Wali Kota Magelang Damar Prasetyono Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik detikJateng-Jogja Awards 2026
Di Batang, Wakil Wali Kota Sri Harso menerima trofi Inovasi Pelayanan Publik untuk Kota Magelang: predikat Kota Sangat Inovatif, peringkat pertama SPM se-Jateng, dan aduan Monggo Lapor yang ditindaklanjuti rata-rata dua hari.

MAGELANG — Penghargaan pelayanan publik Wali Kota Magelang kembali bertambah setelah H. Damar Prasetyono meraih kategori Inovasi Pelayanan Publik dalam ajang detikJateng-detikJogja Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas upaya penguatan inovasi birokrasi, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Magelang.
Penghargaan diserahkan oleh Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Konten detikcom, Ardhi Suryadhi, dan diterima oleh Wakil Wali Kota Magelang, Sri Harso. Penyerahan berlangsung di Nusantara Ballroom, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).
Ajang detikJateng-detikJogja Awards merupakan forum penghargaan bagi tokoh yang berkontribusi terhadap pembangunan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pesertanya mencakup kepala daerah, pemangku kepentingan, serta pengusaha yang berperan dalam pembangunan kedua wilayah tersebut.
Capaian di Balik Penghargaan Pelayanan Publik Wali Kota Magelang
Pencapaian Pemerintah Kota Magelang dalam pelayanan publik terlihat dari predikat Kota Sangat Inovatif yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pada 2026, kota ini juga menempati peringkat pertama kinerja penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kategori kota se-Jawa Tengah dengan skor 99,00.
Selain capaian tersebut, Pemerintah Kota Magelang memperkuat kanal pengaduan masyarakat Monggo Lapor. Rata-rata waktu tindak lanjut aduan melalui kanal itu mencapai sekitar dua hari pada triwulan I 2026. Menurut dokumen Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominsta) Kota Magelang, Monggo Lapor merupakan layanan pengaduan daring lokal yang terhubung dengan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N)-LAPOR, sehingga laporan warga dapat diteruskan dan dipantau penanganannya oleh perangkat daerah terkait.
Penguatan kanal pengaduan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat. Langkah ini berjalan seiring pengembangan sistem pelayanan dan dorongan agar inovasi birokrasi memberikan manfaat langsung bagi warga, termasuk melalui layanan terpadu seperti layanan darurat 112 Kota Magelang yang telah mengantongi sertifikat ISO.
Tradisi Prestasi Pelayanan Publik Kota Magelang
Penghargaan kali ini melanjutkan rangkaian prestasi pelayanan publik yang sebelumnya diraih Kota Magelang. Pada ajang Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2024, Kota Magelang meraih nilai Indeks Pelayanan Publik (IPP) sebesar 4,61 dengan predikat A atau Pelayanan Prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Capaian itu menempatkan Kota Magelang sebagai peringkat keempat tertinggi se-Jawa Tengah dan peringkat ke-12 nasional dari ratusan kabupaten dan kota yang dievaluasi KemenPANRB. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah di Grhadhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (5/5/2025).
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi dari KemenPANRB. Tapi penghargaan ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus memperkuat budaya pelayanan yang prima,” ujar Damar saat menerima capaian tersebut.
“Kami percaya, bahwa pelayanan publik yang baik adalah fondasi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” lanjutnya.
Forum Investasi Menjadi Rangkaian Acara
Penyelenggaraan detikJateng-detikJogja Awards tahun ini mengangkat tema “Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”. Selain penyerahan penghargaan, acara tersebut menghadirkan Forum Investasi Jawa Tengah yang membahas berbagai peluang investasi di provinsi itu.
Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana Dewan KEK Budi Santoso hadir mewakili Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menjadi pembicara, sementara Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Roy Hardi Siahaan dan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Sudaryanto hadir sebagai narasumber tamu.
Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Konten detikcom, Ardhi Suryadhi, menyampaikan bahwa apresiasi dalam ajang ini ditujukan kepada pihak yang telah menjalankan berbagai kegiatan, baik secara personal maupun kelembagaan. “Harapannya ya untuk memberikan apresiasi, Bapak Ibu, bahwa yang sudah dilakukan Bapak Ibu, baik itu secara personal ataupun secara institusi, itu layak diapresiasi,” kata Ardhi.
Dalam forum investasi, Ardhi juga berharap perkembangan industri di Batang memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Tengah, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah. “Kalau misalkan kita bicara terkait investasi, itu jangan sampai investor itu seperti mantan, yang cuma datang tapi memberi harapan, tidak ada hal konkret ataupun investasi yang dihadirkan di kawasan ini,” ujar Ardhi.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong kebijakan untuk meningkatkan daya tarik investasi. Realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun, meningkat 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja. Rincian penyelenggaraan acara ini juga dipublikasikan dalam laporan BSI News yang mengutip detikcom.


