Sabtu, 24 Oktober 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Magelang Raya » Musim Hujan Magelang Diprediksi Mundur ke Akhir November,…
Magelang Raya

Musim Hujan Magelang Diprediksi Mundur ke Akhir November, Warga Diminta Waspadai Kekeringan dan Longsor

BMKG memprediksi musim hujan di Magelang baru mulai pada minggu ketiga November 2026, mundur lebih dari sebulan akibat El Niño. Saat ini Magelang berstatus siaga kekeringan, sementara delapan kecamatannya tercatat rawan longsor ketika puncak hujan tiba.

Oleh Intan Larasati Sabtu, 24 Oktober 2026 · 06.50 WIB
Musim Hujan Magelang: ilustrasi hujan turun di atas perbukitan berteras hijau dan emas, desa kecil, dan siluet gunung berapi di kejauhan
Ilustrasi: Hujan turun di atas perbukitan dan desa di Magelang. BMKG memprediksi musim hujan baru mulai pada minggu ketiga November 2026.

MAGELANG — Musim hujan Magelang diprediksi baru mulai pada minggu ketiga November 2026. Prakiraan itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di sela kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Balai Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (15/10/2026). Artinya, warga Magelang masih harus melewati beberapa pekan kemarau, padahal saat ini daerah ini justru berstatus siaga kekeringan.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa fenomena El Niño membuat musim kemarau tahun 2026 menjadi lebih panjang dan kering dari biasanya. “Hampir seluruh wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan itu di akhir November,” ujarnya.

Untuk Jawa Tengah, awal musim hujan diperkirakan berlangsung bertahap mulai minggu ketiga November 2026. Wilayah selatan umumnya lebih dulu diguyur hujan, disusul wilayah tengah, sedangkan bagian utara cenderung paling akhir. “Secara umum dari wilayah selatan terlebih dahulu, lalu ke area tengah. Biasanya wilayah utara yang paling terakhir,” jelas Teguh. Pada masa awalnya, intensitas hujan umumnya masih ringan hingga sedang. Puncak musim hujan baru diprakirakan terjadi pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027.

Kenapa Musim Hujan Magelang Tahun Ini Terlambat?

Dalam konferensi pers awal musim hujan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah pada 30 September 2026, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Ahli Madya Zauyik Nana Ruslana menyebut awal musim hujan tahun ini mundur lebih dari tiga dasarian, atau lebih dari sebulan, dibandingkan kondisi normalnya. Penyebabnya adalah El Niño kuat dengan indeks positif 2,63 yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027, ditambah Indian Ocean Dipole (IOD) yang mengarah ke tren positif.

Sebesar 58 persen luasan wilayah Jawa Tengah diperkirakan memasuki musim hujan pada November 2026. Secara umum, durasi musim hujan 2026/2027 diperkirakan berlangsung lima hingga enam bulan. Kemarau yang panjang tahun ini pula yang membuat sisi Magelang Gunung Sumbing terbakar hingga 213,4 hektare sebelum akhirnya dinyatakan padam pada Jumat (23/10).

Untuk Saat Ini, Magelang Masih Siaga Kekeringan

Sambil menunggu hujan, warga Magelang masih perlu menghemat air. Dalam peta peringatan dini kekeringan meteorologis periode 11–20 Oktober 2026, BMKG menetapkan Kabupaten Magelang dan Kota Magelang berstatus siaga, satu tingkat di bawah status awas yang diberikan kepada tujuh kabupaten lain di Jawa Tengah. Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, meminta masyarakat dan pemerintah daerah mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terhadap ketersediaan air bersih dan kebutuhan air sektor pertanian.

Goeroeh juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan atau pancaroba. Hujan deras berdurasi singkat, angin kencang, dan petir bisa saja muncul mendahului musim hujan resmi, terutama pada sore hari, meski kemarau belum benar-benar berakhir.

Begitu Hujan Tiba, Giliran Longsor yang Mengintai

Tantangan berikutnya datang saat hujan mulai rutin turun. Hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menunjukkan delapan kecamatan masuk daftar wilayah rawan tanah longsor, yaitu Borobudur, Salaman, Kajoran, Windusari, Kaliangkrik, Tegalrejo, Pakis, dan Ngablak. Sebagian besar wilayah ini berada di lereng pegunungan dan perbukitan dengan kondisi tanah yang labil.

Catatan musim hujan sebelumnya memberi gambaran risikonya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menyebut hanya dalam rentang 11 hingga 18 Januari 2026 tercatat 29 kejadian tanah longsor di Kabupaten Magelang. “Di minggu kemarin saja, dari tanggal 11 hingga 18 Januari tercatat ada 29 kejadian tanah longsor di Kabupaten Magelang. Sehingga kami meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan beberapa hari ini,” pesan Edi saat itu. Pada 13 Januari 2026, BPBD bahkan mengevakuasi warga Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, untuk mengantisipasi longsor yang mengancam keselamatan warga saat hujan deras.

Yang Bisa Disiapkan Warga dari Sekarang

Teguh Rahayu mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah percaya pada isu yang tidak jelas dan selalu memperbarui informasi resmi yang bersumber langsung dari BMKG.

Bagi warga yang tinggal di lereng atau di bawah tebing, panduan kesiapsiagaan bencana menyebut sejumlah tanda awal tanah bergerak yang perlu diwaspadai: retakan tanah baru yang memanjang atau melengkung, pohon dan tiang yang tiba-tiba miring, air sumur atau mata air yang mendadak keruh, suara gemuruh dari arah lereng, hingga pintu dan jendela rumah yang mendadak sulit dibuka. Bila tanda-tanda itu muncul, warga diminta menjauhi lereng dan segera melapor ke perangkat desa atau BPBD.

Persiapan sederhana juga bisa dimulai sebelum hujan rutin tiba: membersihkan saluran air dan selokan di sekitar rumah, memangkas dahan pohon yang rapuh, menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting dan obat-obatan, serta menyepakati titik kumpul keluarga. Di lingkungan sekolah, mitigasi serupa telah berjalan melalui program Sekolah Aman Bencana (SPAB) di Kota Magelang. Jadwal lengkap prakiraan BMKG dan rincian pernyataan Teguh Rahayu di Tegalrejo dapat dibaca dalam laporan BorobudurNews tentang prediksi musim hujan Jawa Tengah.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *