Jumat, 23 Oktober 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Ekonomi » Salak Nglumut, Buah Manis dari Lereng Merapi di…
Ekonomi

Salak Nglumut, Buah Manis dari Lereng Merapi di Srumbung

Dari tanah vulkanik lereng barat Merapi di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, lahir salak Nglumut: varietas lokal yang terkenal manis sejak muda dan nyaris tanpa rasa sepat.

Oleh bayu Jumat, 23 Oktober 2026 · 01.10 WIB
Salak Nglumut, Buah Manis dari Lereng Merapi di Srumbung
Ilustrasi buah salak di pohonnya.

Kabupaten Magelang memiliki buah unggulan yang namanya diambil dari tanah kelahirannya: salak Nglumut. Varietas ini berasal dari Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, di lereng barat Gunung Merapi, dan masih berkerabat dekat dengan salak pondoh yang lebih dulu terkenal dari lereng yang sama di sisi Yogyakarta.

Yang membuat salak Nglumut istimewa adalah rasanya. Banyak salak terasa sepat ketika belum benar-benar matang, tetapi salak Nglumut dikenal manis sejak buahnya masih muda dan nyaris tanpa rasa sepat. Daging buahnya tebal dan renyah dengan biji yang relatif kecil, sehingga digemari sebagai buah meja maupun oleh-oleh.

Tumbuh di Tanah Vulkanik

Kebun-kebun salak di Srumbung tumbuh di tanah berpasir sisa material vulkanik Merapi. Tanah yang gembur dan kaya mineral, dipadukan curah hujan pegunungan dan perawatan petani, menjadi modal rasa yang sulit ditiru daerah lain. Bagi banyak keluarga di Srumbung dan sekitarnya, kebun salak adalah penopang ekonomi utama yang diwariskan lintas generasi.

Buah salak dapat dipanen hampir sepanjang tahun, dengan masa panen raya pada bulan-bulan tertentu. Di musim panen, hasil kebun mengalir ke pasar-pasar lokal, tengkulak, sampai pedagang oleh-oleh di jalur wisata Muntilan dan Magelang.

Dari Buah Segar Menjadi Oleh-Oleh

Selain dijual segar, salak Nglumut diolah warga menjadi aneka produk, antara lain manisan, dodol, dan keripik salak. Pengolahan ini memperpanjang umur simpan buah sekaligus menaikkan nilai jualnya, membuka lapangan kerja rumahan terutama bagi ibu-ibu di desa penghasil.

Bagi wisatawan yang melintasi Magelang, mencicipi salak langsung di daerah asalnya memberi pengalaman berbeda: buah dipetik dari kebun lereng gunung berapi, dimakan di tempat yang sama tempat ia tumbuh. Salak Nglumut membuktikan bahwa kekayaan Magelang bukan hanya candi dan gunung, melainkan juga rasa manis yang tumbuh dari tanah vulkaniknya.

b

bayu

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *