Syahrul Aidi Tolak Konser Bocelli: Dukung MUI dan Forkomnas, Desak Batal di Borobudur dan Jakarta
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat menyatakan dukungan untuk MUI dan Forkomnas dalam menolak konser Andrea Bocelli, dan mendesak pembatalan konser di Borobudur serta Jakarta dengan alasan keberpihakan penyanyi itu pada militer Israel.

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menyatakan dukungan terhadap penolakan konser Andrea Bocelli, dan Syahrul Aidi tolak konser Bocelli itu baik yang dijadwalkan di Candi Borobudur maupun di Jakarta. Dukungan tersebut disampaikan untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Ormas Islam Nasional (Forkomnas), yang sebelumnya telah menyatakan sikap menolak konser penyanyi asal Italia itu.
Konser yang dimaksud adalah tur Romanza 30th Anniversary World Tour, yang dijadwalkan digelar di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Syahrul mendesak agar konser di kedua tempat itu dibatalkan.
Sikap tersebut ia sampaikan melalui pernyataan yang diterbitkan Fraksi PKS pada Sabtu, 25 Oktober 2026. Pernyataan itu menegaskan bahwa penolakan ini bukan ditujukan pada musik, seni, atau latar budaya dan keyakinan siapa pun, melainkan pada kehadiran pihak yang dinilai secara terbuka mendukung Israel.
Syahrul Aidi tolak konser Bocelli dan alasan yang ia kemukakan
Dalam pernyataan itu, Syahrul menyampaikan bahwa dirinya berdiri bersama Palestina dan menolak apa yang ia sebut sebagai kejahatan Israel. Ia mengaitkan Bocelli dengan rekam jejak mendukung militer Israel, yang menurutnya melakukan genosida di Gaza.
Alasan dari MUI, sebagaimana dikutip dalam pernyataan tersebut, adalah hasil penelusuran MUI yang menyebut Bocelli terlibat penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF), organisasi pendukung militer Israel, di Los Angeles pada 2010, serta tampil di Tel Aviv pada 2022. FIDF adalah organisasi yang menghimpun dana untuk tentara Israel.
Syahrul menyampaikan bahwa penggalangan dana untuk tentara Israel bukan sekadar urusan pribadi seorang penyanyi, melainkan dukungan nyata bagi militer yang menewaskan puluhan ribu warga Gaza, termasuk anak-anak dan perempuan. Angka korban yang pasti tidak dirinci dalam sumber pernyataan itu, sehingga artikel ini tidak menuliskan angka tertentu.
Menurut Syahrul, memberi panggung kepada sosok tersebut akan melukai perasaan rakyat Palestina dan rakyat Indonesia. Ia menegaskan bahwa yang ditolak adalah kehadiran pihak yang secara terbuka mendukung Israel selagi Israel, menurutnya, melanjutkan genosida, pendudukan atas Palestina, dan menjauhi kemerdekaan Palestina.
Dukungan MUI dan Forkomnas
Forkomnas adalah Forum Komunikasi Ormas Islam Nasional, yang menaungi sebelas ormas Islam. Pernyataan bersama Forkomnas disepakati di Jakarta pada 17 Oktober 2026, dan isinya mendukung sikap MUI nomor Kep-111/DP-MUI/X/2026 yang menolak konser Bocelli.
Dengan pernyataan itu, Syahrul menempatkan dirinya sejalan dengan MUI dan Forkomnas. Ia menyampaikan bahwa penolakan terhadap pendudukan Israel adalah amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan merupakan sikap resmi negara yang tidak berubah.
Syahrul juga menyebut Presiden Prabowo Subianto sedang memperjuangkan kemerdekaan Palestina di forum internasional. Ia mengutip pernyataan Bung Karno bahwa Indonesia menentang pendudukan Israel sampai Palestina merdeka.
Preseden yang disebut: Israel Houghton, Polresta Magelang, dan Kemenpar
Dalam pernyataannya, Syahrul menyebut sejumlah preseden yang menurutnya sejalan dengan penolakan konser Bocelli. Pertama, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) memutuskan tidak mengizinkan konser Israel Houghton di Jakarta karena pernyataan publik penyanyi itu yang membela Israel.
Kedua, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang mencabut rekomendasi izin konser Borobudur. Ketiga, Kementerian Pariwisata menyatakan akan sejalan dengan keputusan MUI. Syahrul mengapresiasi Polresta Magelang atas pencabutan rekomendasi itu dan Kementerian Pariwisata atas sikapnya.
Namun perlu dicatat: sampai artikel sumber ini terbit, konser Bocelli belum dibatalkan secara resmi oleh pemerintah pusat. Yang sudah terjadi adalah pencabutan rekomendasi oleh Polresta Magelang dan sikap Kementerian Pariwisata yang sejalan dengan MUI. Artikel ini tidak menyatakan konser sudah batal total.
Desakan Syahrul: batalkan juga konser Jakarta dan buat aturan baku
Syahrul mengajukan sejumlah desakan. Pertama, ia meminta langkah penolakan ini dituntaskan dan konser Jakarta juga dibatalkan, serta komitmen pemerintah dijadikan final untuk semua konser pendukung pendudukan, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida di mana pun di Indonesia, dan dibakukan bagi semua lembaga negara agar kasus serupa tidak terulang.
Kedua, ia meminta Kemenko Kumham Imipas, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Polri mengambil satu sikap bersama, seperti yang terjadi pada kasus Israel Houghton.
Ketiga, ia mengusulkan mekanisme penilaian baku bagi tokoh asing yang akan tampil di Indonesia, yang selaras dengan politik luar negeri Indonesia yang pro-Palestina. Menurutnya, mekanisme itu akan memberi kepastian bagi industri kreatif dan mencegah polemik serupa berulang.
Keempat, ia mengusulkan agar seni yang ditampilkan adalah seni yang menjunjung kemanusiaan, dengan tetap terbuka bagi musisi dunia dan dalam negeri yang membawa pesan damai, serta kemungkinan menggelar konser solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.
Suara Indonesia di forum internasional
Kelima, Syahrul menyampaikan bahwa BKSAP DPR RI akan terus menyuarakan kemerdekaan Palestina dan akhir genosida di Gaza di forum Inter-Parliamentary Union (IPU), Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), dan forum antar-parlemen lainnya.
Keenam, ia menyampaikan bahwa suara Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum dunia harus konsisten dengan kebijakan dalam negeri. Menurutnya, Indonesia tidak boleh membela Palestina di luar negeri tetapi memberi panggung di dalam negeri kepada pendukung militer Israel.
Ketujuh, ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keramahan terhadap seni harus konsisten dengan prinsip kemanusiaan, dan tidak boleh menjadi dukungan bagi pendudukan dan genosida.
Sumber: Fraksi PKS
Baca juga: Dialog MUI Soal Konser Bocelli di Borobudur


