Jumat, 23 Oktober 2026  |  Magelang, Jawa Tengah
Berita Kota & Kabupaten Magelang
Beranda » Wisata » Kolaborasi IDM dan CMN Dorong Transformasi Museum Borobudur
Wisata

Kolaborasi IDM dan CMN Dorong Transformasi Museum Borobudur

Museum Borobudur bersiap berbenah. Lembaga monumen nasional Prancis, CMN, dan InJourney Destination Management mulai memetakan cara baru bercerita agar pengunjung tidak sekadar mengagumi candi, tetapi memahami kisah serta makna budaya dan spiritualnya.

Oleh Intan Larasati Jumat, 23 Oktober 2026 · 21.36 WIB
Ilustrasi siluet Candi Borobudur dan gedung museum dalam transformasi Museum Borobudur
Ilustrasi: Siluet Candi Borobudur dan gedung museum di kawasan Borobudur. (Ilustrasi: KabarTidar)

MAGELANG — Transformasi Museum Borobudur memasuki tahap baru melalui kolaborasi InJourney Destination Management (IDM) dan Centre des monuments nationaux (CMN), lembaga publik Prancis yang bertanggung jawab atas pelestarian, pengelolaan, dan promosi monumen nasional negara tersebut. Presiden CMN Marie Lavandier melakukan kunjungan ke Indonesia pada 18 hingga 24 Oktober 2026 untuk memajukan kerja sama Prancis-Indonesia di bidang warisan budaya, dengan fokus khusus pada pengembangan Museum Borobudur.

Kunjungan tersebut mempertemukan para ahli warisan budaya dari Prancis dan Indonesia untuk mengevaluasi kebutuhan situs serta menetapkan prioritas bagi inisiatif pengembangan museum tahap awal. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih menarik, bermakna, dan terintegrasi di salah satu landmark budaya paling penting di Indonesia.

Transformasi Museum Borobudur Berpijak pada Deklarasi Borobudur

Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari Deklarasi Borobudur tentang Strategi Kebudayaan Bersama yang disahkan pada 29 Mei 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron. Deklarasi tersebut menetapkan museum dan warisan budaya sebagai prioritas utama dalam kerja sama bilateral kedua negara.

Komitmen itu semakin diperkuat selama Dialog Strategis Kebudayaan Prancis-Indonesia pertama di Paris pada Juli 2025 serta pembentukan gugus tugas khusus yang melibatkan lembaga-lembaga kebudayaan terkemuka Prancis. Sebuah tonggak penting lainnya tercapai pada 22 April 2026, ketika CMN dan InJourney Destination Management menandatangani nota kesepahaman di Paris, di hadapan Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard. Perjanjian tersebut menetapkan kerangka kerja sama dalam pelestarian dan promosi warisan budaya, dengan pengembangan Museum Borobudur sebagai proyek unggulan pertamanya.

CMN Kelola Lebih dari 100 Monumen Bersejarah Prancis

Didirikan di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Prancis, CMN mengelola lebih dari 100 monumen bersejarah di seluruh Prancis, termasuk Arc de Triomphe, Panthéon, dan Sainte-Chapelle. Misinya tidak hanya terbatas pada pelestarian, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan sejarah dan budaya, keterlibatan masyarakat, serta pengembangan pengalaman pengunjung.

Pengalaman itu menjadi landasan bagi kerja sama dengan IDM sebagai mitra Indonesia dalam proyek Borobudur. Dengan menggabungkan pengalaman CMN dalam pengelolaan warisan budaya dan interpretasi bagi pengunjung dengan pengalaman IDM dalam pengelolaan destinasi warisan budaya dan pengembangan pengalaman pengunjung, kemitraan ini bertujuan mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan signifikansi budaya khas Borobudur, kebutuhan pengunjung, serta konteks pariwisata yang lebih luas.

Selama kunjungannya, Marie Lavandier dan delegasi CMN lainnya berkolaborasi dengan mitra-mitra Indonesia, termasuk IDM dan Indonesian Heritage Agency (IHA), untuk mengevaluasi konteks budaya, operasional, dan pariwisata situs tersebut, serta mengidentifikasi prioritas bagi inisiatif pengembangan museum. Evaluasi ini akan meninjau fasilitas pengunjung yang ada, alat-alat interpretasi dan mediasi warisan budaya, program-program budaya, profil pengunjung, dan dinamika pariwisata, serta infrastruktur dan lingkungan operasional situs tersebut.

Hasil asesmen akan menjadi dasar bagi rekomendasi awal serta arahan strategis terkait pengonsepan museum, termasuk konten, pengalaman pengunjung, dan integrasinya ke dalam lanskap budaya dan pariwisata yang lebih luas. Misi-misi lanjutan dan sesi kerja direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2027 untuk menyempurnakan program, mengembangkan konsep museum, termasuk rute kunjungan pengunjung dan alat interpretasi, serta mendukung tahap perancangan arsitektur.

Empat Pilar Pengelolaan Borobudur Menurut IDM

Bagi IDM, inisiatif pengembangan museum Borobudur merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas untuk terus meningkatkan pengalaman pengunjung dan kepuasan pelanggan di seluruh destinasi warisan budaya Indonesia. Museum tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk menyajikan pengetahuan sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai bagian integral dari perjalanan pengunjung Borobudur, yaitu dengan cara-cara yang lebih menarik, mudah diakses, dan bermakna bagi pengunjung untuk memahami dan menghargai nilai warisan luar biasa dari situs tersebut.

Melalui kolaborasi ini, IDM berupaya mengeksplorasi peluang untuk memperkuat fungsi edukasi dan interpretatif fasilitas museum Borobudur, meningkatkan keterlibatan pengunjung, serta menciptakan pengalaman yang lebih mulus dan terintegrasi antara museum dan situs warisan budaya yang lebih luas. Dengan meningkatkan relevansi, aksesibilitas, dan kualitas pengalaman berkunjung ke museum, IDM bertujuan meningkatkan kepuasan pengunjung dan memperkuat daya tarik Borobudur sebagai destinasi wisata budaya, sekaligus mendorong apresiasi yang lebih mendalam terhadap makna historis, budaya, dan spiritualnya.

“Pendekatan kami dalam mengelola Borobudur dipandu oleh empat pilar utama: konservasi, spiritual, edukasi, dan pariwisata. Melalui pengembangan Museum Borobudur, kami bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengunjung yang lebih menarik dan bermakna, di mana pengunjung tidak hanya sekadar mengagumi monumen tersebut, tetapi juga dapat menggali kisah-kisahnya serta memahami makna budaya dan spiritualnya,” ujar Febrina Intan, Direktur Utama InJourney Destination Management.

“Kami percaya bahwa peningkatan pengalaman pengunjung harus sejalan dengan pelestarian warisan budaya Borobudur, guna memastikan bahwa pengembangan pariwisata tetap berkelanjutan dan bermakna bagi generasi mendatang,” imbuhnya.

Proyek ini akan menerapkan pendekatan kolaboratif yang memadukan keahlian Prancis dengan pengetahuan, prioritas, dan kepemimpinan kelembagaan Indonesia. Melalui kemitraan ini, Prancis dan Indonesia menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk melestarikan warisan budaya dan menjadikannya dapat diakses oleh generasi mendatang, sekaligus mendukung pengembangan Borobudur sebagai destinasi warisan budaya kelas dunia.

Pengembangan museum ini menambah daftar agenda besar yang menyorot kawasan Borobudur, yang sebelumnya juga menjadi perbincangan publik seiring rencana konser Andrea Bocelli di Borobudur. Kolaborasi IDM dan CMN untuk Museum Borobudur ini diberitakan Indonesia Trip News.

I
Intan Larasati

Jurnalis KabarTidar — portal berita Kota dan Kabupaten Magelang.

Berita Lainnya

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *