Sabtu, 24 Oktober 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Pendidikan » Naik VW Klasik Borobudur, SD Mugres dan Spemutu…
Pendidikan

Naik VW Klasik Borobudur, SD Mugres dan Spemutu Jelajahi Tiga UMKM

Keluarga guru dan karyawan SD Mugres dan Spemutu dari Gresik naik VW klasik menyusuri Borobudur: mencicipi madu Ashfa Madu, yangko Eka Eco, dan praktik membuat rengginang Bu Yanti, dalam kegiatan Pembinaan Keluarga Guru dan Karyawan.

Oleh Intan Larasati Sabtu, 24 Oktober 2026 · 18.10 WIB
VW Klasik Borobudur: ilustrasi mobil VW klasik membawa keluarga menyusuri desa hijau dengan kios UMKM dan perbukitan Menoreh di latar
Ilustrasi VW klasik menyusuri desa di kawasan Borobudur.

BOROBUDUR — Keluarga besar guru dan karyawan SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dan B serta SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menjelajahi kawasan wisata VW Klasik Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (23/10/2026). Rombongan dari Gresik, Jawa Timur, itu memadukan wisata dengan kunjungan edukatif ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Borobudur.

Kegiatan tersebut bernama Pembinaan Keluarga Guru dan Karyawan. Penyelenggaranya adalah Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik. Mengusung semangat kebersamaan yang edukatif dan rekreatif, tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan guru dan karyawan beserta keluarganya.

Selain itu, kegiatan ini juga mengajak peserta mengenal potensi UMKM lokal. Peserta tidak hanya berwisata, tetapi juga mengenal proses produksi dan mencicipi berbagai produk unggulan masyarakat setempat. Perpaduan rekreasi dan edukasi inilah yang menjadi ciri perjalanan kali ini.

Pembukaan: Foto Bersama dan Pelepasan Balon

Kegiatan diawali dengan berkumpulnya seluruh peserta untuk mengikuti pembukaan. Suasana akrab terlihat ketika para guru, karyawan, dan keluarga mengabadikan momen melalui foto bersama. Acara kemudian berlanjut dengan pelepasan balon secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan semangat baru.

Harapannya, agar keluarga besar Dikdasmen-PNF PCM Gresik semakin solid dalam menjalankan peran di dunia pendidikan. Kebersamaan yang dibangun di luar ruang kelas dan ruang kerja itu diharapkan terbawa kembali ke sekolah, menjadi modal kekompakan dalam menjalankan tugas pendidikan sehari-hari.

Keseruan semakin terasa ketika peserta berfoto di atas mobil VW yang menjadi kendaraan utama selama perjalanan wisata. Bentuk kendaraan yang ikonik memberikan pengalaman tersendiri dan menghadirkan suasana santai, sehingga seluruh keluarga dapat menikmati perjalanan bersama. Jajaran PCM Gresik bersama Majelis Dikdasmen-PNF juga mengabadikan kebersamaan di Lembah Menoreh, Borobudur, bersama keluarga guru dan karyawan.

Para peserta menikmati pengalaman wisata yang berbeda dengan menaiki mobil Volkswagen (VW) klasik. Tidak sekadar menikmati perjalanan, mereka juga mengenal potensi UMKM di sekitar Borobudur dari balik kemudi kendaraan yang sudah menjadi ikon wisata kawasan ini.

Rute VW Klasik Borobudur: Tiga UMKM yang Disinggahi

Setelah pembukaan, rombongan berkeliling kawasan sekitar Borobudur untuk mengunjungi tiga UMKM lokal. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda utama karena peserta tidak hanya berwisata, namun juga mengenal proses produksi dan mencicipi berbagai produk unggulan masyarakat setempat.

Destinasi pertama ialah Ashfa Madu, sebuah peternakan lebah madu di Desa Tanjungsari, Borobudur. Di tempat ini, peserta mengenal budidaya lebah dan produk madu. Mereka juga berkesempatan mencicipi madu asli beserta berbagai olahannya. Pengalaman tersebut memberikan gambaran tentang potensi usaha berbasis hasil alam yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Yangko Eka Eco, UMKM yang memproduksi makanan bernama yangko di Desa Wanurejo, Borobudur. Para peserta berkesempatan menikmati makanan yang terkenal memiliki cita rasa lezat tersebut sambil menyeruput teh hangat bersama keluarga. Suasana santai dan penuh keakraban menjadikan kunjungan ini sebagai salah satu momen yang memperkuat interaksi antarpeserta di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Destinasi ketiga ialah rumah produksi Rengginan Bu Yanti yang juga di Desa Wanurejo. Di tempat ini, peserta tidak hanya menyaksikan proses pembuatan makanan tradisional tersebut, tetapi juga mempraktikkan cara membuatnya secara langsung. Pengalaman ini menjadi daya tarik tersendiri karena peserta dapat mengenal tahapan produksi rengginang, mulai dari pengolahan bahan hingga menjadi makanan siap saji.

Setelah mempraktikkan proses pembuatannya, peserta juga mencicipi rengginang olahan. Teksturnya yang renyah dengan cita rasa gurih membuat kunjungan semakin berkesan. Selain menjadi kegiatan rekreatif, kunjungan tersebut turut memperkenalkan pentingnya menjaga keberlangsungan makanan tradisional dan mendukung pelaku UMKM agar terus berkembang.

Jejaring ekonomi desa di sekitar candi sendiri sudah lama dibangun, antara lain lewat Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di 20 desa Kecamatan Borobudur, yang menaungi homestay, resto, dan etalase UMKM. Kunjungan SD Mugres dan Spemutu ke tiga UMKM di Tanjungsari dan Wanurejo itu sejalan dengan denyut ekonomi desa tersebut: wisatawan datang, warga memproduksi, dan produk lokal yang dibeli menjadi penghasilan warga.

Meita: Ruang untuk Saling Mengenal Lebih Dekat

Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari, M.Pd., menyampaikan bahwa momen Pembinaan Keluarga Guru dan Karyawan ini memiliki arti penting, terutama dalam membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan antara guru, karyawan, serta keluarga besar sekolah.

“Acara ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara keluarga besar sekolah. Di tengah kesibukan menjalankan tugas pendidikan, kita membutuhkan ruang untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi kebahagiaan, dan memperkuat semangat kekeluargaan,” ungkap Meita.

Harapannya, lanjut Meita, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat membawa energi positif ketika kembali menjalankan tugas di sekolah. Pesan itu menutup lingkaran tujuan kegiatan: kebersamaan yang dibangun dalam perjalanan kembali ke ruang kelas sebagai semangat kerja.

Melalui kegiatan ini, Majelis Dikdasmen-PNF PCM Gresik berupaya menghadirkan ruang kebersamaan yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi. Utamanya, kegiatan ini juga memperkuat nilai silaturahmi, kekeluargaan, dan kepedulian terhadap potensi ekonomi masyarakat.

Kunjungan ke tiga UMKM di sekitar Borobudur menunjukkan bahwa perjalanan wisata dapat berpadu dengan kegiatan edukatif dan pengalaman langsung yang bermanfaat. Peserta dapat menikmati suasana wisata, mencicipi produk lokal, serta mengenal proses produksi makanan dan hasil peternakan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Kebersamaan yang terbangun sepanjang perjalanan menjadi bekal positif bagi seluruh keluarga besar SD Mugres dan Spemutu. Lebih dari sekadar meninggalkan kenangan indah, kegiatan ini akan mampu memperkuat rasa persaudaraan dan meningkatkan kekompakan, lebih-lebih untuk menumbuhkan semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kecamatan Gresik. Liputan lengkap perjalanan ini dapat dibaca pada artikel Tagar.co tentang kunjungan SD Mugres dan Spemutu.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

1 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *