Sabtu, 24 Oktober 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Olahraga » Borobudur Marathon 2026: Satu Dekade, 12.500 Pelari, dan…
Olahraga

Borobudur Marathon 2026: Satu Dekade, 12.500 Pelari, dan Persiapan yang Sudah 99 Persen

Tiga pekan lagi, 12.500 pelari dari berbagai negara akan memadati kawasan Candi Borobudur. Edisi satu dekade Borobudur Marathon ini menghadirkan medali khusus bagi pelari setia dan target perputaran uang Rp100 miliar bagi warga Magelang.

Oleh Intan Larasati Sabtu, 24 Oktober 2026 · 02.08 WIB
Ilustrasi pelari Borobudur Marathon berlari menuju Candi Borobudur dengan latar sawah dan matahari terbit
Ilustrasi: Para pelari Borobudur Marathon berlari dengan latar Candi Borobudur dan hamparan sawah. (Ilustrasi: KabarTidar)

Borobudur Marathon 2026 akan digelar pada Minggu, 15 November 2026, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, dan persiapannya kini telah mencapai 99 persen. Direktur Bisnis Kompas, Lukminto Wibowo, yang mewakili panitia mengatakan persiapan ajang lari tahunan itu tinggal memasuki tahap akhir. “Semua sudah siap, tinggal kita jalan. Masalah cuaca ini memang jadi perhatian. Mudah-mudahan semua nanti berjalan lancar,” ujar Lukminto.

Kesiapan itu dilaporkan panitia kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam audiensi di kantor gubernur, Selasa (20/10/2026). Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Borobudur Marathon, namun meminta panitia memastikan seluruh persiapan berjalan optimal, terutama terkait mitigasi cuaca ekstrem dan keselamatan peserta. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno menambahkan, kecukupan tenaga medis harus disiapkan dengan baik dan dapat dihitung, termasuk menyiapkan tempat-tempat rujukan apabila diperlukan.

Satu Dekade Bertajuk Decade of Legacy

Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 mengusung tema “Decade of Legacy”, menandai satu dekade sejak ajang ini pertama kali digelar pada 2017. Dalam perjalanannya, Borobudur Marathon telah menjelma menjadi salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia dan sejak 2025 menyandang status Elite Label dari World Athletics, label yang menuntut standar ketat pada pengukuran rute, keselamatan, layanan medis, hingga kehadiran pelari elite internasional.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo menyebut, pada penyelenggaraan tahun lalu peserta datang dari 39 negara, sementara sekitar 10.000 warga ikut memberikan semangat di sepanjang lintasan. Menurutnya, antusiasme masyarakat itulah yang menjadi pembeda Borobudur Marathon dibandingkan event lari lainnya, karena dukungan warga di titik-titik cheering membuat para pelari selalu membawa pulang pengalaman berkesan dan ingin kembali.

Perayaan satu dekade ini juga menjadi momen istimewa bagi para pelari setia. Penyelenggara menyiapkan medali apresiasi khusus bagi peserta yang telah mengikuti Borobudur Marathon sedikitnya lima kali, termasuk pada edisi 2026. Penentuan penerima medali didasarkan pada catatan digital dan rekam jejak keikutsertaan peserta, dan berlaku untuk kategori 10K, Half Marathon, maupun Full Marathon.

Borobudur Marathon 2026 Diikuti 12.500 Pelari

Kuota peserta tahun ini ditambah menjadi 12.500 orang, setelah pada penyelenggaraan tahun lalu hanya sebanyak 11.500 pelari. Rinciannya, sebanyak 3.300 pelari mengikuti kategori 10K, 4.200 peserta turun di Half Marathon (21 kilometer), sedangkan 5.000 pelari akan menantang diri dalam kategori Full Marathon (42 kilometer). Pendaftaran telah dibuka sejak Juli 2026 melalui sistem ballot atau undian di aplikasi My Borobudur Marathon. “Tahun 2026 ini dibuka pesertanya 12.500,” kata Sumarno, seusai mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam peluncuran Borobudur Marathon 2026 di Balkondes Ngadiharjo, Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026) malam.

Menurut Sumarno, penambahan kuota dilakukan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada pelari yang selama ini belum berhasil memperoleh slot. Memasuki satu dekade penyelenggaraan, Borobudur Marathon telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perlombaan lari. Ajang itu menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengampanyekan gaya hidup sehat, memperkuat pariwisata olahraga (sport tourism), sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Target Perputaran Uang Rp100 Miliar

Manfaat ekonomi menjadi salah satu warisan terbesar ajang ini. Pada penyelenggaraan 2025 lalu, perputaran uang dari Borobudur Marathon mencapai Rp67 miliar, yang dirasakan pelaku UMKM, hotel, restoran, homestay, hingga masyarakat sekitar Borobudur. “Kami berharap mudah-mudahan (tahun ini) bisa tembus Rp100 miliar,” tandas Sumarno.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko mengatakan, keberhasilan menjaga Borobudur Marathon selama satu dekade merupakan buah kolaborasi seluruh pihak. Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Jateng kembali menghadirkan Bank Jateng Pawone dengan melibatkan lebih dari 70 UMKM lokal yang telah dikurasi untuk menyajikan kuliner tradisional bagi para peserta. Selain itu, Bank Jateng juga melanjutkan program Bank Jateng Young Talent sebagai wadah pembinaan pelari muda berbakat. “Kami memiliki pelari-pelari muda yang kita harapkan bisa ikut partisipasi, dan mudah-mudahan bisa menjadi atlet-atlet yang berprestasi,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Sumarno, warisan terbesar Borobudur Marathon selama satu dekade bukan hanya angka ekonomi, melainkan tumbuhnya rasa memiliki dari masyarakat sekitar Borobudur terhadap event tersebut. “Kami ingin Borobudur Marathon menjadi gawenya masyarakat Borobudur. Nilai yang paling penting adalah kebersamaan dan gotong royong. Itulah warisan yang harus terus dijaga, agar event ini tetap berkelanjutan,” katanya.

Cheering di Tanjakan Cinta dan Lanskap Baru Magelang

Atmosfer sepanjang lintasan juga menjadi perhatian khusus. Sumarno meminta panitia memperbanyak kelompok pemberi semangat atau cheering di sisi kanan dan kiri jalur, khususnya di Tanjakan Cinta. Titik tersebut merupakan salah satu lokasi favorit yang selalu dinantikan peserta, dan sorakan warga di sepanjang tanjakan diharapkan mampu membangkitkan semangat pelari ketika menghadapi medan yang menantang.

Terkait rute, Sumarno juga mengusulkan agar lintasan lomba melintasi area parkir Masjid Agung Jawa Tengah di Magelang, agar lanskap baru Magelang itu semakin dikenal masyarakat luas. “Kalau bisa lewat halaman parkir, akan banyak yang tahu di situ ada Masjid Agung Jawa Tengah dan lebih dikenal masyarakat banyak,” katanya. Rincian teknis rute dan rekayasa lalu lintas pada hari lomba biasanya diumumkan panitia bersama kepolisian menjelang pelaksanaan.

Bagi pelari yang datang bersama keluarga, momentum lomba juga bisa dimanfaatkan untuk berwisata di kawasan candi, sebagaimana panduan mengunjungi Candi Borobudur yang pernah kami susun. Informasi persiapan resmi ajang ini dapat dibaca di laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tiga pekan menjelang start, Magelang bersiap menyambut 12.500 pelari dan perayaan satu dekade lomba lari terbesarnya.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *