Caring For Nation 7 di Magelang: Alumni 6 Perguruan Tinggi Tanam 1.000 Pohon
Ganidar menjadi tuan rumah CFN ke-7 dengan penanaman di tiga lokasi: Taman Kehati Bhinneka Sidotopo, Kampung Seni Borobudur, dan Desa Keningar lereng Merapi.

Keluarga Alumni Universitas Tidar (Ganidar) menjadi tuan rumah Caring For Nation 7 yang menyelenggarakan penanaman 1.000 pohon di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. Salah satu lokasi penanaman berada di Taman Keragaman Hayati (Kehati) “Bhinneka”, di kompleks Gedung Rektorat Kampus Sidotopo, pada Sabtu (24/10).
Kegiatan Caring For Nation 7 diselenggarakan selama dua hari, pada 24–25 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di Komplek Rektorat Sidotopo, Untidar. CFN merupakan program dan kegiatan sosial yang kali ini diselenggarakan oleh enam ikatan alumni, yaitu Ganidar, KAGAMA, IKA UNS, KAUNSOED, IKA UNDIP, dan IKA UNNES. Kehadiran enam ikatan alumni dari berbagai perguruan tinggi tersebut menjadi penanda bahwa kegiatan ini tidak hanya menghimpun alumni Untidar saja, tetapi juga merangkul kolaborasi lintas kampus.
Turut hadir Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, M.Kes., Sp.S., yang menyampaikan dukungan dan harapan agar kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi selanjutnya. “Semoga dengan penanaman pohon ini dapat bermanfaat untuk kita dan anak-anak kita semua,” tegasnya.
Senada dengan Wakil Wali Kota Magelang, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., memberikan apresiasi atas inisiatif Ganidar yang tidak hanya menghimpun alumni Untidar saja, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan ikatan alumni perguruan tinggi lainnya. Kegiatan ini disebut sebagai simbol cinta dan persahabatan.
Tiga lokasi penanaman Caring For Nation 7
Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, CFN ke 7 menyelenggarakan penanaman pohon di tiga lokasi. Lokasi pertama adalah Taman Bhineka Kampus Sidotopo, Untidar, dengan penanaman jenis pohon herbal. Lokasi ini sekaligus menjadi pusat kegiatan, berada di kompleks Gedung Rektorat tempat para alumni berkumpul sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
Lokasi kedua adalah Kampung Seni Borobudur (KSB), dengan penanaman sebanyak 12 pohon Bodhi. Kampung Seni Borobudur merupakan kawasan seni dan budaya di sekitar Candi Borobudur yang selama ini menjadi ruang pertemuan seniman, pelaku budaya, dan wisatawan. KabarTidar sebelumnya mengulas panduan mengunjungi Candi Borobudur, termasuk kawasan di sekitarnya yang menjadi penopang kehidupan budaya dan pariwisata.
Lokasi ketiga adalah Desa Keningar di lereng Gunung Merapi, dengan penanaman sebanyak 1.000 bibit pohon. Penanaman di lereng Merapi memiliki makna tersendiri, karena kawasan tersebut merupakan daerah yang rawan bencana sekaligus kawasan yang terus ditanami kembali sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan. KabarTidar sebelumnya memberitakan aktivitas Merapi pada 25 Oktober 2026 yang masih berada pada Level III (Siaga), sehingga kegiatan penghijauan di lereng gunung tersebut juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kawasan penyangga.
Terdapat variasi jenis bibit pohon yang disiapkan dalam kegiatan ini, seperti Trembesi, Sengon, Balsa, Duwet, Jambu Biji, Kaliandra, Salam, Pronojiwo, Akasia, Mundung, Wuni, dan Bodhi. Keragaman jenis tersebut menunjukkan bahwa penanaman tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga memperhatikan kecocokan jenis pohon dengan kondisi masing-masing lokasi, mulai dari halaman kampus, kawasan seni, hingga lereng gunung.
Pesan Wakil Wali Kota dan Rektor Untidar
Dalam sambutannya, Rektor Untidar menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon memiliki makna yang melampaui sekadar menanam bibit. “Kegiatan ini cukup menarik dengan penanaman pohon yang kalau saya katakan itu menanam cinta, menanam persahabatan, dan menanam harapan. Tentu saja penanaman ini dalam suatu posisi yang cukup bermakna seperti di kampus, Borobudur dengan nilai tersendiri, dan alam terbuka yang menunjukkan peduli terhadap alam yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan dukungan Wakil Wali Kota Magelang, yang menekankan manfaat penanaman pohon bagi masyarakat dan anak-anak di masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi ruang untuk kembali berkumpul sekaligus memberi kontribusi nyata bagi daerah tempat mereka pernah belajar dan kini mengabdi.
Rangkaian Caring For Nation 7 selama dua hari
Setelah kegiatan penanaman pohon pada pagi hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan malam kebersamaan (Gala Dinner) yang dilaksanakan di Lobi Gedung Rektorat pada malam hari. Keesokan harinya, agenda dilanjutkan dengan jalan sehat (fun walk) dan Temu Alumni Akbar.
Rangkaian dua hari tersebut menunjukkan bahwa Caring For Nation 7 dirancang bukan hanya sebagai aksi tanam pohon satu hari, tetapi sebagai pertemuan alumni yang utuh: bekerja bersama di lapangan pada pagi hari, merayakan kebersamaan pada malam hari, dan menutupnya dengan jalan sehat serta temu akbar keesokan harinya. Melalui semangat tersebut, Ganidar berharap pengalaman selama CFN ke 7 dapat menjadi bekal bagi para alumni untuk terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan dan persahabatan lintas kampus.
Informasi resmi mengenai kegiatan ini dapat dibaca di halaman berita Universitas Tidar.


