Sabtu, 24 Oktober 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Magelang Raya » RSUD Muntilan Luncurkan Sistem Digital DIAMOND, Uji Coba…
Magelang Raya

RSUD Muntilan Luncurkan Sistem Digital DIAMOND, Uji Coba di Empat Instalasi

RSUD Muntilan meluncurkan sistem digital DIAMOND yang kini diuji coba di empat instalasi. Namanya merangkum tujuannya: digitalisasi terintegrasi, monitoring lebih mudah, dan pelayanan semakin baik, di tengah rangkaian inovasi digital rumah sakit yang sudah berjalan.

Oleh Intan Larasati Sabtu, 24 Oktober 2026 · 13.45 WIB
RSUD Muntilan: ilustrasi gedung rumah sakit dengan layar dasbor digital hijau dan emas
Ilustrasi: Gedung rumah sakit dengan dasbor digital.

MUNTILAN — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan meluncurkan sistem digital DIAMOND, sebuah sistem yang namanya merangkum tujuannya: digitalisasi terintegrasi, monitoring lebih mudah, dan pelayanan semakin baik. Peluncuran ini dilaporkan media lokal pada 9 Oktober 2026, dan KeduPos dalam laporannya menyebut DIAMOND masih dalam tahap uji coba di empat instalasi.

DIAMOND merupakan singkatan yang dipakai RSUD Muntilan sendiri dalam talkshow “Jamus Gemilang” bersama rumah sakit tersebut, yakni Digitalisasi Terintegrasi, Monitoring Lebih Mudah, Pelayanan Semakin Baik. Penekanan pada kata monitoring menunjukkan arah sistem ini: memantau jalannya pelayanan secara digital agar kendala bisa diketahui lebih cepat dan pelayanan kepada pasien menjadi lebih baik.

Apa Fungsi Sistem Digital DIAMOND?

Laporan Harianjogja yang memberitakan peluncuran ini menyebut DIAMOND sebagai sistem digital dan mengulas fungsinya bagi pelayanan rumah sakit. Namun, rincian mengenai empat instalasi yang menjadi lokasi uji coba belum diuraikan dalam laporan yang tersedia untuk penulisan artikel ini. Karena itu, artikel ini hanya mencatat fakta peluncuran dan tahap uji coba tersebut, tanpa menambahkan rincian fungsi maupun nama instalasi yang belum terverifikasi.

Yang dapat dipastikan adalah konteksnya: DIAMOND hadir di tengah rangkaian digitalisasi yang sudah berjalan di RSUD Muntilan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Magelang ini dalam beberapa tahun terakhir memindahkan banyak proses pelayanan dari kertas ke sistem digital, mulai dari pendaftaran pasien hingga hasil pemeriksaan penunjang.

Layanan Digital yang Sudah Berjalan di RSUD Muntilan

Terpisah dari DIAMOND, sejumlah inovasi digital RSUD Muntilan dipaparkan dalam kegiatan Sosialisasi Inovasi RSUD Muntilan yang dilaksanakan di aula Borobudur, RSUD Muntilan, pada Rabu (22/10). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Magelang, Muhamad Anas, dan Ketua Komite K3 RSUD Muntilan, Afif Maskuri.

Afif Maskuri menjelaskan, pasien RSUD Muntilan dapat mendaftar melalui aplikasi SIMPONI mulai H-7 hingga pukul 11.00 pada hari pelayanan, sekaligus memilih poli, dokter, dan jadwal. Inovasi berikutnya adalah Rekam Medis Elektronik atau RME. “Dulu data rekam medis masih kertas dan untuk mencarinya petugas harus menek-menek [memanjat]. Sekarang semua data tersimpan digital, hemat ruang dan hemat waktu,” katanya.

Sistem laboratorium rumah sakit saat ini menggunakan MedQlab. Jika dulu pasien harus antre di laboratorium untuk pendaftaran, pemeriksaan, dan pengambilan hasil, kini hasil laboratorium tidak perlu diambil karena sudah tersistem masuk ke dalam RME. “Sistem RME sudah tersedia di poliklinik masing-masing sehingga keluarga pasien tidak perlu antre ambil di lab. Demikian juga untuk radiologi, arsipnya sama, hasilnya langsung di komputer dokter pemeriksa, jadi tepat waktu,” jelasnya.

Inovasi lainnya adalah ROBAT, yakni layanan pengiriman obat ke rumah pasien sehingga pasien bisa langsung pulang. Rumah sakit bekerja sama dengan koperasi rumah sakit untuk jasa antar ini, dan dalam sehari bisa sampai 60 pasien yang menggunakan layanan tersebut, meski ada pengecualian untuk obat tertentu yang tidak bisa menggunakan jasa ini. Adapun Hospitarasa adalah layanan homecare yang lahir karena banyak pasien pascaoperasi mengalami infeksi bila dirawat sendiri di rumah. “Karena kalau dirawat sendiri di rumah berisiko infeksi, jadi ada ide dirawat oleh tenaga medis di rumah. Awalnya layanan ini hanya untuk perawatan luka, sekarang bisa perawatan dan pemasangan NGT, untuk pemeriksaan laboratorium juga,” ujar Afif.

DPRD Minta Inovasi Dijaga dan Disempurnakan

Dalam sosialisasi yang sama, Muhamad Anas menjelaskan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi dalam mendukung inovasi rumah sakit: fungsi legislasi, yaitu mendorong pembentukan peraturan daerah yang mendukung percepatan inovasi dan tata kelola RSUD yang profesional; fungsi anggaran, yaitu memastikan alokasi anggaran yang memadai, fleksibel, dan terarah untuk pengembangan sarana prasarana dan teknologi kesehatan; serta fungsi pengawasan, yaitu memonitor implementasi inovasi agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“RSUD Muntilan telah menunjukkan inovasi yang patut diapresiasi, tolong dipertahankan, seperti inovasi Hospitarasa dan ROBAT. Kami berpesan agar RSUD Muntilan memastikan konsumen puas, agar tumbuh loyalitas dan fanatisme. Bikinlah loyalitas terhadap pelanggan, dengan cara njawani, urusan pasien merasa terlayani, harga wajar, pengantar senang,” pesan Muhamad Anas. Ia menegaskan DPRD tidak hanya sebatas menyetujui anggaran, namun juga menjadi mitra yang proaktif dalam ekosistem inovasi, dan mendorong RSUD Muntilan tidak hanya memberikan pelayanan minimal, tetapi menjadi pusat keunggulan.

Digitalisasi layanan publik juga berjalan di sektor lain di Magelang, seperti PDAM Kota Magelang yang mengintegrasikan layanan pengaduan daring ke dalam kanal resminya. Bagi RSUD Muntilan, kehadiran DIAMOND menjadi langkah lanjutan dari rangkaian inovasi yang sudah berjalan, dengan janji yang sama: proses yang terpantau, antrean yang berkurang, dan pelayanan yang semakin baik bagi warga Kabupaten Magelang. Laporan lengkap mengenai inovasi-inovasi RSUD Muntilan dapat dibaca dalam berita PPID Kabupaten Magelang tentang sosialisasi inovasi RSUD Muntilan.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *