Kakanwil Ajak ASN Kemenag Kota Magelang Hadirkan Layanan Berdampak dan Dorong Zakat Wakaf
Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab membina 250 ASN dan PPPK Kemenag Kota Magelang di Aula MAN Kota Magelang: layanan harus berdampak, zakat dan wakaf dioptimalkan untuk pemberdayaan ekonomi umat, dan di hari yang sama GelisQu diluncurkan.

MAGELANG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, melakukan pembinaan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Magelang di Aula MAN Kota Magelang, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas dan profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pembinaan tersebut menyasar seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Magelang. Dalam laporannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Maesaroh, menyampaikan bahwa jajaran Kemenag Kota Magelang memiliki 250 ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari jumlah tersebut, masih terdapat lima pegawai berstatus paruh waktu yang diharapkan dapat segera memperoleh penyelesaian sesuai ketentuan.
Maesaroh juga berharap pembinaan dari Kakanwil dapat memberikan dorongan semangat dan memperkuat inovasi program kerja yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Harapan itu sejalan dengan tujuan pembinaan: ASN Kemenag tidak cukup bekerja sesuai prosedur, tetapi juga harus menghadirkan program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh umat.
Pembinaan ASN Kemenag Kota Magelang: Syukur, Bangga, dan Layanan Tanpa Batas Waktu
Dalam arahannya, Saiful Mujab mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menanamkan rasa syukur dan bangga menjadi bagian dari Kemenag. Menurutnya, kontribusi pegawai Kemenag turut mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, aman, dan nyaman.
Ia mencontohkan, pelayanan Kemenag berlangsung hampir tanpa batas waktu. Penghulu tetap melayani pernikahan pada akhir pekan, sementara penyuluh agama hadir di tengah masyarakat melalui doa bersama, pengajian, dan ceramah keagamaan. Pelayanan semacam itu, kata Saiful, adalah wajah Kemenag yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
“Kehadiran Kementerian Agama harus mampu memberikan ketenangan dan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, layanan yang berdampak harus terus kita kawal dan tingkatkan bersama,” pesannya.
Pesan tersebut menegaskan satu tolok ukur bagi ASN Kemenag Kota Magelang: setiap layanan dinilai dari dampaknya, bukan sekadar dari selesainya administrasi. Ketenangan dan manfaat bagi masyarakat menjadi ukuran apakah sebuah program kerja benar-benar berdampak atau hanya berjalan di atas kertas.
Zakat dan Wakaf sebagai Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Umat
Saiful Mujab juga menegaskan bahwa peran ASN Kemenag tidak terbatas pada pelayanan keagamaan dan pembinaan spiritual. Pegawai Kemenag diharapkan turut berkontribusi dalam menggerakkan pemberdayaan ekonomi umat, antara lain melalui optimalisasi pengelolaan zakat dan wakaf.
Dalam kerangka itu, zakat dan wakaf ditempatkan bukan sekadar sebagai urusan ibadah individual, melainkan sebagai instrumen pemberdayaan yang pengelolaannya harus dioptimalkan agar manfaatnya menjangkau masyarakat yang membutuhkan. ASN Kemenag, yang sehari-hari bersentuhan dengan masjid, musala, madrasah, dan lembaga keagamaan, berada pada posisi strategis untuk menggerakkan optimalisasi tersebut.
Penekanan ini sekaligus memperluas cakupan pembinaan: dari soal disiplin dan profesionalisme aparatur, menuju soal bagaimana aparatur Kemenag ikut menjawab persoalan ekonomi umat di wilayah kerjanya. Layanan yang berdampak, dengan demikian, mencakup dua sisi sekaligus, yakni pelayanan keagamaan yang menenangkan dan pemberdayaan ekonomi yang memandirikan.
GelisQu Diluncurkan di Sela Pembinaan
Pada hari yang sama dan di tempat yang sama, Saiful Mujab juga melaunching Gerakan Literasi Al-Qur’an (GelisQu) Kantor Kementerian Agama Kota Magelang. Gerakan ini menjadi upaya untuk menumbuhkan budaya membaca Al-Qur’an sekaligus mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Peluncuran tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang Maesaroh, Kepala MAN Kota Magelang Khoirul Umam, serta para pegawai ASN di lingkungan Kemenag Kota Magelang. Di hadapan mereka, Saiful menekankan pentingnya membaca sebagai kunci untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kualitas diri, terutama melalui membaca Al-Qur’an.
“Membaca itu kunci. Apalagi membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Ia berharap, melalui Gerakan Literasi Al-Qur’an, seluruh jajaran Kemenag dapat membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap waktu. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi berlanjut pada pemahaman, pengamalan, hingga menyebarluaskan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat.
Menurutnya, Al-Qur’an hendaknya menjadi pedoman yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, literasi Al-Qur’an tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku yang selaras dengan ajaran Islam.
Saiful Mujab juga memberikan perhatian khusus kepada tenaga pendidik madrasah di Kota Magelang. Ia berharap para guru dapat mengambil peran aktif dalam menanamkan dan menyebarluaskan nilai-nilai Al-Qur’an kepada peserta didik, baik melalui pembelajaran maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui GelisQu, lingkungan Kementerian Agama diharapkan semakin menguatkan budaya literasi Al-Qur’an yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarga, madrasah, dan masyarakat luas.
Integritas, Profesionalisme, dan Inovasi Pelayanan
Melalui pembinaan ini, seluruh ASN Kemenag Kota Magelang diharapkan semakin memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan inovasi pelayanan yang responsif, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tiga hal itu menjadi benang merah dari seluruh arahan Kakanwil: integritas sebagai fondasi, profesionalisme sebagai cara kerja, dan inovasi sebagai jalan agar layanan benar-benar berdampak.
Upaya penguatan kapasitas aparatur di Kota Magelang bukan hanya dilakukan Kemenag. PDAM Kota Magelang, misalnya, menggelar pelatihan jurnalistik dan konten kreator bagi pegawainya sebagai bagian dari penguatan layanan publik. Pola yang sama tampak di Kemenag Kota Magelang: pembinaan aparatur diarahkan agar setiap pegawai, apa pun bidang tugasnya, mampu menghadirkan layanan yang dirasakan manfaatnya oleh warga.
Dengan 250 ASN dan PPPK di jajarannya, Kemenag Kota Magelang memikul tanggung jawab pelayanan keagamaan yang luas, dari pencatatan pernikahan hingga penyuluhan di tengah masyarakat. Pembinaan pada Kamis (22/10/2026) itu menjadi penanda bahwa tanggung jawab tersebut harus dijalankan dengan standar yang sama: layanan yang menenangkan, memberdayakan, dan berdampak nyata. Selengkapnya tentang pembinaan ini dapat dibaca pada rilis Kanwil Kemenag Jawa Tengah, sementara peluncuran GelisQu diuraikan dalam rilis yang sama tentang Gerakan Literasi Al-Qur’an.


