Getuk: Dari Singkong Biasa Menjadi Ikon Oleh-Oleh Magelang
Getuk adalah bukti bahwa singkong sederhana bisa menjadi penggerak ekonomi. Dari dapur-dapur rumahan Magelang, getuk terutama getuk trio yang berwarna-warni telah menjadi oleh-oleh wajib dan identitas rasa kota ini.
Hampir tidak ada wisatawan yang pulang dari Magelang dengan tangan kosong tanpa membawa getuk. Kudapan dari singkong ini telah menjadi oleh-oleh paling identik dengan Magelang, dan di baliknya ada rantai ekonomi yang melibatkan petani singkong, perajin rumahan, sampai toko oleh-oleh di jalur wisata.
Getuk dibuat dari singkong kukus yang ditumbuk halus bersama gula dan kelapa parut. Varian paling terkenal adalah getuk trio, yang tampil bertumpuk dalam tiga warna dan memberi nama pada merek legendaris asal Magelang yang sudah dikenal sejak puluhan tahun. Ada pula getuk goreng yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Ekonomi Singkong yang Menghidupi
Singkong melimpah di lahan-lahan kering Magelang dan sekitarnya. Mengolahnya menjadi getuk menaikkan nilai komoditas ini berkali-kali lipat dibandingkan dijual mentah. Sentra produksi getuk menyerap tenaga kerja lokal, terutama perempuan, dari proses pengupasan, penumbukan, sampai pengemasan.
Di era wisata digital, produsen getuk Magelang mulai memasarkan produknya lewat lokapasar dan media sosial, menjangkau pembeli di luar kota tanpa perantara. Getuk mengajarkan pelajaran ekonomi sederhana: nilai tambah lahir dari pengolahan, dan oleh-oleh yang baik adalah yang membuat pembelinya ingin kembali datang sendiri.


