Kebakaran Gunung Sumbing di Sisi Magelang Berhasil Padam, 213,4 Hektare Vegetasi Hangus
Setelah empat hari penanganan, api di lereng Sumbing sisi Magelang akhirnya padam, terbantu hujan deras di kawasan Basecamp Butuh. Sembilan petak hutan hangus dengan total 213,4 hektare, dan petugas tetap bersiaga memantau kemungkinan titik api baru.

Kebakaran Gunung Sumbing yang melanda wilayah Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, akhirnya berhasil dipadamkan pada Jumat (23/10/2026). Seluruh titik api di wilayah penanganan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangli dinyatakan padam pada hari keempat penanganan.
Kebakaran yang melanda sembilan petak hutan tersebut mengakibatkan vegetasi seluas 213,4 hektare hangus terbakar. Angka itu merupakan total akhir kawasan hutan Gunung Sumbing di sisi Kabupaten Magelang yang masuk wilayah penanganan RPH Mangli, Perum Perhutani Kedu Utara.
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Perum Perhutani Kedu Utara, Yuliyanto mengatakan, seluruh titik kebakaran yang terdata di wilayah penanganan RPH Mangli telah dinyatakan padam. “Berdasarkan hasil penyisiran dan pemantauan di lapangan, kondisi kebakaran di wilayah hutan Gunung Sumbing yang masuk Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik sudah padam,” kata Yuliyanto, Jumat (23/10/2026).
Pada hari keempat penanganan, petugas melakukan penyisiran dan pemantauan mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di Pos 2, petak 2A-12. Dari hasil pemantauan tersebut, tidak ditemukan titik api, baik di kawasan hutan wilayah Kecamatan Kajoran maupun Kaliangkrik. Upaya pemadaman juga terbantu oleh hujan yang mengguyur kawasan basecamp. “Kebetulan tadi juga terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah BC Butuh dan sekitarnya sejak pukul 13.17 WIB. Sehingga upaya pemadaman juga terbantu dengan turunnya hujan tersebut,” tuturnya.
Penanganan di sisi Magelang selama empat hari memang tidak mudah. Seperti diberitakan sebelumnya, petugas menghadapi medan terjal dan tebing curam serta keterbatasan sumber air di sekitar titik api, sehingga pemadaman banyak mengandalkan peralatan manual dan pembuatan sekat bakar agar api tidak menjalar lebih luas.
Rincian Kebakaran Gunung Sumbing: 213,4 Hektare di Sembilan Petak
Petak 2A-7 menjadi salah satu kawasan yang terdampak paling parah. Seluruh areal seluas 38,8 hektare di petak tersebut dilaporkan terbakar. Kondisi serupa terjadi di petak 2A-12, dengan luas 22,5 hektare yang seluruhnya hangus. Sementara itu, petak 2A-13 dengan luas baku 16,8 hektare juga dilaporkan terbakar seluruhnya.
Di enam petak lainnya, api menghanguskan sebagian kawasan. Kebakaran menghanguskan petak 2A-28 seluas 14,96 hektare dari total 37,5 hektare. Di petak 2A-10, area terbakar mencapai 25,66 hektare dari luas baku 27,1 hektare. Adapun di petak 2A-19, luas terbakar mencapai 12,93 hektare dari 16,29 hektare. Petak 2A-29 mencatat area terbakar 18,6 hektare dari total 25,38 hektare, sedangkan petak 2A-27 mengalami kebakaran seluas 25,69 hektare dari 38,44 hektare.
“Di petak 2A-1, api membakar vegetasi seluas 37,46 hektare dari total 112,6 hektare. Vegetasi yang terdampak meliputi krinyu, ilalang, akasia, cemara siup, decuren, dan pakis,” imbuhnya.
48 Personel Gabungan Dikerahkan
Yuliyanto menerangkan, penanganan kebakaran melibatkan 48 personel gabungan dari berbagai unsur, yakni Perhutani enam orang, TNI 12 orang, kepolisian empat orang, BPBD empat orang, BC Butuh delapan orang, BC Adipuro tiga orang, kecamatan empat orang, Cabang Dinas Kehutanan empat orang, serta Basarnas tiga orang. “Petugas menggunakan peralatan manual berupa sabit, parang, dan gepyok untuk mendukung penanganan serta penyisiran kawasan terdampak,” terangnya.
Meski seluruh titik api dinyatakan padam, Yuliyanto menekankan pemantauan kawasan tetap menjadi bagian penting untuk memastikan tidak muncul kembali titik api. Kewaspadaan itu terutama diperlukan di tengah kondisi cuaca berkabut dan luasnya area yang terdampak kebakaran, sehingga sisa bara di kawasan yang hangus tidak kembali menyala.
Kebakaran ini merupakan bagian dari kebakaran besar Gunung Sumbing yang terjadi sejak Senin (19/10/2026) dan meluas ke wilayah Kabupaten Temanggung serta Wonosobo. Seperti diberitakan KabarTidar sebelumnya, luas kawasan terdampak di seluruh lereng Sumbing sempat mencapai 779,4 hektare hingga Jumat pagi, setelah api pertama kali dilaporkan belum berhasil dipadamkan selama berhari-hari. Di sisi Magelang sendiri, luas yang terbakar sempat tercatat 79,3 hektare pada Rabu (21/10/2026) berdasarkan pemantauan hingga pukul 15.00 WIB, sebelum akhirnya meluas hingga total akhir 213,4 hektare. Pernyataan padam dari Perhutani ini mencakup wilayah penanganan RPH Mangli di sisi Magelang. Seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing, termasuk via Basecamp Butuh di Kaliangkrik, masih ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan. Artikel ini ditulis ulang dari laporan Tribun Jogja.


