Senin, 2 November 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Magelang Raya » Lapas Magelang Gandeng STTN Salatiga Gelar Sekolah Teologi…
Magelang Raya

Lapas Magelang Gandeng STTN Salatiga Gelar Sekolah Teologi bagi Warga Binaan Nasrani

Lapas Magelang bekerja sama dengan STTN Salatiga menggelar sekolah teologi bagi 41 warga binaan Nasrani pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan di dalam lapas.

Oleh Intan Larasati Senin, 26 Oktober 2026 · 22.23 WIB

MAGELANG, KabarTidar. Sekolah Teologi Lapas Magelang bagi warga binaan Nasrani digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, melalui kerja sama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Magelang dengan Sekolah Tinggi Teologi Nusantara (STTN) Salatiga. Kegiatan ini diikuti 41 warga binaan Nasrani yang telah disidangkan oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan.

Mekanisme pembelajarannya dilakukan dengan menghadirkan para pengajar dari STTN ke Lapas Magelang secara terjadwal. Para pengajar tersebut memberikan pembelajaran teologi kepada para warga binaan di dalam lapas, sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung tanpa warga binaan harus keluar dari lingkungan pembinaan.

Kepala Lapas Magelang, Agung Supriyanto, mengatakan sekolah teologi ini terlaksana berkat kerja sama dengan STTN Salatiga berdasarkan Perjanjian Kerja Sama yang telah ditandatangani beberapa waktu yang lalu. Kerja sama tersebut menjadi dasar bagi STTN untuk terlibat langsung dalam pembinaan keagamaan di Lapas Magelang.

“Kami terus berupaya memberikan pendidikan bagi para Warga Binaan, baik pendidikan kesetaraan maupun pendidikan keagamaan Islam maupun Nasrani untuk memberikan bekal pendidikan khususnya keagamaan kepada seluruh Warga Binaan selama menjalani pidana yang kelak akan berguna setelah menjalani pidananya,” terang Agung Supriyanto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan di dalam lapas tidak hanya mencakup pendidikan kesetaraan, tetapi juga pendidikan keagamaan bagi pemeluk Islam maupun Nasrani. Bekal pendidikan itu diharapkan berguna bagi warga binaan setelah mereka selesai menjalani pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Salah satu warga binaan, Chris, mengikuti sekolah teologi ini dengan khusyuk. Ia menyampaikan terima kasih kepada Lapas Magelang dan STTN atas pendidikan yang diberikan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Lapas Magelang dan STTN yang telah memberikan pendidikan ini. Dengan mengikuti sekolah teologi ini, makin menambah pengetahuan dan keimanan kami kepada Tuhan,” tutur Chris.

Sekolah Teologi Lapas Magelang Dukung Pembinaan Keagamaan

Kegiatan ini merupakan dukungan Lapas Magelang atas salah satu implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Kegiatan ini juga disebut sebagai capaian dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Tim Pengamat Pemasyarakatan sendiri merupakan tim di dalam lapas yang melakukan penilaian terhadap warga binaan. Dalam kegiatan ini, tim tersebut telah menyidangkan para warga binaan Nasrani yang kemudian menjadi peserta sekolah teologi. Penyaringan peserta menjadi bagian dari tata cara pembinaan agar kegiatan belajar berjalan tertib dan tepat sasaran.

Di Magelang, pendidikan keagamaan juga berjalan melalui berbagai lembaga di luar lapas. Salah satunya adalah pondok pesantren yang menjadi tempat pendidikan Islam bagi para santri, sebagaimana diberitakan KabarTidar dalam artikel pondok pesantren di Magelang. Selain itu, pendidikan agama tingkat dasar juga berlangsung melalui madrasah diniyah dan TPQ di Magelang yang tersebar di berbagai wilayah.

KabarTidar merujuk pada rilis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai kegiatan ini, yang dapat dibaca selengkapnya melalui tautan resmi Ditjenpas. Rilis tersebut mencatat kegiatan sekolah teologi dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dengan 41 peserta dari kalangan warga binaan Nasrani.

Dalam sistem pemasyarakatan, pembinaan warga binaan umumnya mencakup pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pendidikan keagamaan termasuk dalam pembinaan kepribadian, karena menyangkut nilai, sikap, dan keimanan warga binaan selama menjalani pidana. Sekolah teologi yang digelar Lapas Magelang bersama STTN Salatiga berada dalam kerangka pembinaan tersebut.

STTN Salatiga merupakan perguruan tinggi teologi yang berkedudukan di Salatiga. Kehadiran para pengajarnya secara terjadwal ke Lapas Magelang memungkinkan pembelajaran berlangsung rutin, bukan sekadar kegiatan sesaat. Pola terjadwal ini juga memudahkan lapas dalam mengatur peserta yang telah disidangkan Tim Pengamat Pemasyarakatan.

Bagi warga binaan, pengetahuan dan keimanan yang diperoleh selama mengikuti sekolah teologi diharapkan menjadi bekal setelah mereka bebas. Kepala Lapas Magelang menegaskan bekal pendidikan keagamaan itu kelak akan berguna setelah warga binaan menjalani pidananya. Dengan bekal tersebut, warga binaan diharapkan kembali ke masyarakat dengan pegangan nilai yang lebih kuat.

Dengan adanya sekolah teologi ini, Lapas Magelang menambah satu bentuk pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Pendidikan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan di dalam lapas semata, melainkan menjadi bekal yang dibawa warga binaan ketika kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *