MAC Juara Umum Kejurkab Panahan Magelang 2026 dengan 22 Emas
MAC mengunci gelar juara umum dengan 47 medali di GOR R. Soesiswo, Tempuran, dan kini kontingen Kabupaten Magelang bersiap menuju Kejurprov Junior Jawa Tengah di Jepara.
MAGELANG, KabarTidar, Magelang Archery Club (MAC) mengunci gelar juara umum Kejurkab Panahan Magelang 2026 yang digelar di GOR R. Soesiswo, Tempuran, pada Minggu, 1 November 2026. MAC menutup kejuaraan dengan total 47 medali, yang terdiri atas 22 medali emas, 15 medali perak, dan 10 medali perunggu, sebuah capaian yang menegaskan dominasi klub tersebut di ajang tahunan ini.
Kejuaraan Panahan Kabupaten (Kejurkab) Magelang 2026 menjadi panggung adu presisi bagi 142 pemanah terbaik dari 8 klub se-Kabupaten Magelang. Para peserta bersaing di 11 divisi putra dan 11 divisi putri, sehingga total ada 22 divisi yang dipertandingkan dalam satu hari perlombaan di Tempuran. Jumlah peserta dan pembagian divisi itu menunjukkan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar pertemuan antar klub, melainkan kompetisi yang dirancang untuk menguji kemampuan pemanah dari berbagai kelompok usia dan kategori secara menyeluruh.
Dominasi MAC terlihat dari perolehan medali yang menumpuk di semua segmen perlombaan. Dengan 22 emas dari total 47 medali, MAC tidak hanya unggul dalam jumlah emas, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad, karena perak dan perunggu yang diraih klub itu juga berjumlah besar. Dalam kejuaraan beregu maupun perorangan, konsistensi seperti itu hanya mungkin dicapai bila sebuah klub memiliki pembinaan yang berjalan di banyak divisi sekaligus, bukan hanya mengandalkan satu atau dua pemanah andalan.
Bagi Kabupaten Magelang, Kejurkab memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar perebutan medali. Ajang ini menjadi kawah candradimuka bagi pembinaan atlet panahan lokal, tempat pemanah dari berbagai klub mengukur kemampuan mereka dalam suasana kompetisi yang sesungguhnya. Hasil di GOR R. Soesiswo, Tempuran, pada 1 November 2026 itu pun menjadi bahan evaluasi yang nyata bagi klub dan pengurus, karena setiap medali yang diraih mencerminkan proses latihan yang sudah dijalani para atlet sebelum turun bertanding.
Ketua Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kabupaten Magelang, Ir. H. Susetyo Bambang Yulianto, menegaskan bahwa Kejurkab ini bukan sekadar panggung perebutan medali, melainkan batu loncatan strategis untuk menyaring pemanah terbaik yang akan membawa nama Kabupaten Magelang di ajang Kejurprov Junior Jawa Tengah 2026 di Jepara, pada 14 sampai 15 November 2026. Pernyataan itu menegaskan fungsi utama Kejurkab sebagai ajang seleksi, sehingga hasil di Tempuran akan menjadi pertimbangan dalam menentukan siapa yang layak melangkah ke tingkat provinsi.
Susetyo Bambang Yulianto, yang akrab disapa Pak BY, juga menjelaskan karakter olahraga panahan yang membuat kejuaraan seperti ini menjadi penting. Menurut Jateng Press, ia menyatakan, “Panahan adalah olahraga terukur. Prestasi tidak lahir secara mendadak, melainkan lewat jam terbang kompetisi yang konstan. Kejurkab ini krusial untuk mengevaluasi teknik atlet, membangun basis data prestasi berbasis klub, serta memperkuat ekosistem pembinaan usia dini di Kabupaten Magelang.” Kutipan itu menempatkan Kejurkab sebagai bagian dari sistem pembinaan jangka panjang, bukan sebagai acara yang berdiri sendiri.
Penekanan pada evaluasi teknik dan basis data prestasi berbasis klub menunjukkan bahwa pengurus ingin melihat perkembangan atlet secara terukur dari satu kejuaraan ke kejuaraan berikutnya. Dengan data yang terkumpul dari Kejurkab, pelatih dan pengurus dapat menilai kemajuan setiap pemanah, membandingkan capaian antarklub, dan menyusun program latihan berikutnya berdasarkan bukti di lapangan. Di sisi lain, penekanan pada pembinaan usia dini menegaskan bahwa keberlanjutan prestasi Kabupaten Magelang bergantung pada regenerasi yang dimulai sejak dini, bukan hanya pada atlet yang sudah matang.
Seleksi Ketat untuk Pemanah Asli Magelang
Ketatnya kualifikasi peserta menjadi warna tersendiri pada gelaran tahun ini. Ketua Panitia, Abdur Robbir Rousul Kariim, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa ajang ini murni diperuntukkan bagi pemanah beridentitas Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga Kabupaten Magelang, tanpa membuka kelas terbuka. Aturan itu membuat Kejurkab 2026 benar-benar menjadi arena bagi atlet lokal, dan menutup kemungkinan peserta dari luar daerah ikut bertanding di kejuaraan tingkat kabupaten ini.
Abdur Robbir Rousul Kariim menyatakan, “Tujuan utama kami adalah pematangan atlet lokal. Walau antusiasme dari luar daerah sangat tinggi, kami konsisten menjaga marwah Kejurkab sebagai wadah regenerasi dan pembinaan atlet asli Magelang.” Pernyataan itu menjelaskan mengapa panitia tetap mempertahankan batasan peserta, meskipun minat dari luar daerah tinggi. Bagi panitia, menjaga kejuaraan sebagai wadah regenerasi lebih penting daripada sekadar menambah jumlah peserta.
Kebijakan tersebut juga memberi makna tersendiri bagi capaian MAC. Karena seluruh peserta adalah pemanah beridentitas Kabupaten Magelang, gelar juara umum yang diraih MAC merupakan hasil persaingan sesama atlet daerah, dan 47 medali yang dikumpulkan klub itu menjadi gambaran kekuatan pembinaan panahan di dalam Kabupaten Magelang sendiri. Kejuaraan dengan kualifikasi ketat seperti ini sekaligus memastikan bahwa pemanah yang kelak terpilih menuju Kejurprov Junior Jawa Tengah benar-benar merupakan wakil daerah yang sudah teruji di kandang sendiri.
Divisi Barebow U-10 dan Pembinaan Karakter
Daya tarik istimewa Kejurkab 2026 terletak pada dibukanya divisi khusus Barebow 7 meter U-10 Putra dan Putri. Menggunakan busur dasar tanpa aksesoris tambahan, kategori ini menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi baru bagi para pemanah pemula. Divisi untuk pemanah berusia di bawah 10 tahun itu memberi ruang bagi anak-anak untuk merasakan suasana kompetisi sejak dini, dengan peralatan yang sederhana dan jarak tembak yang disesuaikan dengan tahap awal pembinaan mereka.
Suasana haru dan jenaka mewarnai arena saat beberapa atlet cilik berjuang mengendalikan rasa gugup, bahkan tak sedikit yang menangis di garis tembak. Namun, di sanalah proses pembentukan karakter dimulai. Bagi anak-anak yang baru pertama kali bertanding, pengalaman berdiri di garis tembak, menghadapi tekanan, dan menyelesaikan perlombaan merupakan pelajaran yang tidak bisa digantikan oleh latihan biasa, apa pun hasilnya di papan skor.
Pengalaman itu juga dirasakan oleh para orangtua yang mendampingi anak-anak mereka di arena. Ny. Ita, salah satu orangtua peserta, mengungkapkan, “Melihat anak-anak menangis teringat dinamika dua putra saya dulu. Lewat tempaan berbagai kejuaraan lokal hingga regional, mental mereka terbentuk hingga akhirnya dapat dipercaya mewakili Kabupaten Magelang di POPDA dan Kejurprov Junior Jateng. Kejurkab seperti inilah pintu gerbangnya.” Kesaksian itu menggambarkan jalur pembinaan yang panjang, dari kejuaraan lokal seperti Kejurkab, menuju ajang pelajar dan kejuaraan provinsi, dengan mental bertanding yang ditempa secara bertahap.
Cerita dari divisi Barebow U-10 itu sekaligus menjelaskan mengapa pengurus menempatkan pembinaan usia dini sebagai salah satu tujuan utama Kejurkab. Pemanah cilik yang hari ini masih belajar mengendalikan rasa gugup di garis tembak adalah calon atlet yang pada tahun-tahun mendatang diharapkan dapat mengisi divisi yang lebih tinggi, dan akhirnya membawa nama Kabupaten Magelang di tingkat provinsi. Kejurkab menjadi pintu gerbang pertama dalam perjalanan itu, tempat mimpi baru lahir dan karakter juara mulai dibentuk.
Menatap Kejurprov Junior di Jepara
Dengan suksesnya perhelatan Kejurkab 2026 dan dominasi impresif Magelang Archery Club, kontingen panahan Kabupaten Magelang kini menatap Kejurprov Junior Jawa Tengah 2026 di Jepara dengan rasa percaya diri tinggi dan target prestasi terbaik. Kejuaraan di Jepara, yang digelar pada 14 sampai 15 November 2026, akan menjadi ujian berikutnya bagi para pemanah terbaik hasil seleksi Kejurkab, dan menjadi tolok ukur sejauh mana pembinaan di Kabupaten Magelang mampu bersaing di tingkat provinsi.
Jadwal yang berdekatan antara Kejurkab pada 1 November dan Kejurprov Junior pada 14 sampai 15 November membuat masa persiapan menuju Jepara menjadi singkat, tetapi juga membuat hasil Kejurkab masih segar sebagai bahan evaluasi. Para pemanah yang terpilih dapat langsung melanjutkan latihan dengan catatan teknik dan hasil yang baru saja mereka peroleh di Tempuran, sementara pelatih dapat menyusun program pemantapan berdasarkan data prestasi yang terkumpul di Kejurkab.
Perhatian terhadap olahraga daerah di Kabupaten Magelang sendiri tidak berhenti pada satu arena. Di Kota Mungkid, misalnya, GOR Gemilang selama bertahun-tahun menjadi panggung utama berbagai kegiatan besar Kabupaten Magelang, mulai dari pekan olahraga pelajar sampai pelepasan kontingen provinsi, sehingga gedung olahraga memang memiliki peran penting dalam perjalanan atlet daerah dari seleksi tingkat kabupaten menuju kompetisi yang lebih tinggi. Keberadaan arena-arena seperti itu melengkapi peran GOR R. Soesiswo di Tempuran sebagai tempat Kejurkab 2026 digelar.
Seluruh rangkaian Kejurkab Panahan Magelang 2026 ini, sebagaimana dilaporkan dalam artikel Jateng Press, menegaskan satu hal, yaitu bahwa prestasi panahan Kabupaten Magelang dibangun melalui kompetisi yang terukur, seleksi yang ketat, dan pembinaan usia dini yang konsisten. Gelar juara umum MAC dengan 22 emas, 15 perak, dan 10 perunggu menjadi penanda capaian itu, sekaligus menjadi modal percaya diri bagi kontingen Kabupaten Magelang yang akan bertanding di Jepara pada pertengahan November 2026.


