38 Warga Tidarsari Diduga Keracunan Siomai, Biaya Pengobatan Ditanggung Pemerintah
Sebanyak 38 warga Tidarsari, Kota Magelang, bergejala setelah menyantap siomai pada acara perkumpulan RT. Satu warga masih dirawat, dan biaya pengobatan seluruh korban ditanggung pemerintah.

MAGELANG, KABARTIDAR — Sebanyak 38 warga Kelurahan Tidarsari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, mengalami gejala diduga keracunan siomai setelah menyantap makanan yang disajikan dalam acara perkumpulan RT. Hingga Kamis (22/10/2026), satu orang masih menjalani rawat inap di rumah sakit, sementara biaya pengobatan seluruh korban dipastikan ditanggung pemerintah.
Kronologi Dugaan Keracunan Siomai di Tidarsari
Peristiwa bermula dari acara perkumpulan RT di Tidarsari pada Senin (19/10/2026) malam, saat siomai disajikan kepada warga. Keesokan harinya, Selasa (20/10/2026), sejumlah warga mulai merasakan gejala dan laporan dugaan keracunan diterima Dinas Kesehatan Kota Magelang. Jumlah warga bergejala terus bertambah hingga Selasa malam. “Hari Selasa (20/10) dapat laporan (dugaan keracunan). Kemudian sampai hari Selasa malam kan bertambah. Dari dugaan itu kita lakukan investigasi, penyelidikan epidemiologi dan yang utamakan respons pengobatan terhadap mereka yang bergejala sakit. Sampai hari Rabu (21/10), terlaporkan sekitar 38 orang yang mengalami gejala sakit seperti pusing, mual, diare, muntah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Istikomah, kepada detikJateng di kantornya di Kompleks Setda Kota Magelang, Kamis (22/10/2026).
Menurut Istikomah, jumlah korban bertambah secara bertahap karena waktu munculnya keluhan pada setiap orang tidak bersamaan. Data awal yang disampaikan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono di RSUD Tidar, Rabu (21/10/2026), menyebut 23 warga terlapor dengan tiga orang menjalani rawat inap, terdiri atas dua orang dewasa dan satu anak, sedangkan 20 orang lainnya diperbolehkan pulang. Data Dinas Kesehatan hingga hari yang sama kemudian mencatat total 38 warga bergejala, dengan lima orang sempat menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Tidar Kota Magelang.
Gejala Umumnya Ringan hingga Sedang
Gejala yang dialami warga meliputi pusing, mual, diare, dan muntah. Istikomah memastikan kondisi para korban secara umum tergolong ringan hingga sedang. “Tapi, secara umum gejalanya ringan-sedang, tidak ada sampai berat atau meninggal,” ujarnya. Dinas Kesehatan memprioritaskan penanganan medis bagi seluruh warga yang bergejala, sembari melakukan pendataan dan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan pola kejadian dan faktor risikonya.
Hingga kini penyebab pasti dugaan keracunan siomai itu belum dapat dipastikan. Petugas telah mengumpulkan sampel makanan dan air dari lokasi dan mengirimkannya ke laboratorium kesehatan. “Kita memang bisa mengumpulkan sampel makanan dan air. Kita kirim ke labkes kita dan kita masih menunggu hasilnya. Tapi, yang penting penanganan terhadap pasien sudah dilaksanakan. Kalau nggak salah tinggal satu yang rawat inap ya, yang lain sudah (pulang),” kata Istikomah. Hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan memastikan penyebab kejadian, melengkapi data epidemiologi yang sedang disusun, sebagaimana dilaporkan BorobudurNews.
Adapun biaya pengobatan seluruh korban dipastikan ditanggung Pemerintah Kota Magelang agar tidak ada pasien yang terkendala pembiayaan. “Kita jamin semuanya korban ini dari sisi pengobatan, pembiayaan tidak ada yang terkendala, ditanggung pemerintah,” tambah Istikomah. Dinas Kesehatan Kota Magelang mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan, terutama saat menyajikan hidangan dalam kegiatan bersama, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan.
Disusun dari laporan detikJateng dan BorobudurNews.


