Sabtu, 24 Oktober 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Magelang Raya » PDAM Kota Magelang Latih Karyawan Jurnalistik dan Konten…
Magelang Raya

PDAM Kota Magelang Latih Karyawan Jurnalistik dan Konten Kreator demi Layanan Aduan Daring

Karyawan PDAM Kota Magelang kini dibekali cara menulis berita, mengelola media sosial, hingga memanfaatkan AI secara etis. Tujuannya satu: aduan pelanggan dijawab cepat, jelas, dan humanis, bukan lagi dengan bahasa template.

Oleh Intan Larasati Sabtu, 24 Oktober 2026 · 01.21 WIB
Ilustrasi pelatihan jurnalistik bagi karyawan PDAM Kota Magelang dengan simbol tetesan air biru di dinding ruangan
Ilustrasi: Suasana pelatihan jurnalistik dan konten kreator bagi karyawan PDAM Kota Magelang. (Ilustrasi: KabarTidar)

PDAM Kota Magelang menggelar pelatihan jurnalistik dan konten kreator bagi sejumlah karyawannya, Jumat (23/10/2026). Pelatihan ini menjadi bagian dari perombakan strategi kehumasan digital perusahaan umum daerah air minum milik Pemerintah Kota Magelang tersebut agar lebih lincah dan berempati dalam melayani pelanggan.

Di era kemajuan digital, tolok ukur kualitas pelayanan publik tidak lagi sekadar seberapa cepat infrastruktur fisik diperbaiki, melainkan juga seberapa cepat informasi didistribusikan kepada warga. Menyadari pergeseran lanskap itu, PDAM Kota Magelang mengambil langkah strategis untuk menyulap para karyawannya menjadi corong informasi publik.

Direktur PDAM Kota Magelang, Ragil Budi Raharja mengatakan, sebagai instansi penyedia layanan dasar, pihaknya dituntut untuk terus berbenah. Peningkatan mutu pelayanan ini, kata dia, tidak hanya berlaku di lapangan, namun juga merambah ke ruang interaksi digital.

“Harapannya setelah pelatihan ini, mental karyawan semakin berani untuk menjawab pertanyaan maupun keluhan dari para pelanggan. Apapun itu, para pelanggan adalah raja dan bos kami bekerja,” kata Ragil, Jumat (23/10/2026).

Perusahaan pelat merah milik Pemkot Magelang itu juga tengah mengebut integrasi sistem guna memberikan layanan aduan pelanggan secara daring (online). Pintu komunikasi kini dibuka seluas-luasnya, mulai dari layanan hotline hingga akun media sosial resmi instansi. Kanal aduan daring ini melengkapi layanan publik digital lain di Kota Magelang, seperti layanan darurat 112 Kota Magelang yang dapat dihubungi warga dalam keadaan darurat.

Belajar Langsung dari Praktisi Media

Guna meruntuhkan tembok bahasa birokrasi komunikasi yang kaku, pelatihan intensif ini menggandeng sejumlah praktisi media arus utama Magelang Ekspres. Mereka di antaranya adalah Pemimpin Redaksi (Pimred) Koran Cetak Magelang Ekspres Malik Salman, Pimred Magelang Ekspres Online Arief Setyoko, jurnalis Kota Magelang Denisa Putri, dan jurnalis sekaligus pegiat media sosial Septiana Syakira.

Pimred Cetak Magelang Ekspres Malik Salman secara khusus membekali peserta dengan teknik wawancara yang tajam, penerapan unsur 5W+1H, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis sebagai asisten penyunting teks. Dalam sesi itu, peserta diajak memahami unsur dasar berita 5W+1H, yakni apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana, agar setiap informasi yang disampaikan ke publik lengkap dan tidak menimbulkan tafsir ganda. Kecerdasan buatan pun dikenalkan sebatas asisten penyunting teks yang digunakan secara etis, bukan pengganti proses memilah dan memeriksa fakta.

Merombak Pola Pikir Kehumasan PDAM Kota Magelang

Pemimpin Redaksi Magelang Ekspres Online, Arief Setyoko menyebut, tantangan terbesar instansi pelayanan publik saat ini adalah mengubah pola pikir penulisan. Staf dituntut beralih dari teks bergaya laporan seremonial menjadi berita yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan warga.

“Kalau ada perbaikan pipa bocor, warga tidak butuh tahu rentetan acara seremonialnya. Mereka hanya butuh informasi yang cepat dan jelas, kapan air di rumah mereka kembali mengalir,” katanya.

Sementara itu, Septiana Syakira mengingatkan, aduan masyarakat yang panik di dunia maya tidak bisa lagi diredam sekadar dengan balasan bahasa template robotik.

“Tim medsos harus lincah menerjemahkan progres perbaikan di lapangan menjadi infografis atau video pendek yang menenangkan pelanggan,” jelas Septiana.

Peserta Akui Lebih Berani Hadapi Komplain

Simulasi manajemen redaksi atau newsroom dalam pelatihan ini rupanya sukses memompa keberanian karyawan. Rut Anindya Rizky, salah satu peserta, mengaku pelatihan ini sangat membantunya dalam mengatasi kecemasan saat menghadapi komplain publik.

“Dulu kami sering bingung dan tegang kalau ada komplain air mati di medsos, takut salah menjawab. Setelah diajari meracik kalimat jurnalistik yang benar, sekarang kami tahu bagaimana memilah fakta dan menyampaikannya kembali ke pelanggan dengan bahasa yang lebih humanis dan solutif,” ungkap perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut.

Ke depan, PDAM Kota Magelang menargetkan terciptanya manajemen komunikasi krisis yang lebih tanggap, transparan, dan mampu meredam misinformasi di tengah keluhan pelanggan. Target itu terutama relevan ketika gangguan layanan terjadi, seperti air mati atau perbaikan pipa bocor, yang selama ini kerap memicu komplain pelanggan di media sosial. Dengan komunikasi yang tanggap dan transparan, informasi resmi diharapkan sampai lebih dulu ke tangan pelanggan sebelum misinformasi menyebar.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *