Api Gunung Sumbing Belum Padam, Titik Api Kembali Terdeteksi di Lereng Magelang
Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing berkobar sejak Senin dan menjalar ke lereng sisi Magelang. Tim gabungan masih memadamkan api di medan terjal, sementara seluruh jalur pendakian ditutup.
MAGELANG, KABARTIDAR — Kebakaran Gunung Sumbing belum sepenuhnya padam hingga Jumat (23/10/2026). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berkobar sejak Senin (19/10/2026) itu menjalar lintas kabupaten dan mencapai lereng sisi Magelang. Titik api dilaporkan kembali terdeteksi di lereng sisi Kabupaten Magelang, sementara tim gabungan masih berjibaku memadamkan api di medan terjal tanpa sumber air.
Api bermula dari kawasan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Tiupan angin kencang membuat kobaran menjalar lintas kabupaten hingga memasuki wilayah Magelang. Kepala BKPH Magelang Perhutani KPH Kedu Utara, Yulianto, mengatakan titik api mulai terdeteksi memasuki wilayah Magelang pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kebakaran Gunung Sumbing Meluas di Lereng Magelang
Di sisi Magelang, api membakar kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangli. Hingga Rabu (21/10/2026) pagi, luas yang terbakar di petak II A diperkirakan mencapai 19,4 hektare dari total luas baku 38,8 hektare. “Luas baku 38,8 hektare, diperkirakan sudah separuh hangus terkena api,” kata Yulianto di Basecamp Butuh.
Luas itu membengkak dalam hitungan jam. Berdasarkan pemantauan hingga Rabu pukul 15.00 WIB, Yulianto menyebut total lahan terbakar mencapai 79,3 hektare dari luas baku 115,60 hektare yang dipantau. Api masih menyala di tiga anak petak, yakni Petak 2A-7, 2A-13, dan 2A-28. “Belum padam. Menurut pemantauan kami masih ada di tiga anak Petak 2A-7, Petak 2A-13 dan Petak 2A-28,” ujarnya. Vegetasi yang terbakar meliputi krinyu, ilalang, akasia, cemara, dan pakis. “Kebanyakan sabana yang mayoritas terbakar, tapi ini sudah turun di vegetasi atau di hutan lindung,” kata Yulianto.
Angka antarinstansi masih bergerak. Dalam rekapitulasi BPBD Jawa Tengah per Kamis (22/10/2026), kebakaran Gunung Sumbing tercatat meliputi sekitar 300 hektare di wilayah Wonosobo dan 16,2 hektare di wilayah Magelang, sedangkan luasan di Temanggung masih dihitung. Digabung kebakaran Gunung Lawu, total lahan terbakar di dua gunung itu mencapai 806 hektare.
Pemadaman Terkendala Medan Terjal
Pemadaman di lereng Magelang terkendala medan ekstrem. Titik api berada di tebing curam di bawah puncak dan tidak ada sumber air di sekitar lokasi, sehingga petugas mengandalkan peralatan manual. “Intinya kita cuma membawa alat seadanya dengan kemampuan kita. Sebab, proses pemadaman masih (dilakukan secara) manual,” ungkap Yulianto.
Pemerintah Kabupaten Magelang mengerahkan tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Damkar, Masyarakat Peduli Api, dan relawan. Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyatakan kejadian itu langsung ditindaklanjuti begitu dilaporkan. “Kejadian itu sudah dilaporkan untuk ditindaklanjuti tanpa menunggu kebakaran mengganggu aktivitas masyarakat, agar kejadian itu tidak merembet menjadi besar,” ujar Grengseng, dikutip dari portal resmi Pemkab Magelang. Kepulan asap terpantau dari sejumlah permukiman di lereng Sumbing, seperti Dusun Butuh di Kecamatan Kaliangkrik dan Desa Sukomakmur di Kecamatan Kajoran.
Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
Seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing ditutup. Pengelola Basecamp Butuh, Lilik Setiyawan, menyebutkan jalur dan kawasan disterilkan sejak Selasa siang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sebanyak 152 pendaki yang berada di gunung berhasil dievakuasi turun dengan selamat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah bahkan meminta penutupan sementara seluruh jalur pendakian gunung di Jawa Tengah melalui surat tertanggal 21 Oktober 2026. “Kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah,” kata Kepala DLHK Jawa Tengah Heru Djatmika.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah menaikkan status menjadi tanggap darurat agar penanganan dapat didukung operasi pemadaman udara (water bombing) oleh BNPB. Adapun penyebab kebakaran Gunung Sumbing ini belum diketahui pasti. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menyebut dugaan awalnya adalah kesalahan manusia. “Dari dua kejadian gunung terbakar ini atau karhutla di Gunung Lawu dan Sumbing, dugaan awal itu kesalahan manusia,” ujar Bergas. Gubernur Jawa Tengah meminta kepolisian menyelidiki ada tidaknya unsur kesengajaan.
Perhutani KPH Kedu Utara menyatakan penanganan di petak 2 RPH Mangli yang berbatasan dengan Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, dilakukan bersama lintas sektoral, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, dan masyarakat sekitar. “Perhutani juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api di sekitar kawasan hutan,” ujar Yulianto dalam keterangan resmi Perhutani, Jumat (23/10/2026).
Disusun dari laporan Kompas.com, detikJateng, Perhutani, BPBD Jawa Tengah, dan Pemkab Magelang.


