Perempuan asal Magelang Ditemukan Meninggal di Pantai Krakal, Penyebabnya Masih Diselidiki
Seorang perempuan berinisial KK (29), warga Bandongan, Kabupaten Magelang, ditemukan meninggal di Pantai Krakal, Gunungkidul, Kamis malam. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.

MAGELANG, KABARTIDAR — Seorang perempuan asal Kabupaten Magelang ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Krakal, Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/10/2026) malam. Polisi memastikan korban berinisial KK (29), warga Kalegen, Bandongan, Kabupaten Magelang.
Kronologi Penemuan Jenazah di Pantai Krakal
Penemuan bermula pada Kamis petang. Sekitar pukul 18.56 WIB, seorang warga bernama Paryana (31) melihat seorang perempuan duduk sendirian di atas sepeda motor di dekat gazebo di sisi barat Pantai Krakal. Sekitar satu jam kemudian, pukul 20.00 WIB, Antoro (48), warga Bruno, Ngestirejo, yang sedang mencari gurita di kawasan pantai, menemukan sesosok jenazah perempuan dalam posisi tengkurap di pesisir perairan. Warga sekitar membantu mengamankan jenazah agar tidak terbawa arus, sebelum temuan itu dilaporkan kepada Tim SAR Pantai Krakal dan kepolisian.
Jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan bersama Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron ke RSUD Wonosari untuk pemeriksaan dan identifikasi. Di sekitar lokasi, petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna merah muda, sebuah helm, serta dompet berisi kartu identitas di dalam jok motor. Barang-barang itu menjadi petunjuk awal untuk mengidentifikasi korban. “Berdasarkan hasil identifikasi, mayat perempuan yang ditemukan di Pantai Krakal, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, diketahui berinisial KK, berusia 29 tahun, warga Kalegen, Bandongan, Magelang, Jawa Tengah,” kata Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyatna, Jumat (23/10/2026) dini hari.
Keluarga Sempat Mencari Korban
Sebelum jenazah ditemukan, pihak keluarga sempat menyebarkan informasi kehilangan melalui media sosial. Menurut keterangan keluarga yang beredar, korban berpamitan meninggalkan rumah pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB untuk menjenguk bayinya di RS Merah Putih, tetapi tidak pernah tiba di rumah sakit tersebut. Setelah identitas dipastikan, polisi menghubungi pihak keluarga. Keluarga kemudian mendatangi ruang jenazah RSUD Wonosari dan menjemput jenazah pada Jumat sekitar pukul 03.00 WIB untuk dibawa ke rumah duka. “Pihak keluarga saat ini sudah terhubung dan sudah datang ke ruang jenazah RSUD Wonosari untuk proses pengambilan jenazah,” ujar Agus.
Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Hingga kini kepolisian belum menyampaikan penyebab pasti kematian korban. Jenazah menjalani pemeriksaan medis di RSUD Wonosari, sementara polisi masih melakukan pendalaman. Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, menuturkan jenazah pertama kali diketahui warga yang sedang mencari biota laut di sekitar pantai. “Pertama melihat sebuah kain. Setelah didekati, ternyata di sebelah utaranya ada jenazah yang sudah menepi,” kata Surisdiyanto kepada wartawan di Gunungkidul, Jumat (23/10/2026). KabarTidar menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan akan memperbarui berita ini setelah ada keterangan resmi lanjutan dari kepolisian.
Disusun dari laporan Jogja Berkabar, SuryaPos, dan Media Citra Indonesia.


