Bupati Magelang Bertemu Koordinator Suporter Sepak Bola se-Kabupaten
Bupati Grengseng Pamuji bertemu perwakilan koordinator suporter sepak bola se-Kabupaten Magelang. Di tengah bergulirnya Liga Antar Wilayah Piala Bupati dengan 21 tim kecamatan, koordinator suporter menjadi jembatan ketertiban di stadion dan di jalan.

MAGELANG — Bupati Magelang Grengseng Pamuji menghadiri pertemuan bersama perwakilan koordinator Suporter Sepak Bola Magelang se-Kabupaten Magelang, sebagaimana dilaporkan Warta Magelang pada Sabtu (24/10/2026). Pertemuan antara kepala daerah dan para koordinator suporter ini menjadi bagian dari upaya menjaga sepak bola Kabupaten Magelang tetap tertib dan damai, di tengah bergulirnya kompetisi antarkecamatan dan ramainya agenda sepak bola di Magelang Raya.
Suporter adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola daerah. Mereka yang memenuhi tribune, mengawal tim kebanggaannya bertandang, dan menghidupkan atmosfer pertandingan. Karena itu pula, komunikasi antara pemerintah daerah dan koordinator suporter menjadi penting: koordinator adalah jembatan antara klub, aparat, dan ribuan suporter di lapangan. Pertemuan seperti yang dilaporkan pada 24 Oktober 2026 itu menempatkan para koordinator sebagai mitra dalam menjaga ketertiban, bukan sekadar penonton.
Suporter Sepak Bola Magelang dan Pentingnya Koordinasi
Kabupaten Magelang memiliki basis suporter yang luas. Setiap kecamatan memiliki timnya sendiri yang berlaga di Liga Antar Wilayah Piala Bupati Magelang, dan setiap tim memiliki pendukungnya. Di level yang lebih tinggi, Magelang Raya juga menjadi rumah bagi PPSM Sakti Magelang, klub yang suporternya dikenal dengan nama Sakti, serta menjadi tuan rumah pertandingan tim lain di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang. Ketika dua kelompok suporter bertemu, baik di stadion maupun di jalan, koordinasi menjadi penentu apakah pertandingan berakhir sebagai pesta atau sebagai persoalan.
Pengalaman Magelang Raya sendiri memberi pelajaran tentang hal itu. Pada Mei 2017, terjadi gesekan antara suporter PSS Sleman dengan suporter PPSM Sakti Magelang yang mengakibatkan beberapa korban luka-luka. Melihat hal tersebut, Bupati Sleman, Wali Kota Magelang, Kapolres Magelang Kota, dan Kapolres Sleman memprakarsai sebuah perjanjian damai. Kunjungan balasan kemudian dilakukan Wali Kota Magelang beserta rombongan, termasuk perwakilan suporter PPSM Sakti Magelang, ke Pendopo Dinas Bupati Sleman pada Sabtu (10/6/2017).
Preseden Damai: PPSM dan PSS Sleman 2017
Dalam kunjungan itu, Bupati Sleman menyampaikan harapan agar hubungan kekeluargaan dan persahabatan antara Kabupaten Sleman dan Kota Magelang semakin akrab dan tanpa jarak. “Kami mempunyai maksud untuk supaya kita, hubungan kekeluargaan, hubungan persahabatan antara kami di Kabupaten Sleman dengan Kota Magelang itu menjadi semakin akrab, menjadi tidak ada jaraknya, dan ya ini menjadi persaudaraan yang semakin akrab,” harap Bupati Sleman saat itu. Wali Kota Magelang saat itu, Sigit Widyonindito, menyebut prakarsa perjanjian damai sebagai jalan yang baik untuk menyelesaikan gesekan yang sebelumnya terjadi. “Sehingga kita mengambil prakarsa itu, dan akhirnya bisa terselesaikan dengan baik,” tutur Sigit.
Wali Kota Magelang juga mengingatkan untuk mengambil hikmah dari kejadian tersebut sehingga ke depannya masing-masing daerah dapat berinteraksi secara nyaman dan tidak merasa risau, serta bersinergi dalam bermasyarakat termasuk dalam memajukan bidang olahraga. Pada kesempatan itu pula diserahkan sejumlah bantuan oleh Kapolsek Magelang Kota kepada para korban luka-luka yang diwakili oleh Heruyono selaku suporter PSS Sleman. Kisah itu dikutip dari rilis Media Center Kabupaten Sleman tentang kesepakatan Sleman dan Magelang memajukan persepakbolaan, dan menjadi pengingat bahwa perdamaian suporter harus dirawat lewat pertemuan, bukan hanya lewat imbauan.
Konteks: Liga Antar Wilayah Piala Bupati Sedang Bergulir
Pertemuan Bupati dengan para koordinator suporter pada 24 Oktober 2026 itu berlangsung ketika Liga Antar Wilayah Piala Bupati Magelang sedang bergulir di Stadion Gelora Nusantara Amerta Gemilang, Mungkid. Kompetisi antarkecamatan ini diikuti 21 tim perwakilan kecamatan di Kabupaten Magelang, mulai dari Bandongan FC, Borobudur FC, Candimulyo FC, Dukun FC, Grabag FV, Kaliangkrik FC, Kajoran FC, Mertoyudan City, Mungkid FC, Muntilan FC, Ngablak FC, Ngluwar United, Pakis United, Srumbung United, Salam FC, Salaman FC, Sawangan FC, Secang FC, Tempuran United, Tegalrejo FA, hingga Windusari Warrior.
Menurut deskripsi siaran pertandingan yang beredar, babak penyisihan grup telah memainkan sejumlah laga pada 15–22 Oktober 2026, di antaranya Secang FC melawan Dukun FC dengan skor 3–0, Candimulyo FC melawan Sawangan FC yang berakhir imbang 3–3, Mertoyudan City yang menang telak 9–0 atas Dukun FC, Pakis United yang kalah 0–1 dari Srumbung United, dan Tegalrejo FA yang menang 3–2 atas Kajoran Selection. Dengan puluhan pertandingan dan ribuan suporter yang bergerak antarkecamatan setiap pekannya, peran koordinator suporter menjadi semakin penting untuk memastikan dukungan berjalan tertib, baik di dalam stadion maupun dalam perjalanan menuju dan pulang dari stadion.
Di luar liga antarkecamatan, agenda sepak bola Magelang Raya juga diramaikan ajang lain, termasuk Borobudur Marathon 2026 yang akan digelar 15 November 2026 dan menghadirkan ribuan peserta di kawasan Borobudur. Bagi suporter, pesan yang berlaku umum adalah yang sama di semua ajang: dukung tim dengan suara dan kreativitas, hormati suporter lawan, patuhi arahan petugas di stadion, dan jaga ketertiban dalam perjalanan. Pertemuan Bupati dengan para koordinator suporter se-Kabupaten Magelang pada 24 Oktober 2026 menandai pentingnya jalur komunikasi lewat para koordinator yang setiap pekan memimpin tribune. Rincian kesepakatan pertemuan itu sendiri belum terverifikasi dari sumber yang dapat dibaca.


