Senin, 2 November 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Peristiwa » Kecelakaan Beruntun di Salam, Dua Truk dan Toyota…
Peristiwa

Kecelakaan Beruntun di Salam, Dua Truk dan Toyota Raize Terlibat

Kecelakaan beruntun di Jalan Magelang-Yogyakarta, Dusun Jagang Lor, Desa Salam, pada Rabu malam 28 Oktober 2026 melibatkan dua truk dan satu Toyota Raize, dengan satu pengemudi luka patah kaki kiri dan kerugian materiil diperkirakan Rp2 juta.

Oleh Intan Larasati Kamis, 29 Oktober 2026 · 07.17 WIB
Ilustrasi marka putar balik di jalan raya kecelakaan beruntun Salam Magelang
Ilustrasi marka putar balik di jalan raya. (Ilustrasi: KabarTidar)

MAGELANG, KabarTidar. Kecelakaan beruntun di Salam Magelang melibatkan dua truk dan satu mobil Toyota Raize di Jalan Magelang-Yogyakarta, Dusun Jagang Lor, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Satu pengemudi mengalami luka patah kaki kiri dan dilarikan ke rumah sakit, sementara tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Tiga kendaraan yang terlibat adalah truk Toyota Dyna bernomor polisi AA 9336 DE yang dikemudikan M.T. (42), warga Kricaan, Salam; truk boks Hino bernomor polisi AB 8809 Y yang dikemudikan D.H.P. (24), warga Sidorejo, Lendah; serta mobil Toyota Raize bernomor polisi AB 1132 NR. Identitas pengemudi Raize tidak disebutkan dalam laporan yang diterima redaksi.

Kronologi kejadian bermula ketika truk Dyna melaju dari arah Magelang menuju Yogyakarta dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi kejadian, truk tersebut berputar balik melalui titik putar balik yang tersedia di jalan tersebut. Pada saat bersamaan, truk boks Hino yang melaju dari arah Magelang menabrak bagian belakang Dyna, sehingga Dyna terdorong ke depan. Di saat yang sama pula, Toyota Raize yang datang dari arah Yogyakarta ikut menabrak Dyna, sehingga terjadilah tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan.

Keterangan tersebut dikonfirmasi Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Magelang (Kanit Gakkum Satlantas Polresta Magelang), Iptu Ricky S. Hartono, S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa kecelakaan itu melibatkan kendaraan dari dua arah yang berbeda di jalur utama Magelang-Yogyakarta, dan manuver putar balik yang dilakukan salah satu kendaraan menjadi bagian penting dalam kronologi yang dicatat dalam laporan polisi, seperti diberitakan BorobudurNews.

Satu Pengemudi Luka, Dibawa ke RSUD Muntilan

Pengemudi truk boks Hino, D.H.P. (24), mengalami patah kaki kiri akibat benturan tersebut. Korban kemudian dibawa ke RSUD Muntilan untuk mendapatkan perawatan medis. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kecelakaan ini, dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Satlantas Polresta Magelang menangani kejadian ini dengan mendata kendaraan yang terlibat, korban, serta kerugian materiil yang timbul akibat kecelakaan. Pendataan itu menjadi dasar penanganan lebih lanjut, termasuk penentuan tanggung jawab atas kejadian di jalur utama tersebut.

Kecelakaan yang melibatkan truk di jalur Magelang bukan pertama kali ditangani Satlantas. Sebelumnya, sebuah truk tanah urug terguling di Muntilan di kawasan Bambu Runcing, juga di jalur yang sibuk dilalui kendaraan berat. Rangkaian kejadian itu menjadi pengingat bahwa jalur Magelang-Yogyakarta menuntut kewaspadaan ekstra, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas dan arus kendaraan dari dua arah bertemu di titik-titik putar balik.

Imbauan: Perhatikan Arus Sebelum Putar Balik

Dari kecelakaan di Salam ini, muncul imbauan keselamatan bagi pengguna jalan, khususnya di jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Magelang dengan wilayah Yogyakarta. Pengendara diminta selalu memperhatikan kondisi lalu lintas sebelum melakukan putar balik, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta mengantisipasi pergerakan kendaraan lain.

Imbauan itu relevan dengan kronologi kejadian, di mana putar balik dilakukan pada saat kendaraan dari arah yang sama melaju di belakang dan kendaraan dari arah berlawanan datang bersamaan. Pada jalan dua arah yang ramai seperti Jalan Magelang-Yogyakarta, satu manuver yang tidak diantisipasi dengan baik dapat berujung pada tabrakan yang melibatkan lebih dari dua kendaraan, seperti yang terjadi di Dusun Jagang Lor pada Rabu malam itu.

Bagi pengendara yang melintasi Salam pada malam hari, kewaspadaan di titik putar balik menjadi kunci. Pastikan arus dari kedua arah benar-benar aman, beri isyarat dengan jelas, dan jangan memaksakan putar balik ketika kendaraan di belakang melaju dengan jarak yang rapat. Langkah sederhana itu dapat mencegah tabrakan beruntun yang merugikan pengemudi, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya.

Kecamatan Salam sendiri dilalui jalur utama Magelang-Yogyakarta yang setiap hari dipadati kendaraan pribadi, angkutan barang, dan bus antarkota. Kepadatan itu membuat titik putar balik di sepanjang jalur menjadi area yang rawan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas dan kecepatan kendaraan sulit diperkirakan dari kejauhan.

Penanganan kecelakaan beruntun di Salam masih berjalan di tangan Satlantas Polresta Magelang. Perkembangan lebih lanjut, termasuk hasil pendataan kendaraan dan korban, akan mengikuti proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

2 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *