Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Awet dan Aman
Kulkas bukan penyimpanan tanpa batas waktu. Pegang tiga patokan ini: suhu 4 derajat ke bawah, wadah kedap udara, dan batas hari yang ditaati untuk tiap jenis makanan.

MAGELANG, KabarTidar. Cara menyimpan makanan di kulkas yang benar dimulai dari tiga hal sederhana, yaitu suhu yang tepat, wadah yang tepat, dan batas waktu yang ditaati. Kulkas bukan tempat penyimpanan tanpa batas waktu, dan dingin saja tidak cukup untuk membuat makanan aman selamanya. Makanan yang disimpan pada suhu yang salah, dalam wadah yang terbuka, atau terlalu lama tetap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, meskipun tampilannya masih terlihat baik dan baunya masih terasa normal. Panduan ini menjelaskan suhu yang benar, wadah yang tepat, dan berapa lama tiap jenis makanan bertahan, dengan seluruh angka durasi merujuk pada bagan penyimpanan makanan dingin FoodSafety.gov, layanan keamanan pangan pemerintah Amerika Serikat yang menghimpun panduan USDA dan FDA.
Prinsip pertama yang wajib dipegang adalah suhu. FoodSafety.gov menetapkan bahwa lemari pendingin harus berada pada suhu 40 derajat Fahrenheit atau 4 derajat Celsius ke bawah, sedangkan pembeku atau freezer harus berada pada suhu 0 derajat Fahrenheit atau minus 18 derajat Celsius ke bawah. Angka ini bukan sekadar anjuran, melainkan batas yang dipakai dalam bagan penyimpanan makanan dingin mereka, dan seluruh batas waktu dalam bagan itu hanya berlaku apabila makanan disimpan terus-menerus pada suhu tersebut. Kulkas yang suhunya di atas 4 derajat Celsius membuat bakteri berkembang lebih cepat, sehingga batas waktu yang tercantum dalam panduan tidak lagi dapat dipegang.
Prinsip kedua adalah zona bahaya suhu. USDA, dalam panduan konsumennya, menetapkan zona bahaya pada rentang 40 derajat Fahrenheit hingga 140 derajat Fahrenheit, atau sekitar 4 derajat Celsius hingga 60 derajat Celsius, yaitu rentang suhu tempat bakteri berkembang biak dengan cepat. Makanan yang mudah rusak tidak boleh dibiarkan berada dalam zona bahaya lebih dari dua jam, dan batas itu menyusut menjadi satu jam apabila suhu udara di atas 90 derajat Fahrenheit atau sekitar 32 derajat Celsius, misalnya pada siang yang sangat panas atau ketika makanan dibawa dalam perjalanan tanpa pendingin. Aturan dua jam ini adalah alasan mengapa sisa makanan sebaiknya segera dimasukkan ke kulkas setelah makan, bukan dibiarkan di meja hingga malam hari.
Prinsip ketiga adalah bahwa dingin memperlambat, bukan menghentikan, pertumbuhan bakteri. FoodSafety.gov menegaskan bahwa batas waktu yang singkat untuk makanan yang didinginkan di rumah bertujuan mencegah makanan rusak atau menjadi berbahaya untuk dimakan, dan pedoman penyimpanan pada freezer hanya menyangkut kualitas, karena makanan beku yang disimpan terus-menerus pada suhu minus 18 derajat Celsius ke bawah dapat disimpan tanpa batas waktu dari sisi keamanan, meskipun rasa dan teksturnya akan menurun seiring waktu. Dengan kata lain, makanan beku tidak menjadi beracun hanya karena sudah lama, tetapi makanan dingin di kulkas tetap memiliki batas hari yang harus ditaati. Perbedaan ini penting, karena banyak orang menyamakan kulkas dan freezer, padahal keduanya memiliki aturan yang sangat berbeda.
Prinsip keempat adalah keraguan harus dijawab dengan membuang, bukan dengan mencicipi. Bakteri penyebab penyakit bawaan makanan tidak selalu dapat dilihat, dicium, atau dirasakan, sehingga makanan yang terlihat dan berbau normal belum tentu aman. Penyuluhan keamanan pangan dari universitas dan lembaga pangan menekankan pepatah yang sama, yaitu ketika ragu, buanglah. Prinsip ini terasa boros, tetapi jauh lebih murah daripada biaya berobat akibat keracunan makanan, dan jauh lebih aman daripada mengandalkan indra yang tidak dapat mendeteksi bakteri berbahaya.
Cara Menyimpan Makanan di Kulkas: Prinsip Dasar yang Wajib Dipegang
Cara menyimpan makanan di kulkas yang baik selalu dimulai sebelum makanan masuk ke kulkas. Cucilah tangan sebelum menangani makanan, gunakan peralatan yang bersih, dan pisahkan makanan mentah dari makanan matang sejak awal. Daging mentah, unggas mentah, dan ikan mentah dapat meneteskan cairan yang mengandung bakteri ke makanan lain, sehingga ketiganya wajib disimpan terpisah dari makanan yang sudah matang atau makanan yang langsung dimakan, seperti buah potong dan lauk yang sudah dingin. Pemisahan ini bukan sekadar kerapian, melainkan penghalang utama terhadap kontaminasi silang di dalam kulkas.
Aturan penempatan di dalam kulkas juga mengikuti logika yang sama. Daging mentah sebaiknya diletakkan di rak paling bawah, di dalam wadah yang dapat menampung tetesan, sehingga cairannya tidak dapat menetes ke makanan di bawahnya. Makanan yang sudah matang dan siap makan sebaiknya diletakkan di rak atas, jauh dari bahan mentah. Telur sebaiknya disimpan dalam wadahnya di rak dalam kulkas, bukan di rak pintu, karena suhu di pintu paling sering berubah setiap kali pintu dibuka dan ditutup. Susu dan produk susu yang mudah rusak juga sebaiknya tidak disimpan di pintu, melainkan di bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil.
Jangan memenuhi kulkas hingga udara tidak dapat bersirkulasi. Udara dingin harus dapat mengalir di antara wadah agar seluruh bagian kulkas mencapai suhu yang merata. Kulkas yang terlalu penuh akan memiliki sudut-sudut yang lebih hangat, dan makanan di sudut itu akan lebih cepat rusak meskipun pengatur suhu menunjukkan angka yang benar. Sebaliknya, kulkas yang hampir kosong juga dapat mengalami fluktuasi suhu yang lebih besar, sehingga menjaga kulkas terisi secara wajar, dengan ruang di antara wadah, adalah kondisi yang paling baik.
Gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhu yang sebenarnya. Pengatur suhu pada kulkas menunjukkan setelan, bukan suhu yang terukur di dalam ruang penyimpanan, dan suhu itu dapat berbeda karena usia kulkas, frekuensi buka tutup pintu, dan suhu ruangan. Termometer kulkas yang murah dapat diletakkan di rak tengah dan diperiksa secara berkala, dan apabila suhunya di atas 4 derajat Celsius, maka setelan kulkas perlu diturunkan hingga suhu terukur kembali berada pada batas yang aman. Kebiasaan memeriksa termometer ini jauh lebih dapat diandalkan daripada mengandalkan rasa dingin ketika tangan menyentuh dinding kulkas.
Dinginkan makanan panas dengan cara yang benar sebelum menyimpannya. Makanan yang baru dimasak sebaiknya dibagi ke dalam wadah dangkal dan porsi kecil agar cepat dingin, lalu dimasukkan ke kulkas dalam waktu dua jam setelah dimasak. Membagi makanan ke dalam beberapa wadah kecil jauh lebih efektif daripada menyimpan satu panci besar yang bagian tengahnya tetap panas selama berjam-jam, karena bagian tengah yang lama mendingin adalah tempat bakteri berkembang paling cepat. Wadah sebaiknya dibiarkan tidak tertutup rapat selama proses pendinginan awal apabila perlu, lalu ditutup rapat setelah makanan cukup dingin, agar uap tidak terperangkap dan menetes kembali ke makanan.
Suhu yang Benar untuk Kulkas dan Freezer
Suhu kulkas yang benar adalah 4 derajat Celsius ke bawah, dan suhu freezer yang benar adalah minus 18 derajat Celsius ke bawah, sesuai bagan FoodSafety.gov. Kedua angka ini harus diingat sebagai satu paket, karena banyak rumah tangga yang hanya memperhatikan kulkas dan mengabaikan freezer, atau sebaliknya. Freezer yang suhunya di atas minus 18 derajat Celsius memang masih membekukan makanan, tetapi tidak menjamin kualitas penyimpanan jangka panjang yang tercantum dalam bagan, dan makanan beku dapat mengalami perubahan rasa dan tekstur lebih cepat.
Perbedaan suhu antar bagian kulkas juga perlu dipahami. Bagian belakang rak bawah biasanya paling dingin, sedangkan rak pintu paling hangat dan paling sering berubah suhunya. Oleh karena itu, bahan yang paling mudah rusak, seperti daging mentah, ikan mentah, dan susu, sebaiknya diletakkan di bagian dalam yang dingin, bukan di pintu. Saus, selai, dan minuman yang lebih tahan terhadap perubahan suhu dapat diletakkan di pintu, karena fluktuasi suhu di sana tidak terlalu berpengaruh pada keamanannya. Pemahaman sederhana ini membantu setiap anggota keluarga meletakkan belanjaan pada tempat yang tepat tanpa harus menghafal bagan yang rumit.
Ketika listrik padam, kulkas yang pintunya tetap tertutup masih dapat mempertahankan suhu dingin selama beberapa jam, tetapi waktu pastinya bergantung pada seberapa penuh kulkas itu dan seberapa sering pintu dibuka. Prinsip yang berlaku adalah jangan membuka pintu selama listrik padam kecuali benar-benar perlu, dan setelah listrik menyala kembali, periksa suhu kulkas serta kondisi makanan yang mudah rusak. Makanan yang mudah rusak dan sudah berada di atas suhu dingin selama lebih dari dua jam sebaiknya dibuang, karena tidak ada cara yang dapat diandalkan untuk memastikan keamanannya hanya dari penampilan. Apabila keracunan makanan sudah terjadi, langkah pertolongan yang tepat perlu diketahui, dan pembaca dapat mempelajari langkah itu melalui artikel KabarTidar tentang pertolongan pertama keracunan makanan.
Suhu juga menentukan cara mencairkan makanan beku. Cara yang paling aman adalah memindahkan makanan beku ke kulkas dan membiarkannya mencair perlahan pada suhu dingin, karena makanan tetap berada di luar zona bahaya selama proses itu. Mencairkan makanan di atas meja dapur pada suhu ruangan adalah cara yang paling berisiko, karena permukaan makanan dapat mencapai zona bahaya sementara bagian dalamnya masih beku. Cara lain yang aman adalah mencairkan di bawah air mengalir yang dingin atau dengan microwave, dengan catatan makanan yang dicairkan dengan microwave harus segera dimasak, karena sebagian bagiannya dapat mulai hangat selama proses pencairan.
Setelah dicairkan di kulkas, daging mentah tetap tunduk pada batas waktu penyimpanannya di kulkas, yaitu satu hingga dua hari untuk daging giling dan unggas, serta tiga hingga lima hari untuk potongan daging utuh, sesuai bagan FoodSafety.gov. Artinya, mencairkan bukan berarti memperpanjang umur simpan tanpa batas, melainkan memindahkan makanan dari penyimpanan beku ke penyimpanan dingin yang memiliki batas harinya sendiri. Makanan yang sudah dicairkan sebaiknya tidak dibekukan kembali dalam keadaan mentah, kecuali setelah dimasak terlebih dahulu, karena setiap siklus cair dan beku memberi kesempatan tambahan bagi bakteri untuk berkembang dan menurunkan kualitas makanan.
Wadah yang Tepat untuk Menyimpan Makanan
Wadah yang tepat adalah wadah yang bersih, kedap udara, dan sesuai dengan jenis makanannya. Wadah kedap udara mencegah makanan menyerap bau dari makanan lain, mencegah cairan menetes ke rak di bawahnya, dan memperlambat pengeringan permukaan makanan. Wadah kaca dengan tutup yang rapat sangat baik untuk sisa makanan, karena tidak menyerap bau dan mudah dibersihkan, sedangkan wadah plastik yang berlabel aman untuk makanan juga dapat dipakai, asalkan tutupnya masih rapat dan wadahnya tidak retak atau berubah warna. Wadah yang tutupnya sudah longgar sebaiknya diganti, karena celah kecil pada tutup sudah cukup untuk membiarkan udara dan bakteri masuk.
Ukuran wadah harus disesuaikan dengan jumlah makanan. Wadah yang terlalu besar untuk porsi yang kecil membuat makanan terpapar udara lebih banyak dan mendingin lebih lambat, sedangkan wadah yang pas membuat makanan cepat dingin dan mudah ditumpuk dengan rapi. Untuk sup, semur, dan makanan berkuah, wadah dangkal dan lebar jauh lebih baik daripada wadah tinggi dan sempit, karena permukaan yang luas mempercepat pendinginan. Untuk bekal dan sisa makanan harian, wadah porsi sekali makan memudahkan pengambilan tanpa harus membuka dan menutup wadah besar berulang kali, yang setiap kali membuka memberi kesempatan udara hangat masuk.
Setiap wadah sebaiknya diberi label berisi nama makanan dan tanggal penyimpanannya. Label tanggal adalah alat yang paling sederhana sekaligus paling efektif untuk menegakkan batas waktu, karena ingatan manusia tidak dapat diandalkan untuk mengingat kapan tepatnya setiap wadah masuk ke kulkas. Gunakan spidol yang dapat dihapus atau selotip kertas yang mudah dilepas, dan terapkan prinsip yang dipakai di dapur profesional, yaitu yang masuk lebih dulu dipakai lebih dulu. Dengan prinsip ini, wadah yang paling lama tidak akan tertimbun di belakang wadah yang baru, dan tidak ada makanan yang terlupakan hingga melewati batas amannya.
Bahan mentah dan bahan matang wajib menggunakan wadah yang berbeda, dan wadah bekas bahan mentah tidak boleh dipakai untuk makanan matang tanpa dicuci bersih terlebih dahulu dengan sabun dan air panas. Aturan ini berlaku juga untuk talenan dan pisau, tetapi di dalam kulkas, wadah adalah garis pertahanan terakhir. Cairan daging mentah yang menetes ke dalam wadah makanan matang adalah salah satu penyebab kontaminasi silang yang paling sering terjadi di dapur rumah tangga, dan pencegahan yang paling sederhana adalah menempatkan bahan mentah di rak bawah dalam wadah tertutup yang dapat menampung tetesan.
Untuk penyimpanan di freezer, wadah harus tahan beku dan benar-benar tertutup rapat, atau makanan harus dibungkus dengan pembungkus khusus freezer yang ditekan hingga udaranya keluar sebanyak mungkin. Udara yang terperangkap di dalam kemasan menyebabkan luka beku pada permukaan makanan, yaitu bercak kering dan perubahan warna yang merusak rasa dan tekstur, meskipun makanan itu tetap aman dimakan. Membagi makanan beku ke dalam porsi sekali masak juga menghemat waktu, karena porsi kecil mencair lebih cepat dan tidak mengharuskan seluruh stok dicairkan hanya untuk satu kali masak.
Kemasan asli dari toko tidak selalu cocok untuk penyimpanan lanjutan. Daging mentah yang dibeli dalam kemasan toko sebaiknya dipindahkan ke wadah tertutup atau dibungkus ulang dengan rapat apabila tidak segera dimasak, karena kemasan toko sering kali tidak kedap udara dan mudah bocor. Susu dan produk susu sebaiknya tetap dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat, dan setelah dibuka, tanggal kedaluwarsa pada kemasan tidak lagi berlaku penuh, sehingga label tanggal pembukaan menjadi patokan yang lebih jujur. Saus dan selai yang sudah dibuka sebaiknya disimpan dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat di kulkas, dan sendok yang dipakai untuk mengambilnya harus bersih dan kering.
Berapa Lama Tiap Jenis Makanan Bertahan di Kulkas dan Freezer
Bagian ini memuat angka-angka yang seluruhnya merujuk pada bagan penyimpanan makanan dingin FoodSafety.gov, yang dapat diperiksa langsung melalui bagan penyimpanan makanan dingin FoodSafety.gov. Angka untuk kulkas berlaku pada suhu 4 derajat Celsius ke bawah, angka untuk freezer berlaku pada suhu minus 18 derajat Celsius ke bawah, dan angka freezer menyangkut kualitas, bukan keamanan, karena makanan beku yang disimpan terus-menerus pada suhu itu dapat disimpan tanpa batas waktu dari sisi keamanan. Apabila suhu kulkas tidak memenuhi batas itu, maka angka-angka berikut tidak dapat dipegang.
Sisa makanan matang adalah kelompok yang paling sering disimpan dan paling sering dilupakan. Daging matang atau unggas matang yang tersisa bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan dua hingga enam bulan di freezer. Sisa masakan lain dan hidangan panggang bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan tiga hingga empat bulan di freezer. Sup dan semur yang mengandung sayuran atau daging bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan dua hingga tiga bulan di freezer. Pizza bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer. Nugget ayam atau patty ayam bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan satu hingga tiga bulan di freezer. Aturan tiga hingga empat hari ini adalah aturan yang paling penting untuk diingat di dapur rumah tangga, karena hampir semua sisa makanan matang tunduk pada aturan itu.
Salad yang dibuat dari telur, ayam, ham, tuna, atau makaroni bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan tidak dapat dibekukan dengan baik, sehingga salad semacam itu sebaiknya dibuat dalam jumlah yang habis dalam tiga hingga empat hari. Hidangan panggang yang mengandung telur bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan dua hingga tiga bulan di freezer. Kue pai labu atau pai kacang pekan yang sudah dipanggang bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer, sedangkan pai kustar dan pai sifon yang sudah dipanggang bertahan tiga hingga empat hari di kulkas dan tidak boleh dibekukan. Kue quiche yang sudah dipanggang bertahan tiga hingga lima hari di kulkas dan dua hingga tiga bulan di freezer.
Daging mentah memiliki batas yang berbeda-beda menurut bentuknya. Daging giling, baik sapi, kalkun, ayam, babi, domba, maupun campurannya, bertahan satu hingga dua hari di kulkas dan tiga hingga empat bulan di freezer. Batas yang singkat ini disebabkan luas permukaan daging giling yang besar, sehingga bakteri memiliki lebih banyak tempat untuk berkembang. Steak, potongan daging, dan daging panggang utuh dari sapi, babi, domba, atau anak sapi bertahan tiga hingga lima hari di kulkas dan empat hingga dua belas bulan di freezer. Daging utuh bertahan lebih lama daripada daging giling karena bagian dalamnya relatif terlindungi, dan bakteri terutama berkembang pada permukaannya.
Unggas mentah memiliki batas yang paling singkat di antara daging. Ayam atau kalkun utuh bertahan satu hingga dua hari di kulkas dan satu tahun di freezer. Potongan ayam atau kalkun bertahan satu hingga dua hari di kulkas dan sembilan bulan di freezer. Pesan praktisnya jelas, yaitu apabila ayam tidak akan dimasak dalam satu hingga dua hari setelah dibeli, maka ayam itu sebaiknya langsung dibekukan pada hari pembelian, bukan dibiarkan di kulkas sambil menunggu waktu luang untuk memasak. Menunda pembekuan hingga hari ketiga berarti membiarkan ayam melewati batas amannya di kulkas.
Ikan dan makanan laut mentah juga memiliki batas yang singkat. Ikan berlemak, seperti salmon, tuna, lele, dan makerel, bertahan satu hingga tiga hari di kulkas dan dua hingga tiga bulan di freezer. Ikan tanpa lemak, seperti kod, flounder, haddock, dan halibut, bertahan satu hingga tiga hari di kulkas menurut bagan yang sama dan enam hingga delapan bulan di freezer. Udang dan crayfish bertahan tiga hingga lima hari di kulkas dan enam hingga delapan belas bulan di freezer. Daging kepiting segar bertahan dua hingga empat hari di kulkas dan dua hingga empat bulan di freezer. Ikan dan makanan laut sebaiknya dibeli mendekati hari memasak, dan apabila tidak jadi dimasak, segera dibekukan sebelum batas kulkasnya lewat.
Ham dan daging olahan memiliki batas yang bergantung pada kemasan dan bentuknya. Sosis mentah dari ayam, kalkun, babi, atau sapi bertahan satu hingga dua hari di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer. Sosis yang sudah matang sempurna bertahan satu minggu di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer. Bacon bertahan satu minggu di kulkas dan satu bulan di freezer. Hot dog dalam kemasan yang sudah dibuka bertahan satu minggu di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer, sedangkan hot dog dalam kemasan yang belum dibuka bertahan dua minggu di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer. Daging iris untuk roti lapis yang sudah dibuka atau diiris di toko bertahan tiga hingga lima hari di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer, sedangkan yang kemasannya belum dibuka bertahan dua minggu di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer. Ham matang yang dibungkus toko secara utuh bertahan satu minggu di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer, sedangkan ham matang yang diiris bertahan tiga hingga lima hari di kulkas dan satu hingga dua bulan di freezer.
Telur memiliki aturan yang berbeda dari daging. Telur mentah dalam cangkang bertahan tiga hingga lima minggu di kulkas dan tidak boleh dibekukan dalam cangkangnya. Telur mentah yang sudah dipecah, baik putih maupun kuningnya, bertahan dua hingga empat hari di kulkas dan dua belas bulan di freezer, dengan catatan kuning telur tidak membeku dengan baik. Telur rebus bertahan satu minggu di kulkas dan tidak dapat dibekukan. Telur yang secara tidak sengaja membeku dalam cangkangnya harus dipakai segera setelah dicairkan, dan telur beku yang cangkangnya retak harus dibuang. Angka tiga hingga lima minggu untuk telur dalam cangkang sering mengejutkan, karena jauh lebih lama daripada yang diperkirakan banyak orang, tetapi angka itu hanya berlaku apabila telur disimpan terus-menerus pada suhu dingin dan cangkangnya utuh.
Sayuran dan buah segar tidak tercantum secara rinci dalam bagan FoodSafety.gov yang menjadi rujukan utama artikel ini, sehingga artikel ini tidak menetapkan angka hari untuk setiap jenis sayuran dan buah segar. Prinsip yang dapat dipegang adalah menyimpan sayuran dan buah dalam keadaan kering dan utuh, mencucinya sesaat sebelum dimakan atau dimasak, bukan sesaat setelah dibeli, dan memisahkan buah yang menghasilkan gas pematang dari sayuran yang peka terhadap gas itu. Sayuran yang sudah dipotong, buah yang sudah dipotong, dan salad sayuran segar harus diperlakukan seperti makanan yang mudah rusak, yaitu disimpan dalam wadah tertutup di kulkas dan segera dihabiskan, bukan dibiarkan berhari-hari. Sayuran yang sudah dimasak dan dicampur dalam sup atau semur tunduk pada aturan sisa makanan matang, yaitu tiga hingga empat hari di kulkas dan dua hingga tiga bulan di freezer.
Susu, yoghurt, dan keju juga perlu diperlakukan dengan hati-hati. Bagan FoodSafety.gov yang dirujuk artikel ini tidak memuat angka hari yang rinci untuk susu cair dan yoghurt, sehingga artikel ini tidak menetapkan angka untuk keduanya, dan pembaca sebaiknya mengikuti tanggal yang tercantum pada kemasan serta membuang produk susu yang sudah berubah bau, rasa, atau teksturnya, atau yang sudah melewati tanggal kedaluwarsanya dalam keadaan terbuka terlalu lama. Prinsip umumnya sama, yaitu simpan di bagian dalam kulkas yang dingin, tutup rapat setelah dibuka, dan jangan mengembalikan susu yang sudah dituang ke dalam kemasan aslinya. Keju keras yang berjamur pada sebagian kecil permukaannya masih dapat diselamatkan dengan memotong bagian berjamur beserta satu sentimeter di sekitarnya menurut panduan keamanan pangan yang umum dipakai, sedangkan keju lunak yang berjamur harus dibuang seluruhnya, karena jamur dapat menembus ke bagian dalam keju lunak.
Memanaskan Ulang dan Menghangatkan Sisa Makanan
Sisa makanan yang akan dimakan kembali harus dipanaskan hingga benar-benar panas dan merata, bukan sekadar hangat di permukaan. Panduan penyuluhan keamanan pangan dari University of Minnesota Extension menetapkan suhu pemanasan ulang sisa makanan sebesar 165 derajat Fahrenheit atau sekitar 74 derajat Celsius, dan angka ini berlaku juga untuk memasak dengan microwave, dengan catatan makanan diputar dan ditutup agar panasnya merata, lalu didiamkan selama dua menit sebelum dimakan. Untuk sup, semur, dan makanan berkuah, mendidihkan kembali hingga bergolak adalah cara yang paling mudah dipastikan, karena gelembung didih menunjukkan bahwa seluruh cairan telah mencapai suhu tinggi.
Hanya panaskan porsi yang akan dimakan. Memanaskan seluruh wadah besar berulang kali berarti makanan itu melewati zona bahaya berkali-kali, dan setiap pemanasan yang tidak merata memberi kesempatan bakteri untuk bertahan. Ambillah porsi yang dibutuhkan, panaskan porsi itu hingga merata, dan kembalikan wadah sisanya ke kulkas tanpa dibiarkan lama di meja. Sisa makanan yang sudah dipanaskan tetapi tidak habis sebaiknya tidak disimpan lagi untuk dipanaskan kedua kalinya, karena kualitas dan keamanannya sudah menurun setelah dua kali melewati proses dingin dan panas.
Perhatian khusus berlaku untuk nasi dan makanan berbahan dasar nasi. Nasi matang yang dibiarkan lama pada suhu ruangan dapat ditumbuhi bakteri yang sporanya tahan terhadap pemanasan biasa, sehingga nasi matang harus segera didinginkan dalam wadah dangkal dan dimasukkan ke kulkas dalam waktu dua jam setelah dimasak, sama seperti sisa makanan matang lainnya, yaitu tiga hingga empat hari di kulkas menurut bagan FoodSafety.gov untuk sisa masakan secara umum. Apabila nasi sudah berbau asam atau berlendir, buanglah tanpa mencicipi, karena pemanasan ulang tidak dapat menjamin keamanan nasi yang sudah rusak.
Kesalahan Umum dalam Menyimpan Makanan di Kulkas
Kesalahan pertama adalah menyimpan makanan dalam wadah terbuka atau hanya ditutup dengan piring di atasnya. Wadah terbuka membiarkan makanan mengering, menyerap bau makanan lain, dan terpapar bakteri dari udara kulkas. Kesalahan kedua adalah memasukkan makanan panas dalam jumlah besar ke dalam kulkas tanpa membaginya terlebih dahulu, sehingga bagian tengah makanan lama mendingin dan suhu kulkas di sekitarnya ikut naik, yang merugikan makanan lain di sekitarnya. Kesalahan ketiga adalah menumpuk wadah hingga udara tidak dapat bersirkulasi, sehingga ada bagian kulkas yang lebih hangat daripada bagian lainnya.
Kesalahan keempat adalah menyimpan bahan mentah di atas makanan matang, sehingga cairan bahan mentah dapat menetes ke makanan matang. Kesalahan kelima adalah mengandalkan tanggal kedaluwarsa pada kemasan untuk makanan yang sudah dibuka, padahal tanggal itu berlaku untuk kemasan yang belum dibuka dan disimpan sesuai petunjuk. Setelah dibuka, patokan yang berlaku adalah tanggal pembukaan dan batas waktu penyimpanan setelah dibuka, misalnya satu minggu untuk hot dog yang sudah dibuka dan tiga hingga lima hari untuk daging iris yang sudah dibuka, sesuai bagan FoodSafety.gov. Kesalahan keenam adalah menyimpan telur dan susu di rak pintu, tempat suhunya paling sering berubah.
Kesalahan ketujuh adalah mencicipi makanan untuk menentukan apakah makanan itu masih aman. Rasa, bau, dan penampilan tidak dapat mendeteksi bakteri penyebab penyakit bawaan makanan, sehingga makanan yang terasa normal belum tentu aman. Kesalahan kedelapan adalah membiarkan makanan mudah rusak di meja selama acara makan yang panjang, misalnya hidangan prasmanan yang dibiarkan sejak siang hingga malam. Hidangan semacam itu sebaiknya disajikan dalam porsi kecil yang sering diisi ulang dari kulkas, bukan dalam satu wadah besar yang dibiarkan di meja selama berjam-jam. Apabila makanan mudah rusak sudah berada di luar kulkas lebih dari dua jam, atau lebih dari satu jam pada udara yang sangat panas, maka makanan itu sebaiknya dibuang.
Kesalahan kesembilan adalah membekukan kembali makanan yang sudah dicairkan tanpa dimasak terlebih dahulu. Setiap pencairan memberi kesempatan bakteri untuk berkembang, dan pembekuan tidak membunuh bakteri itu, melainkan hanya menghentikan sementara pertumbuhannya. Kesalahan kesepuluh adalah mengabaikan kebersihan kulkas itu sendiri. Tumpahan cairan daging, remah makanan, dan wadah yang bocor harus segera dibersihkan dengan air sabun hangat, karena kulkas yang kotor menjadi sumber kontaminasi bagi makanan yang disimpan sesudahnya. Membersihkan kulkas secara berkala, misalnya setiap beberapa minggu, dan membuang wadah yang sudah melewati batasnya pada saat yang sama, adalah kebiasaan yang menjaga seluruh isi kulkas tetap aman.
Kapan Makanan Harus Dibuang Tanpa Ragu
Buanglah makanan apabila sudah melewati batas waktu yang tercantum dalam bagan, meskipun tampilannya masih baik. Buanglah makanan yang sudah berubah warna, berlendir, berjamur pada jenis yang tidak boleh dipotong jamurnya, atau berbau asam dan tengik. Buanglah makanan yang sudah berada di luar kulkas lebih dari dua jam, atau lebih dari satu jam pada suhu udara di atas sekitar 32 derajat Celsius. Buanglah makanan yang kemasannya menggembung, bocor, atau berkarat pada kaleng, dan buanglah makanan kaleng yang sudah dibuka dan disimpan lebih dari tiga hingga empat hari di kulkas, sesuai bagan FoodSafety.gov untuk ham kaleng yang sudah dibuka dan disimpan dingin.
Buanglah juga makanan yang riwayat penyimpanannya tidak diketahui, misalnya makanan yang ditinggalkan di mobil selama perjalanan jauh, makanan yang dibawa pulang dari acara tanpa pendingin, atau makanan yang sudah berpindah tangan tanpa keterangan kapan dimasak dan kapan didinginkan. Dalam situasi seperti itu, tidak ada cara yang dapat diandalkan untuk membuktikan bahwa makanan itu aman, dan pilihan yang paling aman adalah membuangnya. Prinsip ini terasa berat ketika makanan itu masih banyak dan terlihat baik, tetapi biaya keracunan makanan jauh lebih besar daripada nilai makanan yang dibuang.
Keracunan makanan dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, dan salah satu yang paling dikenal masyarakat adalah Salmonella, yang dapat mencemari telur, daging unggas, dan makanan lain yang penanganannya kurang bersih. Pembaca yang ingin memahami gejala dan penanganannya dapat membaca artikel KabarTidar tentang Salmonella dan keracunan makanan, yang menjelaskan bagaimana bakteri itu menyebar dan mengapa penyimpanan serta pemasakan yang benar menjadi pertahanan utama. Artikel itu melengkapi panduan ini, karena panduan ini berfokus pada pencegahan melalui penyimpanan, sedangkan artikel itu berfokus pada pengenalan dan penanganan ketika keracunan sudah terjadi.
Rutinitas Mingguan agar Kulkas Selalu Aman
Rutinitas yang baik tidak membutuhkan waktu lama. Setiap kali berbelanja, letakkan bahan mentah di rak bawah dalam wadah tertutup, letakkan makanan matang di rak atas, dan beri label tanggal pada setiap wadah baru. Setiap kali memasak, bagi sisa makanan ke dalam wadah porsi kecil, dinginkan dengan cepat, dan masukkan ke kulkas dalam waktu dua jam. Setiap dua atau tiga hari, periksa wadah yang paling lama dan habiskan atau bekukan makanan yang mendekati batas tiga hingga empat hari, sebelum batas itu lewat. Setiap minggu, bersihkan tumpahan, buang wadah yang sudah melewati batasnya, dan periksa termometer kulkas untuk memastikan suhunya tetap pada 4 derajat Celsius ke bawah.
Rutinitas ini juga menghemat uang. Makanan yang disimpan dengan benar lebih jarang terbuang, bahan mentah yang segera dibekukan tidak rusak di kulkas, dan sisa makanan yang diberi label tanggal tidak terlupakan hingga harus dibuang. Keluarga yang menerapkan rutinitas ini akan mendapati kulkasnya lebih rapi, belanjaannya lebih terencana, dan makanannya lebih aman, tanpa harus membeli peralatan mahal atau mengikuti aturan yang rumit. Kuncinya adalah konsistensi pada hal-hal kecil, yaitu suhu, wadah, dan tanggal, yang diulang setiap hari hingga menjadi kebiasaan.
Penutup: Dingin, Tertutup, dan Tepat Waktu
Cara menyimpan makanan di kulkas yang benar dapat diringkas dalam tiga kata, yaitu dingin, tertutup, dan tepat waktu. Dingin berarti kulkas pada suhu 4 derajat Celsius ke bawah dan freezer pada suhu minus 18 derajat Celsius ke bawah, yang diperiksa dengan termometer, bukan diperkirakan dari rasa dingin. Tertutup berarti setiap makanan disimpan dalam wadah kedap udara yang bersih, dengan bahan mentah terpisah dari makanan matang dan diletakkan di rak bawah. Tepat waktu berarti makanan mudah rusak tidak dibiarkan di luar kulkas lebih dari dua jam, sisa makanan matang dihabiskan dalam tiga hingga empat hari, daging giling dan unggas mentah dimasak atau dibekukan dalam satu hingga dua hari, dan makanan yang sudah melewati batasnya dibuang tanpa ragu.
Tiga kata itu berlaku untuk semua dapur, dari dapur rumah tangga kecil hingga dapur keluarga besar, dan berlaku untuk semua jenis makanan, dari sisa masakan harian hingga bahan mentah yang baru dibeli. Panduan ini tidak menggantikan petunjuk pada kemasan produk, yang harus diikuti apabila lebih ketat daripada panduan umum, dan tidak menggantikan nasihat tenaga kesehatan apabila ada anggota keluarga yang memiliki kondisi kesehatan khusus yang membuatnya lebih rentan terhadap penyakit bawaan makanan. Bagi keluarga dengan ibu hamil, bayi, lansia, atau anggota keluarga dengan daya tahan tubuh yang lemah, kehati-hatian ekstra dalam penyimpanan dan pemasakan menjadi semakin penting, karena kelompok ini lebih mudah mengalami dampak yang berat akibat keracunan makanan.
Pada akhirnya, kulkas adalah alat bantu, bukan penjamin keamanan. Kulkas hanya dapat menjaga makanan selama penggunanya menjaga suhu, wadah, dan waktu dengan disiplin. Dengan menerapkan panduan ini secara konsisten, memeriksa suhu secara berkala, memberi label tanggal pada setiap wadah, dan membuang makanan yang sudah melewati batasnya tanpa ragu, maka makanan di rumah akan lebih aman, lebih awet, dan lebih jarang terbuang. Mulailah dari langkah yang paling mudah malam ini, yaitu memeriksa suhu kulkas, memberi label tanggal pada wadah yang belum berlabel, dan memindahkan bahan mentah ke rak bawah dalam wadah tertutup, karena tiga langkah kecil itu sudah mencakup seluruh prinsip dalam panduan ini.


