228 Pelajar Kota Magelang Kampanyekan Gemarikan 2026 untuk Cegah Stunting
Sebanyak 228 siswa dari 76 SD dan MI se-Kota Magelang mengikuti Gemarikan 2026 di Alun-alun Kota Magelang, dengan pesan utama bahwa protein ikan dan omega-3 penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

MAGELANG, KabarTidar. Sebanyak 228 siswa dari 76 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Magelang mengikuti kampanye Gemarikan 2026 di Alun-alun Kota Magelang pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan ini digelar Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) sebagai Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2026, dengan tujuan membiasakan anak makan ikan sejak dini untuk mencegah stunting.
Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso, menegaskan bahwa pembiasaan konsumsi ikan sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan fisik dan mengoptimalkan perkembangan otak anak. Menurutnya, kandungan protein tinggi dan omega-3 pada ikan merupakan nutrisi esensial selama masa tumbuh kembang, sehingga kebiasaan makan ikan perlu ditanamkan sejak anak masih di bangku sekolah dasar.
“Anak-anak harus gemar makan ikan karena kandungan protein dan omega-3 sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan otak mereka,” ujar Sri Harso di sela-sela kegiatan.
Pesan itu menjadi benang merah kampanye ini. Ikan tidak diposisikan sebagai lauk pelengkap yang sesekali hadir di meja makan, melainkan sebagai pangan bergizi yang perlu menjadi kebiasaan. Dengan membiasakan anak makan ikan sejak dini, pemerintah kota berharap kebiasaan itu terbawa hingga dewasa, ketika pilihan makanan semakin beragam dan godaan pangan rendah gizi semakin banyak.
Konsumsi Ikan yang Belum Optimal
Kepala Disperpa Kota Magelang, Agus Dwi Windarto, menjelaskan bahwa tingkat konsumsi ikan di masyarakat kerap belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh maraknya produk pangan modern serta masih kurangnya pemahaman mengenai keanekaragaman olahan ikan, sehingga ikan sering kalah bersaing dengan makanan lain yang lebih akrab di lidah anak.
Melalui Gemarikan 2026, pihaknya berupaya memberikan edukasi praktis kepada siswa dan guru mengenai manfaat gizi ikan sekaligus beragam cara mengolahnya menjadi menu yang menarik dan sehat. Edukasi semacam ini penting karena persoalannya bukan hanya soal tahu bahwa ikan bergizi, melainkan juga soal tahu cara menyajikannya agar anak mau memakannya dengan senang hati.
“Pengenalan ikan sejak dini perlu dilakukan agar anak-anak terbiasa mengonsumsi pangan bergizi di tengah beragam pilihan makanan yang tersedia saat ini,” ungkap Agus.
Pernyataan Agus itu menyentuh persoalan yang dihadapi banyak orang tua, yaitu anak yang lebih memilih makanan modern yang praktis dan rasanya sudah dikenal. Dengan mengenalkan beragam olahan ikan sejak dini, anak mendapat pengalaman rasa yang lebih luas, dan guru mendapat bekal untuk meneruskan edukasi itu di sekolah setelah kampanye selesai.
Kampanye Dikemas Interaktif
Untuk menarik antusiasme peserta, Gemarikan 2026 dikemas secara interaktif melalui serangkaian agenda utama, mulai dari edukasi dan sosialisasi perikanan, kampanye makan ikan bersama, hingga gerak dan lagu Gemarikan. Format seperti ini membuat pesan gizi tidak hanya disampaikan lewat ceramah, tetapi juga lewat pengalaman langsung yang mudah diingat anak.
Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Forikan Kota Magelang Nanik Yuniati Damar, Ahli Gizi Persagi Sri Supeni, serta pendongeng Kak Damar yang memberikan edukasi dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak. Kehadiran pendongeng menunjukkan bahwa panitia memahami audiensnya, yaitu anak sekolah dasar yang lebih mudah menerima pesan lewat cerita dan permainan daripada lewat paparan formal.
Dengan melibatkan 228 siswa dari 76 sekolah, kampanye ini juga menjangkau banyak ruang kelas sekaligus. Setiap siswa yang pulang membawa pengalaman makan ikan bersama berpotensi menjadi pembawa pesan di rumahnya, sehingga kampanye yang digelar sehari di alun-alun bisa berlanjut menjadi percakapan di meja makan keluarga.
Bagian dari Strategi Jangka Panjang
Lebih lanjut, gelaran ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi anak, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Magelang dalam memperbaiki gizi masyarakat serta mendukung percepatan penurunan angka stunting. Artinya, Gemarikan 2026 diposisikan sebagai satu mata rantai dalam upaya yang lebih besar, bukan sebagai acara tunggal yang berdiri sendiri.
Upaya gizi anak sekolah di Magelang juga berjalan lewat jalur lain, seperti program makan bergizi gratis di sekolah, yang menyasar kebutuhan gizi harian siswa. Bila kedua jalur itu berjalan beriringan, pesan tentang pangan bergizi tidak hanya datang dari satu kegiatan, melainkan dari lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Yang perlu diperhatikan setelah kampanye adalah kelanjutannya di rumah dan di sekolah. Pengenalan ikan sejak dini hanya akan menjadi kebiasaan bila orang tua menyajikan ikan di rumah dan guru terus mengingatkan manfaatnya di kelas. Tanpa kelanjutan itu, pesan yang disampaikan di alun-alun berisiko berhenti sebagai pengalaman sehari yang menyenangkan, tanpa mengubah pola makan anak dalam jangka panjang.
Gemarikan 2026 di Kota Magelang pada akhirnya menyampaikan pesan yang sederhana, yaitu ikan adalah pangan bergizi yang penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, dan kebiasaan memakannya perlu dibangun sejak dini. Dengan 228 siswa dari 76 sekolah yang ikut serta, pesan itu kini memiliki banyak pembawa, dari ruang kelas hingga meja makan keluarga.



1 Komentar