meraih emas setelah lama absen, serta barongsai kelas tradisional. “Saya tahu persis perjalanan atlet balap motor kita dan mereka memang berhak atas emas itu. Saya juga terkesima dengan barongsai yang meraih nilai sempurna,” tambah Ali. Emas balap motor itu sendiri pernah diberitakan KabarTidar dalam artikel Raihan Zaki dan emas Porprov Jateng 2026 Kota Magelang, yang mengangkat emas kelas Bebek STD 150cc perorangan di Sirkuit Mijen, Semarang, pada 26-27 Oktober 2026. Rekap kontingen ini menempatkan emas perorangan tersebut dalam gambaran yang lebih besar, yaitu 18 emas yang dikumpulkan seluruh kontingen Kota Magelang.

Perpaduan antara kegagalan unggulan dan kejutan dari cabang lain itu menjadi cerita utama kontingen Kota Magelang di Porprov XVII. Di satu sisi, cedera atlet menggerus perolehan dari cabang yang ditargetkan, tetapi di sisi lain, cabang yang tidak dijagokan justru tampil melampaui harapan. Barongsai kelas tradisional yang meraih nilai sempurna menjadi contoh paling jelas, karena nilai sempurna dalam nomor tradisional bukan hasil yang mudah diraih dan menunjukkan kesiapan teknis yang matang dari para atletnya.

Kota Magelang Tuan Rumah Porprov 2030

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengaku bangga atas kerja keras seluruh kontingen. Ia hadir langsung di penutupan Porprov XVII dan menyambut baik penunjukan Kota Magelang sebagai salah satu tuan rumah Porprov XVIII Jawa Tengah 2030 di Kedu Raya. “Saya hadir langsung di penutupan dan alhamdulillah kita meraih 18 emas. Ini prestasi yang patut disyukuri,” ucap Damar.

Penunjukan sebagai tuan rumah 2030 itu memberi makna tambahan bagi hasil tahun ini. Damar mengajak seluruh pihak mendukung penuh Porprov 2030 nanti, agar berdampak positif bagi ekonomi warga, dengan akomodasi yang penuh, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang laris, dan kesejahteraan yang meningkat. Menatap Porprov 2030 mendatang, hasil tahun ini menjadi acuan penting bagi Kota Magelang untuk mengejar target masuk peringkat 5 besar Jawa Tengah, melalui persiapan yang lebih matang dan dukungan fasilitas yang maksimal.

Target lima besar itu naik cukup jauh dari posisi tahun ini, yaitu peringkat 17, dan dari target awal tahun ini yang 12-14 besar. Kesenjangan antara peringkat 17 dan target lima besar menunjukkan pekerjaan yang harus dilakukan kontingen dalam empat tahun ke depan, mulai dari pembinaan atlet muda, pencegahan cedera pada cabang unggulan, hingga penyiapan fasilitas latihan yang memadai sebagai tuan rumah. Status tuan rumah sendiri memberi keuntungan sekaligus tekanan, karena kontingen tuan rumah biasanya diharapkan tampil lebih baik di hadapan publiknya sendiri, sementara kesiapan arena dan akomodasi menjadi sorotan tersendiri.

Rekap kontingen Kota Magelang ini diberitakan BorobudurNews pada 1 November 2026, berdasarkan siaran pers KONI Kota Magelang dan pernyataan Wali Kota Magelang di penutupan Porprov XVII. Dengan 54 medali dan peringkat 17 sebagai titik awal, perjalanan menuju lima besar pada 2030 sudah mempunyai patokan yang jelas: empat emas tambahan dibanding 2023 adalah kemajuan, tetapi masih dibutuhkan dua hingga enam emas lagi untuk mencapai target 20-24 emas yang dicanangkan tahun ini, apalagi target lima besar empat tahun mendatang.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *