Candi Borobudur Akan Bersinar Biru pada Hari PBB bersama Monas dan IKN
Candi Borobudur akan disinari cahaya biru pada Hari PBB, Sabtu 24 Oktober 2026, bersama Monas dan Ibu Kota Nusantara dalam kampanye global #UNBlue. Penyinaran serentak ini menjadi simbol perdamaian, solidaritas, dan kerja sama antarbangsa pada peringatan HUT ke-81 PBB.

Candi Borobudur bersinar biru pada peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sabtu (24/10/2026), bersama Monumen Nasional (Monas) di Jakarta dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penyinaran itu merupakan bagian dari kampanye global #UNBlue untuk memperingati hari ulang tahun ke-81 PBB, tepat 81 tahun sejak Piagam PBB mulai berlaku pada 1945.
Warna biru yang identik dengan bendera PBB menjadi simbol harapan dan perdamaian. Menurut PBB, biru melambangkan perdamaian, persatuan, dan harapan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak konflik dan bencana di berbagai belahan dunia.
Kampanye UN Blue diluncurkan pertama kali pada 2015 untuk memperingati ulang tahun ke-70 PBB. Sejak itu, kampanye ini berkembang menjadi tradisi global yang menyatukan negara, kota, dan komunitas di seluruh dunia. Ratusan landmark dunia, dari Piramida Giza di Mesir, Menara Eiffel di Paris, hingga Gedung Opera Sydney, pernah disinari cahaya biru PBB. Pada peringatan tahun sebelumnya, sekitar 200 monumen di berbagai negara turut diterangi cahaya biru, termasuk tiga lokasi ikonik di Indonesia.
Borobudur Bersinar Biru, dari Monas hingga Ibu Kota Nusantara
Direktur Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta, Miklos Gaspar, mengatakan penyinaran tiga ikon Indonesia itu menghubungkan perjalanan bangsa dengan cita-cita bersama masyarakat dunia. “Dari Monas hingga Borobudur sampai Ibu Kota Nusantara, kita semua memiliki cerita. Menerangi tempat-tempat ini dengan warna biru PBB menghubungkan cerita tersebut dengan sesuatu yang lebih besar,” ujar Miklos Gaspar.
Ia menegaskan, upaya menjaga perdamaian tidak hanya bergantung pada perundingan antarnegara, tetapi juga pada sikap masyarakat dalam menghadapi perbedaan dan membangun kerja sama. Ketiga ikon itu merepresentasikan perjalanan Indonesia: Monas melambangkan perjuangan kemerdekaan, Borobudur mewakili kekayaan warisan budaya, dan IKN menggambarkan pembangunan masa depan bangsa.
Di Jakarta, cahaya biru di Monas merefleksikan semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia dan harapan masyarakat dunia untuk hidup bebas serta damai. Sementara bagi Borobudur, partisipasi dalam kampanye ini bukan hal baru. Candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra pada abad ke-8 dan ke-9 itu pernah disinari biru pada peringatan 70 tahun PBB pada 2015 dan kembali ikut serta pada peringatan 80 tahun PBB tahun lalu. Kawasan Borobudur sendiri terus berbenah, termasuk melalui transformasi Museum Borobudur yang tengah didorong pengelolanya.
IKN Pertama Kali Ikut Kampanye UN Blue
Berbeda dengan Monas dan Borobudur, Ibu Kota Nusantara untuk pertama kalinya ikut ambil bagian dalam kampanye #UNBlue tahun ini. Partisipasi itu sekaligus membawa visi ibu kota baru Indonesia ke dalam gerakan solidaritas global.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyebut pembangunan Nusantara yang mengedepankan lingkungan hijau, keamanan, dan keberlanjutan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) PBB. Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui pengembangan kawasan perkotaan hijau dan mobilitas ramah lingkungan, salah satunya inisiatif Nusantara Fun Ride yang mendorong gaya hidup sehat sekaligus mengurangi emisi karbon.
Pesan perdamaian juga sejalan dengan seruan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam peringatan Hari PBB. Ia menekankan pentingnya kerja sama untuk mendorong perdamaian, pembangunan, dan pemenuhan hak asasi manusia, serta mengajak negara-negara mengutamakan dialog daripada perpecahan, kerja sama daripada konfrontasi, dan solidaritas daripada ketakutan, dengan tetap berpegang pada Piagam PBB.
Indonesia, Anggota Ke-60 PBB sejak 1950
Keterlibatan Indonesia dalam kampanye global ini sejalan dengan peran panjang Indonesia di PBB. Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB pada 28 September 1950, hanya lima tahun setelah organisasi itu berdiri. Sejak itu, Indonesia dikenal aktif dalam diplomasi multilateral dan kerap berperan sebagai pembangun jembatan atau bridge-builder yang mempertemukan berbagai pihak, termasuk melalui misi pemeliharaan perdamaian dunia.
Pada peringatan tahun lalu, Miklos Gaspar menyatakan bergabungnya Indonesia dalam kampanye #UNBlue menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap multilateralisme dan kerja sama internasional, sekaligus menunjukkan kebanggaan terhadap warisan budaya dan peran Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian serta persatuan dalam keberagaman. Dalam kampanye ini, masyarakat juga diajak mengunjungi landmark yang diterangi cahaya biru, mengabadikannya lewat foto dan video, serta membagikannya di media sosial sebagai bentuk partisipasi dalam perayaan nilai-nilai PBB.
Penyinaran tiga ikon ini menegaskan posisi Indonesia dalam mendukung multilateralisme dan perdamaian dunia. Rincian kampanye tersebut dapat dibaca dalam laporan Inforiau tentang Monas, Borobudur, dan IKN yang bersinar biru memperingati HUT ke-81 PBB.


