Pelatihan Bisnis Magelang Bekali 100 Pelaku Usaha Mikro di Gedung Wanita
Sebanyak 100 pelaku usaha mikro dari Magelang Selatan mengikuti pelatihan motivasi bisnis dan kewirausahaan di Gedung Wanita, Selasa (20/10/2026). Wali Kota Damar Prasetyono menekankan pencatatan keuangan, pemisahan kas usaha, dan perhitungan biaya produksi.

MAGELANG — Pelatihan bisnis Magelang yang digelar Pemerintah Kota Magelang membekali 100 pelaku usaha mikro dengan strategi mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Pelatihan motivasi bisnis dan kewirausahaan tersebut berlangsung satu hari di Gedung Wanita Magelang, Selasa (20/10/2026), dan diikuti pelaku usaha mikro dari wilayah Kecamatan Magelang Selatan.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, mengatakan masih banyak pelaku usaha mikro yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola bisnis secara tepat. “Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas pelaku usaha mikro. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan peserta dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya,” kata Syaifullah.
Menurut Syaifullah, pelatihan sehari tersebut menghadirkan praktisi dan pengusaha yang telah berhasil mengembangkan usaha di wilayah Magelang untuk berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada peserta. Kehadiran para praktisi ini dimaksudkan agar peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga belajar dari pengalaman nyata pelaku usaha yang sudah lebih dulu melewati fase merintis.
Dorongan untuk memperkuat kapasitas ini bukan tanpa alasan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Magelang didorong untuk memperkuat pengelolaan keuangan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting agar mereka mampu bertahan dan memperluas pasar, sekaligus berdaya saing di tengah persaingan yang semakin terbuka. Bagi usaha mikro, tantangan terbesar sering kali bukan pada produknya, melainkan pada pengelolaan di balik produk itu: keuangan yang tidak tercatat, pemasaran yang mengandalkan pelanggan lama, dan teknologi yang belum dimanfaatkan.
Materi Pelatihan Bisnis Magelang: dari Pola Pikir hingga Digitalisasi
Salah satu narasumber, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, menjelaskan materi pelatihan yang mencakup pola pikir kewirausahaan, tata kelola usaha, digitalisasi, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan bisnis berkelanjutan. Dalam paparan materinya, Damar memotivasi peserta agar meningkatkan nilai produk melalui kualitas yang konsisten, identitas merek yang kuat, keunikan produk, serta pelayanan yang baik.
“Pelaku usaha juga perlu memahami kebutuhan pelanggan. Agar mampu menciptakan produk yang memiliki daya saing dan mendorong pembelian berulang,” papar Damar. Pesan tersebut menegaskan bahwa produk yang laku bukan semata produk yang murah, melainkan produk yang menjawab kebutuhan pembeli dan membuat mereka kembali lagi.
Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek yang paling ditekankan dalam pelatihan ini. Damar mengingatkan pelaku usaha agar membiasakan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, memisahkan uang usaha dari kebutuhan rumah tangga, serta menghitung biaya produksi sebelum menetapkan harga jual. Dengan cara itu, keputusan bisnis dapat didasarkan pada perhitungan yang jelas, bukan sekadar perkiraan. Banyak usaha mikro yang terlihat ramai tetapi sesungguhnya tidak untung, justru karena pencatatan keuangannya tidak pernah dilakukan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membantu produk lebih mudah ditemukan konsumen, menyederhanakan pemesanan, dan mendukung pencatatan stok maupun transaksi. Bagi pelaku usaha mikro, digitalisasi tidak harus berarti hal yang rumit: katalog produk di media sosial, pemesanan lewat pesan singkat, dan pencatatan penjualan digital sudah cukup untuk memperluas jangkauan pasar. “Pengembangan usaha itu juga membutuhkan kesiapan produksi, pemenuhan pesanan tepat waktu, juga kelengkapan legalitas dan standar yang diperlukan,” imbuh Damar.
Harapan bagi Usaha Mikro Kota Magelang
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Magelang berharap pelaku usaha mikro dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan bisnis sehari-hari, sehingga mendorong pertumbuhan usaha mikro di Kota Magelang. Pelatihan semacam ini melengkapi program peningkatan kapasitas lain yang digelar di Kota Magelang, termasuk pelatihan jurnalistik dan konten kreator yang digelar PDAM Kota Magelang bagi insan perusahaan dan masyarakat.
Bagi pelaku usaha mikro di Magelang Selatan, pekerjaan rumah setelah pelatihan justru baru dimulai: mencatat setiap rupiah yang masuk dan keluar, memisahkan kas usaha dari kas keluarga, menghitung biaya produksi sebelum menentukan harga, dan menjaga kualitas produk agar pelanggan datang kembali. Bila kebiasaan-kebiasaan dasar itu dijalankan secara konsisten, pelatihan sehari di Gedung Wanita ini dapat menjadi titik awal usaha yang lebih tertata dan berdaya saing. Laporan lengkap mengenai pelatihan ini dapat dibaca dalam artikel BorobudurNews tentang 100 pelaku usaha mikro Kota Magelang.


